Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Selasa, 16 Februari 2016
   
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Yes 55:10-11 | Mzm 34:4-7.16-19 | Mat 6:7-15

Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki (Yes 55:10-11)

Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

DEMONSTRASI para buruh semakin sering terjadi belakangan ini, dengan berbagai tuntutan yang mereka ajukan untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka. Sejauh tuntutan-tuntutan itu masih ada dalam koridor yang wajar, semua pihak yang terlibat bersedia mendengarkan. Yang menjadi masalah ialah ketika mereka mengajukan tuntutan di luar kewajaran, seperti uang pulsa, parfum, jalan-jalan ke luar negeri, dan sebagainya. Beberapa waktu lalu seorang anggota legislatip mengajukan anggaran konsumsi perjalanan dinas yang tinggi dengan alasan, kalau lebih rendah daripada itu mereka tak dapat makan lobster. Ia dicerca banyak orang karena menuntut hidup mewah di saat kebanyakan orang hidup susah, bahkan ada banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Yesus mengajar para muridNya untuk menyerahkan diri ke dalam tangan Bapa. Caranya ialah berdoa. Namun isi doa yang hendak disampaikan itu bukan untuk memenuhi tuntutan hidup mewah melainkan terbatas pada kebutuhan dasar manusia. "Berikanlah kami makanan secukupnya", kata Yesus. Permohonan ini menyiratkan pesan, bahwa kita meminta kepada Bapa untuk memenuhi kebutuhan dasar ini. Selebihnya terserah kerelaan Bapa untuk memberikannya, sesuai dengan rencanaNya.

Mengapa kita berdoa? Ada dua keyakinan dasariah. Pertama, kita berdoa karena kita merasa diri tidak mampu mengatasi segala persoalan hidup hanya dengan mengandalkan kekuatan diri kita sendiri. Kita membutuhkan dukungan dari pemberi hidup, yakni Tuhan sendiri. Kedua, kita berdoa karena kita yakin, bahwa Tuhan mendengarkan doa kita dan memberikan kepada kita apa yang kita perlukan untuk hidup sebagai manusia yang bermartabat, bukan manusia yang berhamba pada kemewahan. Yesaya mengatakan, bahwa Firman Tuhan akan mewujudkan rencana Bapa. Yesus mengingatkan kita, bahwa Bapa yang yang di sorga tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Lalu, mengapa kita masih lalai berdoa? (ap)

Tuhan, ajarilah kami berdoa, bukan untuk memuaskan keinginan kami tapi untuk membuat kami rela menerima penyelenggaraanMu.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19; R: 18b)

Ref: Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
  2. Tunjukkanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
  4. Apabila orang-orang benar itu berseru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
 

Yesus mengajar murid-Nya berdoa (Mat 6:7-15)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata, doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta pada-Nya. Karena itu berdoalah begini: ‘Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga, Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.’ Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang. Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge