Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Sabtu, 20 Februari 2016
   
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Ul 26:16-19 | Mzm 119:1-2.4-5.7-8 | Mat 5:43-48

Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu (Ul 26:16-19)

Di padang gurun seberang Sungai Yordan, Musa berbicara kepada bangsanya, “Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan. Lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Pada hari ini engkau telah menerima janji dari Tuhan. Ia akan menjadi Alllahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkkan-Nya, dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan pada hari ini pula Tuhan telah menerima janji dari padamu bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya. Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa seperti telah dijanjikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”

SEORANG misionaris yang memiliki keahlian akademik di bidang tertentu ditempatkan di sebuah paroki pedalaman. Awalnya ia frustrasi dan merasa tak dihargai, tetapi setelah beberapa bulan ia sudah menikmati hidup dan pelayanannya di wilayah ini. "Ketika saya mengutamakan kehendak saya sendiri, saya frustrasi", katanya, "tetapi ketika saya membuka diri bagi kehendak Tuhan, saya akhirnya menerima mengapa saya ditempatkan di paroki ini. Sekarang saya yakin, ini memang rencana Tuhan."

Ketika seseorang memutuskan untuk beriman, ia dengan sadar mengambil alih kehendak dan rencana Tuhan menjadi kehendak dan rencana dirinya. Ia dengan senang hati mempelajari nilai-nilai iman dan moral, hukum-hukum agama dan menjadikannya inspirasi bagi kehidupan sehari-hari. Inilah yang sesungguhnya diajarkan Moses kepada umat Israel, dan Yesus kepada para muridNya. Moses menekankan, hanya dengan mengikuti perintah dan ketetapan Tuhan, orang Israel bisa menjadi bangsa yang kudus, yang akan selalu dibela oleh Tuhan. Sementara itu Yesus menekankan, pentingnya para murid mengambil kualitas pribadi Bapa menjadi kualitas dirinya. Bapa selalu mengasihi semua umatNya, baik yang berdosa maupun kudus. Umat beriman haruslah bisa menebarkan kasih tanpa memandang bulu, karena oleh kasih itu orang dapat mengalami kehadiran Tuhan.

Masa Prapaskah ini menjadi masa untuk memperbaiki diri. Ibarat sebuah mobil, sesudah beberapa ribu kilometer perjalanan, perlu ada tune-up. Masa Prapaskah adalah masa tune up. Kita menyemangati diri agar secara sadar menekuni kehendak Tuhan dan melaksanakanNya. Kita bertekad untuk memperbaiki pola perhatian kita kepada semua orang, tanpa pilih buluh, sehingga Tuhan yang kita cintai itu dapat juga dikenal dan dicintai oleh banyak orang. Di sini kita mewujudkan dua tugas, yakni membaharui diri dan mewartakan cintaNya kepada sesama. (ap)

Kobarkanlah semangat kami, ya Yesus, dan ajarilah kami, agar selalu berusaha menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:1-2.4-5.7-8; R: 1)

Ref: Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1. Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
  2. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Kiranya hidupku mantap untuk berpegang pada ketetapan-Mu!
  3. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
 

Haruslah kamu sempurna sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya (Mat 5:43-48)

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu telah mendengar firman, ‘Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge