Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Kamis, 11 Februari 2016
  Bunda Maria dari Lourdes
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Ul 30:15-20 | Mzm 1:1-4.6 | Luk 9:22-25

Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu berkat dan kutuk (Ul 30:15-20)

Di padang gurun di seberang sungai Yordan, Musa berkata kepada bangsanya, "Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturanNya. Dengan demikian, engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang kau masuki untuk mendudukinya.Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu, bahwa pastilah kamu akan binasa dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi Sungai Yordan, untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya. Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yaitu kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

SUASANA batin Moses pasti bergulat hebat ketika menyampaikan pesan akhir kepada bangsa yang telah dibebaskan dari perbudakan Mesir, yang telah ia tuntun dalam pengembaraan di padang gurun, yang telah dibentuk menjadi bangsa yang tangguh dalam perjuangan, dan terutama telah ditata menjadi bangsa yang percaya kepada satu Tuhan. Dengan hanya menatap pada satu Tuhan, mereka hanya berpegang pada satu hukum, yang akan melahirkan kesatuan dalam penafsiran dan penghayatan, karena kuasa untuk melakukan hal tersebut telah terstruktur di dalam kehidupan bersama bangsa ini. Tugasnya telah berakhir, ia siap disatukan dengan Tuhan yang telah memilih dan mengutusnya.

Perutusan Moses dilanjutkan oleh banyak orang lain, seperti para imam, nabi, hakim dan raja, hingga akhirnya disempurnakan oleh Yesus sendiri. Dari Yesus mengalir perutusan tahap Perjanjian Baru, yakni mewartakan salib dan kebangkitan, yang telah membuka jalan kebenaran bagi semua orang yang percaya kepada Tuhan. Tak ada lagi hak khusus bangsa Israel, karena Israel yang dibentuk Yesus adalah Israel baru yang didasarkan pada pertalian iman. Dengan demikian, utusan Tuhan adalah mereka yang mau menerima salib, menghayatinya dan mewartakannya kepada sesama, agar semakin banyak orang yang menerima kebangkitan.

Masa Prapaskah menjadi masa permenungan diri dan komitmen kita untuk menerima, menghayati dan mewartakan salib dan kebangkitan kepada sesama manusia. Ada banyak orang yang mau menikmati buah-buah kebangkitan, tetapi tidak rela untuk menerima dan menanggung jalan salib. Padahal salib menjadi medium pemurnian motivasi dan parameter untuk mengukur diri, apakah kita sungguh-sungguh mengimani Kristus secara utuh atau sekedar ikut ramai dan hanya mengambil keuntungan yang menyukakan hati, tetapi tidak rela menanggung penderitaan seperti yang telah dialami Kristus. Saatnya merenung. (ap)

Bimbinglah kami senantiasa, o Kristus yang terkasih, agar kami kuat melangkah di jalan salibMu, sehingga kami boleh berbagi damai dan pengampunan dengan sesama yang tersilih dosa-dosanya.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 1:1-4.6; R: 40:5a)

Ref: Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaan pada Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
  2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya. Apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  3. Bukan demikianlah orang fasik. Mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
 

Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya (Luk 9:22-25)

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa anak manusia harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga. KataNya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia mem- binasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge