Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Sabtu, 13 Februari 2016
   
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Yes 58:9b-14 | Mzm 86:1-6 | Luk 5:27-32

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap (Yes 58:9b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Apabila engkau tidak lagi mengenakkan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan, Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut 'yang memperbaiki tembok yang tembus', 'yang membetulkan jalan', supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu, apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai "Hari Kenikmatan" dan hari kudus Tuhan sebagai "Hari Yang Mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan. Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan lah yang mengatakannya."

KEBERHASILAN dalam berkomunikasi tergantung pada beberapa faktor, seperti sumber informasi, medium dan penerima informasi. Sumbernya harus dapat diandalkan agar informasinya benar dan terpercaya, penerima informasi memiliki pemahaman yang baik sehingga muatan informasi itu tidak sampai dimengerti salah. Yang seringkali mempengaruhi proses ini adalah medium. Sumber boleh baik, penerima boleh baik, tetapi ketka medium yang dipilih tidak tepat, proses komunikasi akan terganggu bahkan ditolak oleh penerima. Sering kita mendengar, bahwa maksud baik seseorang akhirnya tidak diterima dan tidak dipahami orang karena cara penyampaiannya tidak tepat, seperti bahasa terlalu kasar, caranya kurang sopan, atau waktu dan tempat dianggap tidak menghargai kearifan lokal, dan seterusnya. Sinergi yang baik antara ketiganya akan mempermudah komunikasi.

Seluruh pewahyuan diri Tuhan dimaksudkan untuk memberi peluang bagi manusia mengalami cinta Tuhan yang menyelamatkan. Ada cara Tuhan mewahyukan diri lewat peristiwa ajaib, tanda-tanda alam yang dahsyat dan menakutkan atau kedatangan utusan ilahi seperti malaikat-malaikat. Tetapi kebanyakan Tuhan mengungkapkan diri melalui cara-cara manusiawi. "Apabila engkau tidak lagi menghakimi, apabila engkau menolong sesama, Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan", firman Tuhan melalui Nabi Yesaya. Hanya dengan berbuat kebaikan saja, manusia sudah bisa menjadi medium yang tepat untuk mengungkapkan kebesaran Allah. Maka Yesus tidak pernah tidak menghargai manusia, walaupun itu seorang pemungut cukai sekalipun, karena di dalam diri orang berdosa ada kemungkinan terungkap kebesaran Allah yang mengampuni umatNya.

Jika puasa dan matiraga kita jalankan dengan sungguh-sungguh, kita sedang mengirim pesan kepada banyak orang, bahwa Tuhan berkarya di dalam diri kita. Puasa dan matiraga membuat kita mampu mengendalikan hawa nafsu, lebih menghargai sesama dan mengakui kekurangan kita, sehingga kita lebih berserah diri kepada Tuhan. Di sini puasa dan matiraga menjadi medium pembentukan karakter spiritualitas yang membuat karya pewartaan Firman Tuhan menjadi lebih mudah. Jalankan dengan sepenuh hati dan nikmatilah buah-buahnya.. (ap)

Limpahkanlah rahmat peneguhan atas diri kami, ya Tuhan, agar kami mampu menjadi pewarta cintaMu yang membawa sukacita.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 86:1-6; R: 11a)

Ref: Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu.

  1. Sendengkanlah telingaMu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi. Selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.
  2. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hambaMu bersukacita sebab kepadaMu lah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setiaMu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepadaMu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
 

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat (Luk 5:27-32)

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge