Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Senin, 22 Februari 2016
  Pesta Tahta St. Petrus
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
 
1 Ptr 5:1-4 | Mzm 23:1-6 | Mat 16:13-19

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu (1 Ptr 5:1-4)

Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak, aku menasehati para penatua di antara kamu: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang da padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

SEORANG calon kepala daerah, karena kalah dalam pemilihan, meminta kembali semua bantuan yang telah dia berikan kepada masyarakat. Ada calon lain yang frustrasi dan terganggu jiwanya karena berpikir keras untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari mana-mana sebagai modal keikutsertaan dalam pemilihan kepala daerah tersebut. Sementara itu, ada seorang imam yang frustrasi lalu meninggalkan imamatnya, ketika bukan dirinya yang ditunjuk menjadi uskup melainkan seorang imam lain yang selama ini ia pandang dengan sebelah mata. Orang-orang ini memandang jabatan sebagai kuasa, bukan sebagai sarana pelayanan.

Ketika Yesus menunjuk Petrus menjadi fondasi kokoh bagi GerejaNya, Ia sama sekali tidak menjanjikan, bahwa Petrus akan berkuasa dan mendapat sejumlah hak istimewa. Memang benar, Petrus mendapat hak istimewa, tetapi hak itu justru terwujud dalam kematian yang menyerupai Yesus, yakni disalibkan di bukit Vatican, Roma. Hanya dengan setia pada jalan salib itu, Petrus layak memegang kunci Kerajaan Surga, hak istimewa yang tak diberikan kepada siapapun selain dirinya.

Tugas kegembalaan ini pertama-tama tentu melekat pada orang-orang yang dipanggil dan dipilih Tuhan. Namun demikian, hakekat kegembalaan itu melekat pada setiap orang Kristiani karena pembaptisannya. Dengan kata lain, semua kita haruslah menjadi gembala satu bagi yang lain. Secara sederhana, tugas itu dapat kita wujudkan ketika kita saling mengoreksi di saat ada kesalahan, meneguhkan di saat cemas, menghibur di kala sedih, dan seterusnya. Pendek kata, ketika kehadiran kita menjadi berkat bagi sesama di sekitar kita, kita telah menjadi gembala bagi mereka. Pesta Tahta Santo Petrus mengingatkan kita akan tugas pelayanan ini. Mari kita mewujudkannya dengan penuh sukacita. (ap)

Semoga oleh teladanMu, ya Yesus, kami tergerak untuk dengan rendah hati melayani sesama di sekitar kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

  1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku. Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi namaNya yang kudus.
  2. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaanMu itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
  4. Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
 

Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu! (Mat 16:13-19)

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge