Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Rabu, 24 Februari 2016
   
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
 
Yer 18:18-20 | Mzm 31:5-6.14.15-16 | Mat 20:17-28

Persengkokolan melawan Nabi Yeremia (Yer 18:18-20)

Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasehat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” “Perhatikanlah aku, ya Tuha, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri dihadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”

PENGANUT atheisme tahu sepenuhnya, bahwa jika iman Kristiani ditekan, ia justru makin kokoh berkembang. Ketika penderitaan itu menimpa, orang Kristiani mempersatukan diri dengan Yesus yang sudah lebih dahulu menderita. Di sini ada daya yang begitu kuat, sehingga orang boleh saja mati dalam penderitaan, tetapi iman itu tetap berkembang subur. Karena itu, kaum atheis liberalis mengambil pendekatan lain, yakni menawarkan nilai-nilai kebebasan manusia dan menganjurkan sikap masa bodoh terhadap iman yang dinilai melawan kebebasan, tidak adil dan menekan. Ini jauh lebih berbahaya, karena ketika orang Kristiani mulai terpengaruh oleh tawaran ini, mereka mulai meragukan iman. Akibatnya, kekristenan tidaklah dianiaya tetapi dibiarkan mati sendiri karena tidak diperhatikan ajarannya dan diabaikan para penganutnya.

Banyak cara untuk membungkam nabi-nabi yang diutus Tuhan. Mereka dianiaya, dikejar-kejar, bahkan dibunuh, karena seruan mereka menjadi gangguan bagi kemapanan kaum yang berkuasa, baik kalangan politik maupun agamawan. Tapi ada juga cara lain, yakni mengabaikan seruan- seruan itu, sehingga sang nabi sendiri frustrasi dengan keadaannya. Itulah pengalaman nabi Yesaya. Seruan dengan kata-kata saja sepertinya tidak efektip mengubah situasi. Maka Yesus menerima cara berbeda untuk bisa mengirim pesan keselamatan, langsung ke dalam hati sanubari umat ber- iman. Cara itu adalah salib yang dimahkotai dengan kebangkitan. Karena itu Ia akan ke Yerusalem, diserahkan kepada penguasa asing dan dihukum mati. Kematian yang dimahkotai dengan kebangkitan inilah yang akan mengubah dunia selama-lamanya.

Selama masih ada iman Kristiani di dunia ini, kegelapan tidak akan pernah berhenti berusaha menghancurkannya. Tawaran keselamatan dalam salib dan kebangkitan membuat kita memiliki harapan, sehingga kita berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak Kristus. Ketika Injil menjadi pedoman hidup, orang rela bermatiraga, sehingga peluang kegelapan merusak jiwa manusia dipersempit. Karena penyesatan oleh kegelapan itu akan terus berlangsung, kita perlu meneladani Yesus, menggugah kesadaran dunia. Mengapa orang-orang ini mau mempersembahkan diri bagi imannya? Apa penggeraknya? Jika pertanyaan ini diangkat, kita selangkah lebih maju membawa mereka ke jalan kebenaran. (ap)

Ajarilah kami bagaimana harus mempersembahkan diri, ya Yesus, agar semakin banyak orang menerima jalan kebenaranMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:5-6.14.15-16; R: 17b)

Ref: Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!

  1. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
  2. Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
  3. Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!
 

Yesus akan dijatuhi hukuman mati (Mat 20:17-28)

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, ‘Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Sama seperti Anak Manusia, Ia datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge