Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2016
  MASA PRAPASKAH
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 1 2 3 4 5
  Jumat, 12 Februari 2016
   
 

JIKA ENGKAU BERPUASA, LAKUKANLAH ITU SECARA TERSEMBUNYI, MAKA BAPAMU YANG MELIHATNYA AKAN MEMBALASNYA

 
 
 
 
Yes 58:1-9a | Mzm 51:3-6a.18-19 | Mat 9:14-15

Berpuasa yang kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman (Yes 58:1-9a)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umatKu pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang, setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal jalanKu. Seperti bangsa yang berlaku yang benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya, mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah dan berkata, 'Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga? Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?' Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah-bantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini, suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepala seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah, engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah. Dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waku itu lah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!"

PERJALANAN hidup manusia banyak diwarnai oleh suka dan duka yang dialaminya. Seringkali pengalaman sukacita membuat orang lupa daratan, sementara pengalaman kedukaan membuat orang tertekan dan tak mampu melepaskan diri dari belenggu penderitaan. Namun kebanyakan orang akan membangun keseimbangan antara dua sisi pengalaman tersebut, sehingga ia dapat terus melangkah maju. Sukacita tidak membuatnya lupa diri, penderitaan tidak membuatnya terus tenggelam. Yang menentukan ialah, nilai apa yang menjadi orientasi hidupnya, yang memberi dorongan untuk segera bergerak ke tahap hidup berikut. Bagi orang Kristiani, nilai itu adalah keselamatan dalam Kristus. Di dalam Kristus, sukacita menjadi daya rohani untuk menghadapi salib; di dalam dukacita harapan akan memberi kekuatan untuk memikul salib. Muara perjuangan tetap sama, yakni keselamatan dalam namaNya.

Nabi Yesaya mengingatkan umat beriman untuk memperhatikan nilai puasa dan matiraga sebagai jalan memusatkan perhatian pada Tuhan, Sang Pemberi Hidup. Puasa bukanlah sebuah alasan untuk bernegoisiasi dengan Tuhan melainkan pernyataan kerendahan hati di hadapan Tuhan, dan siap menjadi alat Tuhan untuk menebarkan kasih dan kebaikannya, seperti membebaskan orang dari belenggu kelaliman, membagi roti kepada orang yang lapar, memberi tumpangan kepada orang yang tidak memiliki rumah, memberi pakaian kepada yang telanjang. Kebajikan-kebajikan inilah yang akan menjadi ukuran ketika seseorang berhadapan dengan pengadilan surgawi. Maka puasa dengan seharusnya menjadi sukacita karena kita mengalami kehadiran Tuhan, sang mempelai, secara intim.

Apa model puasa dan matiraga yang kita pilih, hendaknya itu mendorong kita untuk lebih menyelami rahasia hidup dan pelayanan Kristus, serta menggerakkan kita untuk lebih rela melayani Tuhan dan sesama. Selain itu, puasa dan matiraga juga menjadi kesempatan melatih kendali drii, sehingga kita tidak terus tenggelam dalam lumpur dosa. Harga diri kita sebagai ciptaan Tuhan terlalu tinggi untuk dicemarkan di dalam gaya hidup yang menuruti hawa nafsu semata-mata. Dengan berpuasa, kita membuat pilihan untuk memelihara citra diri sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus, agar kita tetap diselamatkan. (ap)

Ingatkanlah kami senantiasa, ya Kristus yang penuh cinta, agar tidak mencemarkan diri kami dengan hidup menurut hawa nafsu. Buatlah kami kudus seperti diriMu, agar layak masuk kerajaanMu nan mulia.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.18-19; R: 19a)

Ref: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah menurut kasih setiaMu, menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggar- anku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan. Kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepadaMu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
 

Mempelai itu akan diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa (Mat 9:14-15)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge