Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA BIASA PEKAN 9
   
Tuhan Berbicara Dalam Bahasa Manusia

SEEKOR kuda gagah baru memenangkan perlombaan. Sang joki diarak- arak seperti pahlawan besar. Kuda gagah itu menarik perhatian orang. Seorang seniman mulai membuat puisi yang indah tentang anggrek. Seorang pelukis membawa kanvas dan mulai melukis dengan anggrek sebagai model. Seorang foto- grafer memotretnya dari berbagai sudut. Seorang pedagang menaksir-naksir berapa keuntungan yang diperoleh kalau menjual kuda tersebut. Karena ramai kuda itu gelisah dan bergerak liar. Justru di saat itu, perawat kuda datang. Dengan halus ia bersiul dan membunyikan suara menyerupai kuda. Sang kuda itu menjawab dengan ringkikan halus, lalu menggosok-gosokkan kepalanya ke tangan perawat kuda itu. Ia tak lagi gelisah, malah cenderung manja, karena ia mengerti bahasa itu dan merasa aman di dekat yang merawatnya.

Ketika manusia berdosa, relasi cinta antara Tuhan dan manusia terputus. Manusia tenggelam dalam hidup tanpa arah. Tawaran cinta Tuhan tidak terjawab dengan benar karena halangan dosa. Apakah Tuhan membiarkan manusia berjuang seorang diri? Tidak! Ia memberi petunjuk lewat berbagai pewahyuan diri. Ada orang-orang yang dipilih dan diutus untuk membuka tabir rencana Tuhan tersebut. Namun diujung pewahyan itu, Tuhan memilih cara yang paling radikal, yakni menjadi manusia, sehingga manusia melihat dan memahami penghargaan Tuhan atas martabatNya. Ketika manusia memahami Tuhan dalam bahasanya sendiri, lebih terbuka kemungkinan untuk menerima tawaran keselamatanNya.

Pada hari raya Allah Tritunggal, kita mengakui betapa dalamnya rahasia diri Allah. Tak terselami, tetapi sebagai manusia kita bisa mengalaminya, karena Tuhan mewahyukan diri dengan cara-cara yang bisa kita indrai. Ingat kata-kata Tomas Aquinas, "Iman yang menolong budi, indra tidak men- cukupi." (ap)

  1. Apa yang anda pahami tentang hakekat Allah Tritunggal?
  2. Ketika anda tak sanggup menyelaminya, pernahkah terbersit niat untuk meninggalkan Tuhan? Renungkanlah pengalamanmu.

(c) 2015 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Minggu, 31 Mei 2015
  Hari Raya Allah Tritunggal Mahakudus
 
AJARILAH MEREKA SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI AKHIR ZAMAN
   
   
   
 
Ul 4:32-34.39-40 | Mzm 33:4-6.9.18-20.22 | Rm 8:14-17 | Mat 28:16-20

 

Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain (Ul 4:32-34.39-40)

Dalam perjalanan di padang gurun, Musa berkata kepada bangsa Israel, “Cobalah tanya-kan dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu sebelum engkau ada, sejak saat Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah pernah terjadi sesuatu yang demikian besar, atau apakah pernah terdengar sesuatu seperti ini? Pernahkah suatu bangsa mendengar suara Allah yang bersabda di tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan engkau tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa lain dengan cobaan, dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang perkasa, dan dengan kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
Sebab itu ketahuilah pada hari ini camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu hari ini, supaya baiklah keadaanmu dan keadaan anak-anakmu di kemudian hari. Maka engkau akan hidup lama di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepada-mu untuk selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:4-6.9.18-20.22)

Ref: Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum, bumi penuh dengan kasih setiaNya.
  2. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulutNya diciptakan segala tentaraNya. Sebab Dia berfirman maka semuanya jadi. Dia memberi perintah maka semuanya ada.
  3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut, dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
  4. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dia lah penolong dan perisai kita. Kasih setiaMu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepadamu.

Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah; oleh Roh itu kita berseru:
Abba, ya Bapa (Rm 8:14-17)

Saudara-saudara terkasih, semua yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah. Sebab kamu menerima bukan roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, melainkan Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: Abba, ya Bapa! Roh itu memberi kesaksian bersama-sama roh kita, bahwa kita ini anak Allah. Dan kalau kita ini anak berarti kita juga ahliwaris, yakni ahliwaris Allah sama seperti Kristus. Artinya, jika kita menderita bersama dengan Dia, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.

 

Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat 28:16-20)

Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjuk oleh Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahui-lah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge