Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA PASKAH PEKAN 5
   
Aku Menjadi Apa Bagi Yesus?

OKULASI adalah sebuah metode pertanian yang menggabungkan dua tanaman dengan karakter yang berbeda untuk memberikan hasil unggul. Misalnya, tanaman induk itu baik dalam hal pengakaran, sementara yang tempelan baik dalam hal buah yang lesat. Maka kita akan mendapat hasil baru yang baik dalam perakaran dan lezat buah-buahnya.

Jika diibaratkan dengan pertanian, pertobatan Paulus merupakan sebuah proses okulasi. Akar tanaman itu adalah Yesus Kristus, dengan batangnya ialah komunitas umat beriman. Paulus dengan semangat yang berapi-api yang ditunjang oleh pendidikan intelektual berbasis budaya Yunani adalah tempelan baru di atas komunitas umat beriman. Hasilnya, Paulus menjadi rasul istimewa, berakar kuat pada Kristus, dengan kualitas intelektual yang baik dan kemampuannya menjembatani budaya Yahudi dengan Yunan, Paulus terbukti menjadi rasul handal, cahaya bagi bangsa-bangsa.

Kendatipun Paulus berhasil dalam banyak karyanya, semua itu tidak datang dari dirinya sendiri, melainkan dari sumber utama, yakni Yesus Kristus. "Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku", kata Yesus. Inilah inti keberhasilan Paulus dalam mewartakan Sabda Tuhan. Ia pernah menganiaya jemaat Tuhan karena fanatik dengan iman Yahudinya. Namun ketika ia dibaharui oleh Yesus, semangat yang tinggi itu dipergunakan bukan untuk menganiaya jemaat tetapi mewartakan kebenaran.

Perintah Yesus hendaknya menjadi akan kehidupan kita, semangat Paulus hendaknya menjadi semangat kita. Berbekalkan iman kepada Kristus, kita mewartakan Tuhan dengan penuh daya, sehingga akhirnya Kerajaan Ilahi menemukan wujudnya yang baru, ketika kita semua saling menopang satu sama lain, membuka diri bagi dunia sekitar kita, mewartakan kebenaran dan keadilan, mengusahakan pelayanan cinta, dan turut serta membangun dunia menjadi tempat yang layak bagi semua orang. (ap)

  1. Apa pengalaman anda diubah oleh Tuhan, sehingga anda berbalik dari cara hidup lama ke yang baru dalam nama Yesus?
  2. Bagaimana Tuhan mempengaruhi hidup anda sehingga anda menjadi ranting anggur yang berbuah banyak?

(c) 2015 aurelius pati soge


salib sumber hidup
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Minggu, 3 Mei 2015
 
St. Filipus dan St. Yakobus, rasul
 
SEPERTI RANTING TAK DAPAT BERBUAH DARI DIRINYA, KAMU PUN TAK DAPAT BERBUAH JIKALAU KAMU TIDAK TINGGAL DI DALAM AKU
   
   
   
 
Kis 9:26-31 | Mzm 22:26-28.30-32 | 1 Yoh 3:18-24 | Yoh 15:1-8

 

Barnabas menceriterakan kepada para rasul bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan (Kis 9:26-31)

Setelah dibaptis dalam nama Yesus, Saulus pergi ke Yerusalem. Di sana ia mencoba menggabungkan diri dengan murid-murid Yesus tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak bercaya bahwa Saulus juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia lalu membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan, dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia. Juga diceriterakannya bagaimana keberanian Saulus mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. Maka Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan berani ia mengajar dalam nama Tuhan. Saulus juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, dan mereka itu berusaha membunuh dia. Akan tetapi, setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa Saulus ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus. Selama beberapa waktu, jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Mazmur Tanggapan (Mzm 22:26-28.30-32 )

Ref: Nama Tuhan hendak kuwartakan, di tengah umat kumuliakan.

  1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang bertakwa. Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.
  2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar lalu berbalik kepada Tuhan; dan segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan Allah kita.
  3. KepadaNya akan sujud menyembah; semua orang sombong di bumi di hadapanNya akan berlutut; semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
  4. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepadaNya. Mereka akan menceriterakan hal ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang.
  5. Mereka akan memberitakan keadilanNya kepada bangsa yang akan lahir nanti; semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Inilah perintah Allah, yaitu supaya kita percaya dan saling mengasihi (1 Yoh 3:18-24)

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang. Sebab jika kita dituduh oleh hati kita, Allah adalah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu.
Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mem-punyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah. Dan apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh daripadaNya, karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya. Dan inilah perintah Allah itu, yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintahNya yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan beginilah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dalam Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

 

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak (Yoh 15:1-8)

Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapaku lah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah dipotongNya, dan setiap ranting yang berbuah dibersihkanNya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge