Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  HARI RAYA PENTEKOSTA
   
Menyeberangi Garis Depan Pewartaan

TIBALAH kita di penghujung Masa Paskah 2015, dengan perayaan meriah turunnya Roh Kudus ke atas para rasul. Hari Pentekosta menjadi titik tolak baru bagi umat Allah, menghadapi masa depan dengan tugas perutusan di pundak, mewartakan kebangkitan Kristus dan keselamatan yang terbuka bagi semua bangsa. Sembilan hari penantian sejak kenaikan Yesus, telah membawa para murid ke fase permenungan atas hakikat diri mereka. Roh yang hadir menambahkan kemampuan baru, yakni berbicara dalam bahasa roh, sehingga orang-orang dapat memahami Firman Tuhan, menurut bahasa mereka masing-masing. Para murid berbicara dalam bahasanya, tetapi mereka yang mendengar datang dari Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Kapadokia, Pontus dan Asia, Firgia, Pamfilia, Mesir dan Libia, bahkan Kirene, Roma, Kreta dan Arab. Kuasa Roh Kudus menerjemahkannya, sehingga mereka memahami pewartaan tersebut.

Kehadiran Roh Kudus merupakan perwujudan janji Kristus akan hadirnya Sang Penghibur (bdk. Yoh 14:26). Dengan itu para murid tidak berjalan sendiri tetapi sepenuhnya di bawah petunjung dan kendali Tuhan. Pada sisi lain, bahasa roh menandakan hakekat perutusan, yakni menyeberangi batas perbedaan itu dan masuk ke dalam lingkungan lain. Keselamatan itu bukan milik eksklusif bangsa Israel, tetapi juga orang-orang lain di dalam bahasa dan budaya lain. Pentekosta menjadi titik awal, selanjutnya dengan kemampuan manusiawi, para murid akan belajar hidup dan berkarya dalam lingkungan bangsa-bangsa, agar Kerajaan Allah sungguh menyebar dan mencakupi banyak bangsa.

Bagi kita, Pentekosta adalah sebuah anugerah dan tanggung jawab. Kita meneguhkan iman akan kebangkitan dalam anugerah itu, bahwa iman kita tidak sia-sia melainkan bermuara pada keselamatan. Selain itu, ada juga tanggung jawab kita, bahwa keselamatan itu perlu dipahami dan diterima oleh banyak orang. Itulah karya pewartaan. Pentekosta adalah kelahiran umat Allah yang bermisi. (ap)

  1. Apa pengalaman anda tentang Kristus sebagai Terang Dunia?
  2. Pada tahapan konkrit, apa yang bisa anda lakukan untuk menjadi terang bagi sesama?

(c) 2015 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Minggu, 24 Mei 2015
  Roh Kudus turun atas para rasul
 
ROH KEBENARAN AKAN MEMBERITAKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG AKAN DATANG
DAN IA AKAN MEMULIAKAN AKU
   
   
   
 
Kis 2:1-11 | Mzm 104:1ab.24ac.30-31.34 | Gal 5:16-25 | Yoh 15:26-27; 16:12-15

 

Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara (Kis 2:1-11)

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka, penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamlan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.
Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negara asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab; kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 104:1ab.24ac.30-31.34)

Ref: Utuslah RohMu, ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.

  1. Allahku, namaMu hendak kupuji, Engkau amat agung berdandan sinar kebesaran.
  2. Ya Tuhan, berselubungkan cahaya, bagai jubah raja, langit kaupasang bagai kemah.
  3. FirmanMu disampaikan oleh angin, api yang berkobar tunduk padaMu bagai hamba.

Buah-buah Roh (Gal 5:16-25)

Saudara-saudara, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Tetapi kalau kamu membiarkan diri dipimpin oleh Roh, kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabul-an, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percecokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kamu kuperingatkan – seperti yang telah kulakukan dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sebaliknya buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaik-an, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

 

Ia akan memimpin kamu ke dalam kebenaran (Yoh 15:26-27; 16:12-15)

Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya, itulah yang akan dikatakanNya, dan ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberikan kepadamu apa yang Dia terima dari padaKu. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaanKu, sebab itu aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari padaKu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge