Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA BIASA PEKAN 8
   
Jangan Berhenti Berharap Pada Tuhan

KAMAR No. 207. Kutipan dari catatan harianku, Sabtu, 16 Juni 2012. "Sudah capek-capek datang dari Roma, ternyata di Ad Gentes Center Nemi tak ada kamar untuk diriku. Mau ditaruh di mana kepala yang sudah letih ini? "Biara Mercedari", demikian kata P. Michael McGuiness, manajer umum Kapitel. "Biara dari planet mana lagi", gumamku sebal, "namanya saja baru dengar." "Kita akan jalan turun ke kampung Nemi sekitar lima belas menit", kata P. Lukas Jua yang ditugaskan untuk menemani para kapitularis di Biara tersebut. Membayangkan harus naik turun bukit itu setiap hari jelas bukanlah hal yang menyenangkan. Namun ketika tiba di kamar 207 Biara Mercedari, hatiku langsung teduh. Pemandangan ke arah danau yang sering disebut "Mirror of Venus" itu begitu indah. "Rumahku" ini telah menyimpan banyak kisah menarik buat diriku." Dari kamar inilah aku menulis laporan rutin Kapitel Jendral SVD XVII dan merancang laman khusus di internet untuk para saudara SVD Indonesia. Kelelahan langsung sirna oleh pemandangan indah Danau Nemi, sebuah harga yang pantas kunikmati setiap hari.

Si Buta, anak Timeus itu, lelah dengan hidupnya. Ia tidak bisa melihat, tak bisa menikmati hidup seperti orang-orang pada umumnya. Yang bisa ia lakukan hanyalah berharap pada perhatian dan belas kasih orang. Dalam keputusasaan itu, ia mendengar tentang Rabbi dari Nazaret yang penuh dengan kuasa Ilahi. Ia berseru-seru memohon belas kasihan. Banyak orang menegurnya. Ia dinilai tak pantas untuk memanggil-manggil Rabbi yang dikagumi dan diikuti banyak orang. Namun ia tetap berseru, bertekun dalam perjuangan di tengah ketidakberdayaan. Dan perjuangannya terbayarkan dengan pantas. Yesus berbelas kasih, memanggilnya, menyembuhkannya, menganugerahkan kepadanya sukacita. Penantian itu telah terbayar. Kini ia boleh menikmati hidup sebagai orang normal..

Tuhan mengajarkan kepada kita satu hal, yakni jangan pernah berhenti berusaha dan berharap. Dengan keyakinan yang terus menrus dibaharui, kita tidak pernah meragukan Tuhan, termasuk ketika kita tenggelam dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Mari kita tetap berteguh dalam iman. Selebihnya kita berserah pada belas kasih Tuhan. (ap)

  1. Siapa 'bartimeus' yang anda jumpai dalam hidup anda?
  2. Apa yang anda lakukan sebagai perpanjangan tangan Yesus untuk dirinya?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Kamis, 28 Mei 2015
   
 
ROH KEBENARAN AKAN MEMBERITAKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG AKAN DATANG
DAN IA AKAN MEMULIAKAN AKU
   
   
   
 
Sir 42:15-25 | Mzm 33:2-9 | Mrk 10:46-52

 

Ciptaan Tuhan penuh kemuliaan-Nya (Sir 42:15-25)

Karya Tuhan hendak kukenangkan, dan apa yang telah kulihat hendak kukisahkan. Segala karya Tuhan dijadikan dengan sabda-Nya. Matahari bercahaya memandang segala sesuatu, dan ciptaan Tuhan penuh dengan kemuliaan-Nya. Kepada orang-orang-Nya yang kudus Tuhan tidak memberikan kemampuan untuk menceritakan segala karya-Nya yang mengagumkan itu. Sebab Tuhan alam semesta telah menetapkan supaya jagat raya didukung dengan kemuliaan-Nya. Lubuk lautan dan hati diselami oleh-Nya, dan segala rencana hati diketahui-Nya. Sebab Yang Mahatinggi mengenal segala sesuatu yang dapat dikenal dan menilik tanda-tanda zaman.
Yang sudah-sudah diberitahukan-Nya, dan apa yang akan datang dimaklumkan oleh-Nya; dan bekas dari apa yang tersembunyi pun disingkapkan-Nya. Tidak ada pikiran satu pun yang terluput dari Tuhan, dan perkataan mana pun tak tersembunyi bagi-Nya. Ciptaan besar dari kebijaksanaan-Nya diatur rapih oleh-Nya, sebab dari kekal sampai kekal Ia ada. Tidak ada sesuatu pun yang dapat ditambahkan atau diambil daripada-Nya. Dan Ia tidak membutuhkan seorang pun sebagai penasihat.
Betapa eloklah segala ciptaan Tuhan, tetapi hanya sebagai bunga api sajalah yang nampak. Semuanya hidup dan tetap tinggal untuk selamanya guna setiap keperluan, dan semuanya patuh kepada-Nya. Segala-galanya berpasangan, yang satu berhadapan dengan yang lain, dan tidak ada sesuatu pun yang diciptakan-Nya kurang lengkap. Yang satu menguatkan kebaikan dari yang lain, dan siapa gerangan pernah puas memandang kemuliaan Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:2-3.4-5.6-7.8-9; R: 6a)

Ref: Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai!
  2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum. Bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
  3. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung, samudera raya ditaruh-Nya dalam bejana.
  4. Biarlah seluruh bumi takut kepada Tuhan, biarlah segenap penduduk dunia gentar terhadap-Nya! Sebab Dia berfirman maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Rabuni, semoga aku melihat (Mrk 10:46-52)

Pada suatu hari Yesus dan murid-muridNya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar lagi dari Yerikho, bersama murid-muridNya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya, bahwa yang lewat itu Yesus dari Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu. Berdirilah, Ia memanggil engkau.” Orang buta itu lalu menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, semoga aku dapat melihat.” Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge