Mei 2015 |
|
MASA PASKAH PEKAN 6 |
|
|
|
| |
|
| Sukacita Itu Terletak Dalam Harapan |
KEMARTIRAN telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan Gereja Kristus. Sejak awal, darah para martir tertumpah dan menjadi benih yang berkualitas tinggi. Dimulai oleh Santo Stefanus yang dirajam sampai mati oleh orang Yahudi yang tidak sanggup melawan kurnia hikmat yang diberikan Allah kepadanya (bdk. Kis 6:10). Di mana-mana jemaat Kristus dianiaya. Bahkan tiga abad pertama kekristenan dapatlah disebut sebagai abad kemartiran, ketika kekaisaran Romawi secara sadar dan sistermatis berusaha menghancurkan kepercayaan ini yang dianggap dapat menghancurkan kekuasaan kekaisaran, Kemartiran itu ternyata berlanjut sampai hari ini. Beberapa pekan belakangan ini berita internasional dipenuhi dengan kisah pembunuhan orang-orang Kristiani di Timur Tengah, seperti di Iraq dan Syria. Selain itu orang-orang Kristen Koptik asal Mesir dan Etiophia yang bekerja di Lybia juga ditangkap dan dibunuh. Pelakunya menyebut diri sebagai pejuang ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang melakukannya demi menegakkan kekhalifaan. Menanggapi semua ini, Sri Paus Fransiskus tidak menggerakkan "perang salib" baru. Ia menyerukan doa dan dukungan bagi korban serta pengampunan bagi para pelaku. Tak boleh ada dendam dan pembalasan yang hanya melahirkan kekerasan baru. Paus Fransiskus tetap menjaga nyala api harapan, bahwa di ujung lorong gelap selalu ada terang yang membawa sukacita.
"Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap tetapi dunia akan ber- gembira", demikian kata Yesus. Namun, dukacita tersebut tidak merampas sukacita, karena di dalam iman ini selalu ada harapan akan terpenuhinya cinta Tuhan yang membawa keselamatan. Harapan akan pemenuhan cinta Tuhan inilah yang senantiasa mengobarkan sukacita di dalam hati umat beriman. Tak ada alasan untuk tenggelam dalam dukacita.
Iman Kristiani yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sama sekali tidak menjanjikan sebuah pola hidup yang mudah. Tuhan bahkan mengatakan, bahwa hanya yang setia memikul salib yang akan diselamatkan. Apa pun yang menghadang, mari kita berteguh dalam iman. Semoga Tuhan memberi kita daya untuk setia memikul salib hidup kita. (ap)
- Apa wujud dukacitamu hari ini di saat dunia bersukacita?
- Mengapa iman kepada Kristus selalu memberi harapan bagi pemenuhan keselamatan diri anda?
(c) 2015 aurelius pati soge |
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| 24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
| 31 |
1 |
2 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
|
Jumat, 15 Mei 2015 |
|
|
| |
|
|
| |
AKU TIDAK LAGI MENYEBUT KAMU HAMBA
TETAPI SAHABAT, KARENA AKU TELAH MEMBERITAHUKAN SEGALANYA KEPADAMU |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
Kis 18:9-18 | Mzm 47:2-7 | Yoh 16:20-23a
|
|
|
|
Banyak umat-Ku di kota ini! (Kis 18:9-18)
Ketika Paulus ada di Kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
Akan tetapi setelah Galio menjadi Gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus. Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.” Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu. Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.
Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea,karena ia telah bernazar. |
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-7; R: 8a)
Ref: Allah adalah Raja seluruh bumi.
- Hai segala bangsa, bertepuk tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
- Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, Ia menundukkan suku-suku bangsa ke bawah telapak kaki kita; Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.
- Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!
|
|
Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu (Yoh 16:20-23a)
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berduka cita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.”
|
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |
|