Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA PASKAH PEKAN 6
   
Pengorbanan Itu Membawa Kehidupan

KETIKA Santi mengetahui dirinya hamil, ia tidak memberitahukannya kepada siapapun. Itu kesalahan, karena resmi ia dilarang hamil karena akan beresiko tinggi bagi keselamatannya. Ketika kandungan itu semakin membesar, ia menyampaikannya kepada keluarganya. Ia dimarahi oleh suami, mertua dan orang tuanya. "Usia kandunganku sudah empat bulan, jadi tak boleh digugurkan", kata Santi tanpa beban sedikitpun. Ia terlibat bahagia membayangkan seperti apa anaknya yang akan lahir. Dan akhirnya saat itu pun tiba. Proses kelahiran itu sangat sulit. Pendarahan tak bisa dihentikan. Nyawanya pun tak tertolong. "Saya hanya ingin anakku hidup", kata Santi sebelum menghembuskan nafa terakhir. Bagi Santi, kalau nyawa itu diambil demi anaknya, ia rela. Ia membuktikannya.

Ketika Yesus melaksanakan tugas perutusan yang dianugerahkan Bapa kepadaNya, Ia menyadari semua resiko yang menghadang. Perlawanan dan penganiayaan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menegakkan Firman Tuhan yang menyelamatkan. Namun bagi Yesus, kalau semua itu demi kehidupan bagi manusia berdosa, maka Ia siap menjalani semuanya, walaupun itu menuntut korban nyawaNya. Namun di sinilah justru meterai keselamatan tertera: kasih Allah diwujudkan lewat salib dan kebangkitan. Yesus menjadi korban, namun korban itu membawa kehidupan. Itulah contoh persaudaraan dan persahabatan sejati.

Tidak banyak orang yang mau melakukan sesuatu yang besar bagi orang lain dengan cuma-cuma, apalagi kalau itu disertai dengan tuntutan yang tinggi. Kristus memberi kita model, bagaiman seseorang harus beriman secara sempurna, yakni menjadi benih bagi pertumbuhan iman Gereja, yakni himpunan persekutuan umat beriman. Inilah tantangan bagi kita, dengan cara apa kita meneladani Kristus pada tahap ini. (ap)

  1. Pernahkah anda dituntut berkorban sampai di batas kemampuan?
  2. Apa tanggapan anda? Sejauh mana tuntutan tersebut mendekatkan anda pada Tuhan?

(c) 2015 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Minggu, 10 Mei 2015
 
 
AKU TIDAK LAGI MENYEBUT KAMU HAMBA
TETAPI SAHABAT, KARENA AKU TELAH MEMBERITAHUKAN SEGALANYA KEPADAMU
   
   
   
 
Kis 10:25-26.34-35.44-48 | Mzm 98:1-4 | 1 Yoh 4:7-10 | Yoh 15:9-17

 

Karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga (Kis 10:25-26.34-35.44-48)

Sekali peristiwa, ketika sampai di kota Kaisarea, Petrus masuk ke rumah Kornelius. Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di dekat kaki Petrus ia menyembahnya. Tetapi Petrus menegakkan dia serta berkata, “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya, “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya.”
Ketika Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang beriman dari golongan bersunat yang waktu itu menyertai Petrus tercengang-cengang karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga. Sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu Petrus bertanya, “Bolehkah mencegah orang ini dibaptis dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Maka Petrus menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian orang-orang itu meminta kepada Petrus supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka.

Mazmur Tanggapan (Mzm 98:1-4 )

Ref: Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib: keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari padaNya. Ia telah menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaannya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.

Allah adalah kasih (1 Yoh 4:7-10)

Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup olehNya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah lah yang telah mengasihi kita, dan yang telah mengutus AnakNya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.

 

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yoh 15:9-17)

Dalam amanat perpisahanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu. Tinggallah di dalam kasihKu itu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inila perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabatKu jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu, Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu. Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Aku lah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu diberikanNya kepadamu. Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge