Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA BIASA PEKAN 8
   
Kebenaran Tidak Hanya Dari Satu Sisi

TINDAKAN Yesus mengusir para pedagang dari Bait Suci membuat tak senang beberapa pihak. Siapa mereka? Wilayah Bait Suci adalah hak khusus bani Lewi yang dalam sejarah Israel tidak memperoleh hak warisan seperti sebelas suku Israel yang lain, karena mereka harus mengabdi Tuhan (Bil 18:22). Mereka hidup dari persepuluhan yang diberikan oleh umat (Bil 18:21). Karena hak khusus tersebut, tidak ada orang dari suku lain yang berani berdagang di kawasan Bait Allah. Para pedagang itu jelas berasal dari kalangan para imam anggota suku Lewi. Mereka inilah yang terganggu oleh perbuatan Yesus, seorang anggota suku Yehuda, yang telah mengusir para pedagang dari kawasan Bait Allah.

Pertanyaan mereka kepada Yesus bukanlah bertujuan mencari kebenaran, melainkan untuk mencari dalih melawan Yesus. Yesus menantang mereka dengan bertanya tentang Yohanes, anak Zakaria, seorang imam (Luk 1:5), yang berarti dari kalangan suku Lewi, sama seperti para imam Bait Allah saat itu. Apakah mereka percaya pada pembatisan Yohanes, anak seorang imam, anggota suku mereka sendiri? Di sini mereka terjebak dilema, karena sikap mencari keuntungan. Jawaban mereka adalah cerminan kemunafikan mereka sendiri.

Para imam dan ahli Taurat berpikir, hanya mereka yang memegang ukuran kebenaran. Yesus memberi sebuah pesan yang lain, bukan soal wewenang yang menjadi ukuran kebenaran, tetapi melihat, memahami dan percaya kepada kehendak Allah, yang datang datang dari manapun sesuah dengan rencana Allah. Inilah yang perlu kita pahami. Kebenaran itu tidak hanya datang dari satu sisi saja. (ap)

  1. Pernahkah anda menjadi orang munafik?
  2. Sejauh mana anda belajar dari pengalaman tersebut? Kebenaran apa yang terungkap pada diri anda sesudah itu?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Sabtu, 30 Mei 2015
   
 
ROH KEBENARAN AKAN MEMBERITAKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG AKAN DATANG
DAN IA AKAN MEMULIAKAN AKU
   
   
   
 
Sir 51:12-20 | Mzm 19:8-11 | Mrk 11:27-33

 

Hatiku bersukacita atas kebijaksanaan (Sir 51:12-20)

Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan memuji nama Tuhan. Pada masa mudaku, sebelum mengadakan perjalanan, kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku. Kebijaksanaan itu telah kumohon di depan bait Allah, dan akan kukejar sampai akhir hidup. Hatiku bersukacita atas kebijaksanan, karena bunganya yang bagaikan buah anggur masak. Kakiku melangkah di jalan yang lurus, dan sejak masa mudaku telah kuikuti jejaknya. Hanya sedikit saja kupasang telingaku, lalu mendapatinya, dan memperoleh banyak pengajaran bagi diriku. Aku maju di dalamnya, dan kuhormati orang yang memberikan kebijaksanaan kepadaku. Oleh karena aku berniat mengamalkannya, dengan rajin kucari yang baik, dan aku tidak dikecewakan. Hatiku memperjuangkan kebijaksanaan, dan dengan teliti kulaksanakan hukum Taurat. Tanganku telah kuangkat ke surga, dan aku menyesal karena belum cukup tahu akan kebijaksanaan. Hatiku telah kuarahkan kepada kebijaksanaan, dan dalam kemurnian hati aku menemukannya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 19:8.9.10.11; R: 9a)

Ref: Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati.

  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaya.
  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
  4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? (Mrk 11:27-33)

Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang dari halaman bait Allah, Yesus dan murid-muridNya tiba kembali di Yerusalem. Ketika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman bait Allah, datanglah kepadaNya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Mereka bertanya kepada Yesus, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Yesus menjawab mereka, “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian. Jawablah aku, dan Aku akan mengatakan, dengan kuasa mana kulakukan hal-hal itu. Pembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia? Jawablah!”
Mereka memperbincangkannya seraya berkata, “Jikalau kita katakan ‘Dari Allah,’ Ia akan berkata, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi masakan kita katakan ‘Dari manusia’.” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Maka mereka menjawab kepada Yesus, “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Jikalau demikian, Aku pun takkan mengatakan kepada kalian, dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge