Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA BIASA PEKAN 8
   

Tanpa Wujud Harapan Itu Tak Berharga

SEORANG teman pernah bertanya kepadaku, mengapa Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah. Bukankah pohon itu berbuah pada musim tertentu? Lagipula, rasanya apa yang dilakukan itu begitu berbeda dari hakekat Yesus yang kita kenal, yang tidak menggunakan kekuatan ilahiNya untuk melayani kebutuhanNya sendiri. Ia memperbanyak roti untuk memberi makan banyak orang, tetapi Ia tidak mengubah batu menjadi roti ketika Ia lapar. Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, tetapi ia tidak membebaskan diriNya dari ancaman musuh yang hendak membunuhNya. Maka, mengapa Yesus mengutuk pohon ara yang mungkin memang belum tiba musimnya untuk berbuah?

Yesus mengutuk pohon ara merupakan sebuah kisah yang paling sulit dijelaskan. Tak dijelaskan apa makna peristiwa tersebut. Namun, peristiwa tersebut dicatat sejalan dengan kisah Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah dan menguduskan tempat ibadah tersebut. Di sini kita dapat melihat sebuah pesan rohani yang sangat kuat, yang hendak ditampilkan dari kisah Injil tersebut. Sebatang pohon ara yang tegah berdiri dan penuh dengan dauh hijau jelas membawa harapan bagi orang-orang yang mencari buah pada pohon tersebut. Analogis dengan itu, Bait Allah di Yerusalem, yang menjadi pusat kerohanian Bangsa Israel, juga menjadi tanda harapan bagi orang-orang yang mencari jalan kebenaran. Namun sejauh ini, orang tidak mengalami banyak berkat dari kokoh dan tegaknya Bait Allah. Yang mereka alami ialah beban hukum yang menindas, kemunafikan para imam, ahli Taurat dan orang Farisi, pelecehan tempat ibadah yang dijadikan usaha oleh kalangan tertentu. Dengan kata lain, harapan tinggal harapan, ketika janji itu tidak pernah diwujudkan. Daun hijau pohon ara tinggal sebuah janji jika tak ada buah yang muncul. Keagungan Bait Allah Yerusalem tinggal sebuah simbol keangkuhan, jika tak ada kebaikan yang dilahirkan untuk menjadi inspirasi hidup bagi banyak orang.

Saya teringat akan aneka pengalaman rohaniah yang telah saya lewati, yang telah membentuk saya menjadi orang baru. Ada banyak janji yang pernah saya buat di hadapan Tuhan dan sesama, tetapi janji itu tidak saya wujudkan. Orang-orang pun tidak lagi percaya kepadaku. Reputasi saya juga merosot, maka yang kuterima ialah penolakan dari mereka. Saya menyadari, bahwa janji yang tidak melahirkan tindakan konkrit hanya akan membawa kehancuran. Maka, tak ada alasan untuk menampilkan citra yang indah dan luhur, hanya supaya saya mengundang kekaguman orang. Tuhan menuntut tindakan konkrit, bukan sekedar niat bakti yang indah tetapi tak diwujudkan secara nyata. (ap)

  1. Sebagai orang beriman, pernahkan anda berjanji kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu bagiNya?
  2. Ketika anda lalai mewujudkanNya, apa jawaban Tuhan? Ketika anda mewujudkannya, apa jawaban Tuhan?

(c) 2015 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Jumat, 29 Mei 2015
   
 
ROH KEBENARAN AKAN MEMBERITAKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG AKAN DATANG
DAN IA AKAN MEMULIAKAN AKU
   
   
   
 
Sir 44:1.9-12 | Mzm 149:1-6a.9b | Mrk 11:11-26

 

Leluhur kita penuh belas kasihan, dan nama mereka dikenang sepanjang masa
(Sir 44:1.9-12)

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita, menurut urut-urutannya. Di antara mereka ada yang tidak diingat lagi, yang lenyap seolah-olah tidak pernah ada. Mereka itu seolah-olah tidak pernah dilahirkan, dan demikian pun nasib anak-anak mereka sesudahnya. Tetapi yang lain adalah orang kesayangan, yang kebajikannya itdak sampai terlupa. Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak mereka pun demikian pula keadaannya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R: 4a)

Ref: Tuhan berkenan kepada umat-Nya.

  1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lalgu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
  2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
  3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Percayalah kepada Allah! (Mrk 11:11-26)

Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke bait Allah, dan meninjau semuanya. Tetapi karena hari sudah hampir malam, ia keluar ke Betania bersama kedua belas muridNya. Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka Yesus berkata kepada pohon itu, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Ucapan itu terdengar pula oleh para murid.
Maka Yesus dan murid-muridNya tiba di Yerusalem. Sesudah masuk ke bait Allah, mulailah Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkanNya, dan Ia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, “Bukankah ada tertulis: RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!” Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu. Maka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus. Tetapi mereka takut kepadaNya, sebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaranNya.
Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat, dan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu, ‘Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut,’ maka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi. Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kalian minta dan kalian doakan, akan diberikan kepadamu, asal kalian percaya bahwa kalian akan menerimanya. Dan jika kalian berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kalian tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge