Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2015
  MASA BIASA PEKAN 8
   
Oleh Iman Visi Manusia Dibaharui Kristus

SEBAGAI manusia, kita mengembangkan bakat-bakat kita agar kita dapat menata hidup dan menyiapkan masa depan yang baik bagi keluarga kita. Sadar atau tidak, dirumuskan secara tertulis atau tidak, setiap orang telah memiliki visi hidupnya sendiri, yang ingin dicapai dengan berbagai cara yang ada dalam jangkauannya. Pendidikan membuka mata kita akan banyak kemungkinan hidup dengan cara-cara yang bermartabat, aneka profesi yang menuntut keahlian khusus, penghasilan yang dapat ditingkatkan melalui berbagai usaha yang memungkinkan peningkatan taraf hidup, bahkan bisa mendatangkan kemewahan. Tanpa menilai mana yang baik mana yang buruk, semua itu bertumbuh karena sebuah impian, yakni setiap orang ingin mewujudkan diri sebagai pribadi yang bermartabat. Pertanyaan bagi kita saat ini ialah, apa sesungguhnya arti hidup yang bermartabat itu?

Bagi umat Kristiani, hidup yang bermartabat itu artinya hidup sesuai dengan kasih karunia Tuhan yang memberikan diriNya untuk keselamatan umat manusia. Oleh dosa, manusia terancam kehancuran. Tuhan mewahyukan diri dengan berbagai cara untuk menyadarkan umat beriman, bahwa belas kasih Tuhan tidak sirna dan pintu keselamatan tetap terbuka. Kita bebas untuk memilih, mengikuti jalan keselamatan atau tidak. Namun bagi yang memilih untuk mengikuti jalan Tuhan, ada tuntutan yang harus dipenuhi, yakni membebaskan diri dari nilai-nilai dunia dan memusatkan perhatian pada tawaran keselamatan. Itulah sesungguhnya yang dimaksudkan Yesus ketika menjawab pertanyaan Petrus, tentang apa yang para murid peroleh karena mereka sudah meninggalkan segala-galanya demi iman..

Jalan keselamatan itu terbuka lebar, setiap orang bebas untuk menerima atau menolak. Hendaknya kita merenungkan dengan seksama tawaran Kristus lalu mengambil sikap. Jika kita ingin turut serta dalam keselamatan itu, sudah saatnya kita menentukan langkah, dengan cara apa kita turut meninggalkan dunia dan mengikuti Kristus. (ap)

  1. Apakah anda merasa telah berkorban demi Kristus?
  2. Di dalam korban diri tersebut, nilai-nilai apa yang meneguhkan martabat diri anda sebagai orang Kristiani?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 2 3 4 5
  Selasa, 26 Mei 2015
   
 
ROH KEBENARAN AKAN MEMBERITAKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG AKAN DATANG
DAN IA AKAN MEMULIAKAN AKU
   
   
   
 
Sir 35:1-12 | Mzm 50:5-8.14.23 | Mrk 10:28-31

 

Mentaati perintah Tuhan sama dengan kurban keselamatan (Sir 35:1-12)

Memenuhi hukum Tuhan itu sama dengan mempersembahkan banyak kurban, dan memperhatikan segala perintah Tuhan itu sama dengan mempersembahkan kurban keselamatan. Membalas kebaikan hati orang sama dengan mempersembahkan kurban sajian, dan memberi derma sama dengan menyampaikan kurban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan dan menolak kelaliman, itu sama dengan kurban penghapus dosa. Janganlah tampil di hadirat Tuhan dengan tangan kosong, sebab semuanya wajib menuruti perintah Tuhan. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan akan kurban orang yang jujur, dan takkan melupakannya.
Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kau sedikitkan. Bawalah pemberianmu dengan muka riang, dan dengan suka hati sertakanlah bagian sepersepuluh menjadi barang kudus. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi sesuai dengan apa yang diberikan-Nya kepadamu: itupun harus dengan murah hati dan seturut penghasilanmu. Sebab Tuhan pasti membalas, dan akan membalas engkau tujuh kali lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak akan Ia terima! Jangan menaruh harapan pada kurban kelaliman. Sebab Tuhan adalah hakim yang tidak memihak.

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:5-6.7-8.14.23; R: 23b)

Ref: Orang yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  1. “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!” Maka langit memberitakan keadilan-Nya: Allah sendirilah Hakim!
  2. “Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarkanlah, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapanku!
  3. Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah!

Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat, dan di masa datang menerima hidup
yang kekal
(Mrk 10:28-31)

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge