Januari 2014 |
|
MASA BIASA |
|
|
|
| |
|
| Benih kecil itu bertumbuh diam-diam lalu berkembang menjadi pohon besar yang memberi kehidupan bagi makhluk lain. |
NAMA SIMON BUIS akan selalu melekat di hati banyak umat Katolik Bali. Setelah empat tahun berkarya di tengah umat di Tuka, Bali, Simon Buis memutuskan sebuah langkah radikal. September 1940, bersama dengan 24 pria, ia membuka hutan di kawasan Bali Barat, seijin pemerintah waktu itu. Perlahan-lahan, keluarga-keluarga Katolik Tuka beralih ke daerah baru tersebut. Inilah awal pembentukan komunitas Katolik yang kini dikenal dengan nama Palasari (Piskati, K. & Riberu, J. Nusa Tenggara: setengah abad karya misi SVD, 1913-1963. Ende: Nusa Indah, 1966. hal. 37). Komunitas kecil ini kemudian berkembang menjadi jantung kekatolikan Keuskupan Denpasar dan telah menghasilkan banyak kader iman, baik awam maupun imam dan biarawan-wati.
Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu seperti biji kecil yang jatuh ke tanah, bertunas, bertumbuh dan mengeluarkan buah. Bagaimana itu terjadi tidak ada yang tahu, hanya Tuhan saja. Yang dialami umat manusia ialah benih kecil itu menghasilkan buah yang banyak dan berguna bagi banyak orang. Yesus melaksanakan apa yang diajarkannya ini dengan membentuk komu-nitas kecil orang yang percaya kepada pewarta-anNya. Mereka digembleng olehNya namun di-pelihara dan dibesarkan oleh Bapa. Iman yang tertabur berkembang dalam keheningan namun dengan pasti membaharui dunia.
Masih adakah benih kecil itu ditengah hidup kita masa kini? Benih itu tetap ada dalam niat baik di hati banyak orang, tetapi tantangan yang menghimpitnya jauh lebih banyak dan berbahaya, seperti kebebasan tanpa batas, konsumerisme, gaya hidup instan dan sebagainya. Semua hal ini dapat mematikan benih kecil kebaikan hati ma-nusia dan penyerahan diri kepada Tuhan. Kewa-jiban kita sebagai umat beriman ialah memelihara benih kecil itu agar tetap hidup, menyemaikan-nya di ladang iman. Kita berharap agar Tuhan sendiri yang membesarkannya dan menjadi pem-baharu bagi dunia. Inilah misi kita masa kini. (ap)
- Sadarkah anda, kalau kebaikan hati anda itu adalah benih kecil bagi Kerajaan Allah?
- Apa yang anda lakukan, sehingga keluarga anda menjadi tempat persemaian yang subur bagi benih kecil, seperti anak-anak anda?.
(c) aurelius pati soge - bbss 2010) |
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
St. Yohanes Bosco |
|
|
| |
Jumat, 31 Januari 2014 |
|
MARI, IKUTILAH AKU, DAN KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
2 Sam 11:1-2.4a.5-10a.13-17 | Mzm 51:3-7.10-11 |
Mrk 4:26-34 |
|
|
|
Daud menghina Allah dengan mengambil isteri Uria menjadi isterinya (2 Sam 11:1-2.4a.5-10a.13-17)
Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa, pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi. Wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: "Aku mengandung."
Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab dan mengatakan, "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, "Pergilah ker umahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istan, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depaan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian, "Uria tidak pergi ke rumahnya."
Keesokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam, keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian, "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengudurkan diri dari padanya supaya ia terbunuh,"
Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang kita itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud, juga Uria, orang Het itu, mati.
|
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-7.10-11; R: 3a)
Ref: Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami orang berdosa.
- Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!
- Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
- Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukumanMu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
- Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajahMu dari dosaKu, hapuskanlah segala kesalahanku!
|
|
Kerajaan Surga seumpama orang yang menaburkan benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu (Mrk 4:26-34)
Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.”
Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-muridNya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
|
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |