Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Jangan berpikir negatip ketika orang melakukan sesuatu yang anda sendiri tak bisa melakukannya

SATU ANJURAN umum yang sering saya dengar ialah, berusaha untuk selalu berpikir positip di saat menghadapi peristiwa apapun, walaupun peristiwa itu mungkin menyakitkan, tidak disukai, atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh kebenarannya. Orang yang berpikir positip tidak berarti pasip terhadap pelanggaran norma-norma umum, tetapi terbuka pada kemungkinan lain yang juga bisa membawa kebenaran. Tak ada sesuatu yang di dunia ini sungguh-sungguh sempurna. Sambil selalu berpegang pada nilai-nilai umum, orang diajak untuk belajar menerima fakta, bahwa kebenaran dapat datang dari mana saja, dan apa yang sekarang ini dipandang sebagai kebenaran tak tergoyahkan, di masa depan bisa digugat oleh banyak orang karena perubahan nilai.

Ketika Yesus melihat orang lumpuh dihadirkan di depanNya, belas kasih Ilahi yang hendak diungkapkanNya, dinyatakan dalam dua tahap. Pertama, belas kasih yang menyentuh jiwa, kerohanian. "Hai anakKu, dosamu sudah diampuni", kata Yesus. Banyak orang tidak mengerti, tetapi Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Di tahapan ini, orang-orang terpandang Yahudi, yakni ahli Taurat, mengalami pergolakan. Yang berkuasa memberi pengampunan dosa itu hanya Tuhan. Berarti Yesus menyamakan diri dengan Tuhan. Itu penghujatan besar pada Tuhan. Ia bisa dihukum mati. Tetapi Yesus justru melakukan itu untuk maju ke tahap berikut, yakni penyembuhan badaniah. Ternyata, penyembuhan badaniah ini tidak ditolak oleh para ahli Taurat tersebut.

Ahli Taurat terjebak dalam pemahaman yang dangkal, karena ia hanya melihat dari segi aturan hukum. Hukum bernilai lebih tinggi daripada nilai-nilai kemanusiaan. Pada sisi lain, keselamatan manusia lebih bernilai tinggi di mata Yesus. Bagi Yesus, keselamatan itu harus menyeluruh, baik badan maupun jiwa. Maka pertolongan badaniah haruslah dilengkapi dengan pertolongan rohaniah, demikian juga sebaliknya. Ahli Taurat itu tidak dapat sampai ke pengalaman mistik ini, karena ia tidak membuka diri pada kemungkinan lain akan adanya pewahyuan kebenaran Ilahi.

Menanggapi pengalaman Yesus ini, mari kita senantiasa bersikap positip dan selalu membuka diri pada kemungkinan adanya tahapan pewahyuan diri Allah yang selama ini tak kita saksikan. Ingatlah selalu, Tuhan dapat memilih apapun atau siapa pun untuk menyampaikan rencanaNya. (ap)

  1. Apalah pertolongan Allah aas dirimu menyentuh kedua aspek ini: badan dan jiwa?
  2. Apa tanggapan anda? Apakah sesuai dengan semangat keterbukaan yang dianjurkan Yesus?
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  Santo Antonius, Abbas
 
 
Jumat, 17 Januari 2014
 
INILAH PUTERA KESAYANGANKU,
IA BERKENAN DI HATIKU
 
 
 
 
 
1 Sam 8:4-7.10-22a | Mzm 89:16-19 | Mrk 2:1-12
 

Kalian akan berteriak karena rajamu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kalian
(1 Sam 8:4-7.10-22a)

Sekali peristiwa berkumpullah semua tua-tua Israel. Mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya. "Engkau sudah tua, dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau. Maka angkatlah sekarang seorang raja untuk memerintah kami, seperti halnya dngan segala bangsa lain." Waktu mereka berkata: 'Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami', Samuel menjadi kesal hati. Maka berdoalah Samuel kepada Tuhan. Tuhan bersabda kepada Samuel, "Dengarkanlah perkataan bangsa itu! Segala hal yang mereka katakan kepadamu, turutilah! Sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Aku lah yang mereka tolak! Maksud mereka: janganlah Aku menjadi raja atas mereka."
Samuel menyampaikan segala sabda Tuhan kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya. Kata Samuel, "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kami: Anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada kereta dan pada kuda, dan mereka harus berlari di depan keretanya. Ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh. Mereka harus membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; mereka harus membuat senjata dan perkakas keretanya. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, dari kebun anggur dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawainya; dari gandum dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawai istana dan kepada pegawai-pegawainya yang lain. Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambil sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karaena raja yang kamu inginkan itu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kamu."
Tetapi bangsa itu tidak mau mendengarkan perkataan Samuel. Mereka bersikeras, "Tidak, kami harus punya raja. Biar kami pun sama seperti segala bangsa lain! Raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang. Samuel mendengar perkataan bangsa itu dan menyampaikannya kepada Tuhan. Tuhab bersabda kepada Samuel, "Turutilah permintaan mereka, dan angkatlah seorang raja bagi mereka."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 89:16-19; R: 2a)

Ref: Kasih setiaMu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selamanya.

  1. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajahMu; karena namaMu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilanMu mereka bermegah-megah.
  2. Sebab Engkau lah semarak kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami ditinggikan. Sebab milik Tuhanlah perisai kita, milik Yang Kudus, Israellah raja kita.
 

Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa (Mrk 2:1-12)

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepadaNya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hatiNya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah: mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’, atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah’? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” –lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu-: “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge