| |
|
| Jika semangat dan daya itu tidak dibaharui, anda tak akan mampu memenangkan peperangan rohani ini. |
PIALA DUNIA 2010, Afrika Selatan.
Perhatian dunia tertuju ke sana. Ketika tim-tim besar seperti Italia dan Perancis gugur di babak penyisihan, banyak orang kaget. Lalu Inggris, Brazil dan Argentina. Tiga tim Eropa menempati tempat teratas: Spanyol, Belanda dan Jerman. Menurut presiden UEFA (uni asosiasi sepak bola Eropa), Michael Platini, ketiga tim nasional ini sukses karena klub-klub liganya memakai banyak pemain muda setempat. Sukses pembinaan usia dini membuahkan dominasi tiga negara ini. Saya tidak mengerti pembinaan pemain sepak bola, tetapi ucapan Platini ini bisa dipahami. Ketika klub-klub mementingkan prestasi dengan membeli pemain asing, pemain lokal tak mendapat kesempatan tampil, padahal kematangan terasah di dalam kompetisi. Tim-tim nasional boleh mengharapkan prestasi kalau sukses membentuk pemain uda mereka.
Mengapa Yesus memilih para murid dari kalangan nelayan Galilea dan bukan dari lingkungan intelektual Yahudi? Yesus tidak memilih kaum Farisi dan ahli Taurat, karena mereka sudah terbentuk dalam pola berpikir mapan dan cenderung memandang semua pembaharuan sebagai unsur asing yang menggoncangkan iman. Yesus memilih para nelayan sederhana itu karena mereka bisa dibentuk dalam kerangka iman yang diwartakanNya. Di lingkungan Yahudi, semua orang mendapat pendidikan di sinagoga. Para rasul juga memperoleh pendidikan serupa. Namun sebagai nelayan, mereka tidak dibentuk dalam pendidikan intensip yang membuat mereka menjadi ahli agama. Usia mereka tidak muda, tapi dalam iman mereka masih muda. Dengan tim yang masih “muda” inilah Yesus bertekad merebut dunia dari kuasa maut.
Mari kita membuka diri selebar-lebarnya bagi kehendak Tuhan. Tinggalkan pola iman mapan dan kaku yang mementingkan aturan tapi mengabaikan cinta. Bukalah hati bagi pembaharuan. Belajarlah menjadi muda dan siap dibentuk. Dengan itu kita akan memenangkan peperangan rohaniah bersama dengan Kristus. (ap)
- Menurut anda, apa rencana Tuhan atas diri anda?
- Apa pengalaman spiritual yang membuat anda mengambil kesimpulan demikian?
(c) aurelius pati soge - bbss 2011) |
|
Aku tidak akan menjamah Saul, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan (1 Sam 24:3-21)
Pada suatu hari, Saul mengambil tiga ribu orang pilihan dari seluruh orang Israel lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul di kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, teapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, "Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatalah kepadanya apa yang kaupandang baik!" Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, "Dijauhkan Tuhan lah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan." Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengijinkan mereka bangkit menyerang Saul.
Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, "Tuanku Raja!" Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu ia berkata kepada Saul, "Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan. dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik lah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita. Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu."
Setelah Daud selesaia menyampaikan perkataan itu, berkatalah Saul, "Suaramukah itu, ya anakku, Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, "Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Talah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku. Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja, dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu."
|
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 57:2-4.6.11; R: 2a)
Ref: Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.
- Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepadaMu lah jiwaku berlindung. Di bawah sayapMu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.
- Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku. Kiranya Ia mengirimkan utusan dari surga dan menyelamatkan aku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku. Semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaranNya.
- Bangkitlah mengatasi langit, ya allah! Biarlah kemuliaanMu meliputi seluruh bumi! Sebab kasih setiaMu menjulang setinggi langit, dan kebenaranMu setinggi awan gemwan.
|
Yesus memanggil orang-orang yang dikehendakiNya untuk menyertai Dia (Mrk 3:13-19)
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepadaNya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutusNya memberitakan Injil dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkanNya itu ialah: Simon, yang diberiNya nama Petrus; Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
|