Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Mundurlah sejenak dari kesibukan, carilah peneguhan dalam kehenigan bersama Tuhan.

AGUSTUS 2012, saya mengadakan retret pribadi, di Good Shepherd Retreat House, Marymount, Singapore. Di tengah kota internasional yang sibuk ini ternyata ada oasis rohani yang menawarkan keheningan bagi yang membutuhkan. Bersama saya, ada juga beberapa orang profesional yang menarik diri sejenak dari kesibukan kerja untuk merenung. Beberapa tidak beragama Katolik. Kesunyian retret itu memberi energi baru untuk tugas di hari depan. Retret ibarat sebuah proses charge bateri yang sudah lemah. Mundur sejenak untuk menghadapi hidup dengan kekuatan baru.

Sesudah konfrontasi yang pahit dengan kaum Farisi dan ahli Taurat di rumah ibadat, Yesus menarik diri ke tepi danau Genasaret. Apakah Dia takut? Tidak! Yesus sangat siap menghadapi konsekuensi pelayanannya. Ia mundur karena waktunya belum tiba. Akan tetapi dalam langkah mundur itu pun orang-orang tetap mencari Dia. Mereka datang dari Yerusalem, Yudea, Idumea, Trans Yordan, bahkan Tirus dan Sidon. Itu berarti kharisma Yesus jauh lebih kuat daripada ketataan ritual para pemimpin agama. Inilah sesungguhnya ziarah Sang Penebus, yakni berjalan bersama mereka yang menantikan pembebasan. Di dalam pengembaraan itu mereka mengalami kasih Tuhan yang menyelamatkan.

Jenuh dengan irama hidup sehari-hari? Mari sejenak menarik diri dan menyepi bersama Tuhan. Rasakan kehadiran Tuhan di tengah keindahan bunga-bunga liar, di semilir angin sejuk pegunung-an atau desah ombak pantai. Pandanglah kemuliaan Tuhan ketika mentari terbit atau terbenam, ketika burung berkicau, dalam gelak tawa orang-orang atau senda gurau bersama sahabat. Mencari Tuhan tak perlu harus berziarah jauh melintasi pulau, negara dan benua. Mencari Tuhan yang paling efektif justru ketika bercermin pada suara hati. Di sana Tuhan membisikkan kata-kata cintaNya.

Semua pergolakan hidup adalah realitas yang harus dihadapi. Kita bisa mengatasi semuanya, bisa juga gagal. Jangan berambisi membaharui dunia dalam waktu dua hari. Carilah peneguhan dalam nama Tuhan. Seperti Kristus, kita pun perlu menarik diri sejenak dan merenung, untuk menghimpun daya baru. Dengan semangat baru kita akan lebih berani menghadapi tantangan yang menghadang. (ap)

  1. Apakah anda memerlukan keheningan di tengah kesibukan anda?
  2. Menurut anda, apa makna keheningan itu? Bagai-mana cara Tuhan berbicara di sana?

(c) aurelius pati soge - bbss 2013)

           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PEKAN KE-2
 
 
Kamis, 23 Januari 2014
 
AKU TELAH MELIHATNYA, MAKA AKU MEMBERI KESAKSIAN: DIA INI LAH ANAK ALLAH
 
 
 
 
 
1 Sam 18:6-9; 19:1-7 | Mzm 56:2-3.9-13 | Mrk 3:7-12
 

Saul berikhtiar membunuh Daud (1 Sam 18:6-9; 19:1-7)

Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gemerincing. Dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, "Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu, akhir-akhirnya jabatan raja itu akan jatuh kepadanya."
Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, "Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di dana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempat itu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya lalu memberitahukannya kepadamu."
Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, "Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel. Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tak bersalah, dengan membunuh Daud tanpa alasan?" Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, "Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh!"
Lalu Yonatan memanggil Daud dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan ia bekerja padanya seperti semula.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 56:2-3.9-13; R: 5bc)

Ref: Kepada Allah aku percaya dan tidak takut.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku! Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi.
  2. Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku, air mataku Kautaruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaucatat? Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru.
  3. Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku. Kepada Allah, yang firmanNya kupuji, kepada Tuhan, yang sabdaNya kujunjung tinggi.
  4. KepadaNya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Nazarku kepadaMu, ya Allah, akan kupenuhi, dan kurban syukur akan kupersembahkan kepadaMu.

Roh-roh jahat berteriak, “Engkau Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia (Mrk 3:7-12)

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-muridNya dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan dan dari daerah Tirus serta Sidon, datanglah banyak orang kepadaNya sesudah mereka mendengar segala yang dilakukanNya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-muridNya menyediakan sebuah perahu bagiNya agar jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka, sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah olehNya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapanNya dan berteriak, “Engkau Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge