Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Mengapa orang harus bertobat?

MENGAPA saya mesti mengaku dosa? Demikian pertanyaan yang sampai ke telingaku, ketika mengunjungi sejumlah orang lanjut usia di sebuah panti jompo. Pendamping rohani mereka menyampaikan kepadaku, kalau ada beberapa yang ingin mengaku dosa. Ketika saatnya tiba, seorang pria sama sekali menolak membuat pengakuan dosa. Tentu saja penolakannya tetap dihargai dan dia tidak membuat pengakuan. Beberapa temannya bertanya, mengapa, padahal ia yang pertama menganjurkannya. "Saya mau bertobat tetapi bukan mau membuat pengakuan", demikian katanya. Namun ketika teman-temannya berceritera tentang perasaan damai yang ada di dalam hati mereka sudah pengakuan itu, ia pun ingin melakukannya juga. Walaupun mangkel, aku bersedia mendengarkannya juga. Melalui dialog itu, ia lalu menemukan makna pengakuan, bukan sebagai sebuah pengadilan tetapi sebuah kesempatan mengalami kehadiran Tuhan yang berbels kasih. "Aku hampir mengkhianati Tuhanku", katanya sambil meneteskan air mata.

Mengapa kita mesti bertobat? Yesus memberi sebuah motivasi yang dalam. "Karena Kerajaan Surga sudah dekat", kataNya. Bertobat bukan sebuah cara menghindari hukuman melainkan pengalaman suka cita. Walaupun kita ini orang berdosa, Tuhan tak pernah menutup pintu bagi kita. Selalu da kesempatan bagi kita untuk mengambil bagian dalam keselamatan. Pintu masuk adalah pertobatan tadi. Dengan demikian, pertobatan hendaknya dilakukan, bukan karena ketakutan akan hukuman Tuhan tetapi terutama karena kerinduan untuk merasakan cinta Tuhan. Ketika cinta Tuhan sudah merajai hati kita, pembaharuan diri akan berjalan secara alamiah.

Mengapa kita mesti bertobat? Pertanyaan itu hendaknya senantiasa kita dengungkan dari waktu ke waktu. Hidupilah rahmat tobat. Semoga dengan itu kita menuntun sesama ke dalam pengalaman rahmat serupa, agar sukacita iman menjadi karunia bersama. (ap)

  1. Seberapa sering anda membuat pengakuan dosa?
  2. Apa pengalaman yang paling mengesankan dari pengakuan dosa yang pernah anda lakukan?
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PEKAN 1
 
 
Senin, 13 Januari 2014
 
INILAH PUTERA KESAYANGANKU,
IA BERKENAN DI HATIKU
 
 
 
 
 
1 Sam 1:1-8 | Mzm 116:12-14.17-19 | Mrk 1:14-20
 

Hana sedih karena tidak mempunyai anak (1 Sam 1:1-8)

Ada seorang pria dari Ramataim-Zofim di pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. Ia mempunyai dua isteri, yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina. Penina mempunyai anak tetapi Hana tidak. Setiap tahun Elkana pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah Tuhan semesta alam dan mempersembahkankorban kepadaNya di Silo. Di sana yang menjabat imam Tuhan ialah kedua anak Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Setiap kali Elkana mempersembahkan kurban, diberikannya kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing satu bagian. Tetapi Hana, yang sebenarnya lebih dikasihinya, hanya mendapat satu bagian juga, sebab Tuhan telah menutup kandungannya. Karena Tuhan telah menutup kandungan Hana, Penina selalu menyakiti hatinya, supaya Hana gusar.
Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun. Setiap kali Hana pegi ke rumah Tuhan, Penina menyakiti hatinya, sehingga Hana menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya berkata kepada Hana, "Hana, mengapa engkau menangis? Dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?"

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 116:12-14.17-19; R: 17a)

Ref: Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu.

  1. Bagaimana akan kubals kebapa Tuhan segala kebaikanNya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
  2. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umatNya. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepadaMu dan akan menyerukan nama Tuhan.
  3. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umatNya, di pelataran rumah Tuhan, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem.
 

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil (Mrk 1:14-20)

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil !” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala ke danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manu-sia.” Mereka segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalan-Nya sedikit lagi, dilihatNya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka me-ninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge