Januari 2014 |
|
MASA BIASA |
|
|
|
| |
|
| Hadapilah kenyataan hidup dengan identitas dirimu sendiri, bukan dengan barang pinjaman |
BEBERAPA KALI saya mengikuti perdebatan tentang ajaran iman Kristiani di dunia maya, internet. Dari interaksi tersebut, ada banyak hal yang tidak berguna, namun saya juga banyak menemukan informasi-informasi yang sangat memperkaya. Informasi tersebut saya olah dan saya jadikan sebagai pengetahuan pribadi, yang sangat berguna ketika terjun ke dalam dialog ekumenik dengan gereja-gereja lain, atau dialog lintas iman dengan agama-agama lain. Di saat yang sama, saya pernah juga menemukan sejumlah orang yang juga ingin melibatkan diri ke dalam dialog-dialog tersebut, akan tetapi muaranya tidak terlalu menggembirakan. Mereka terjebak dalam debat apologetik, dan sayangnya mereka tidak mampu menjelaskan ajaran iman Kristiani. Dengan bantuan internet, mereka menjaring aneka informasi agar dapat mempertahankan imannya. Tetapi, karena informasi tersebut dijaring mentah-mentah, tak pernah dicari pembandingnya, dan terutama tak pernah diolah sehingga menjadi miliki sendiri, terlihat jelas kalau mereka tak yakin dengan apa yang disampaikannya.
Ketika Yesus mulai mengajar di depan orang banyak, Ia serta merta merebut perhatian mereka. "Ia mengajar dengan penuh kuasa, dan orang-orang takjub mendengarkanNya", demikian kata Injil Markus. Yesus juga melengkapi kuasa mengajarNya itu dengan kuasa mengusir setan dari orang-orang yang kerasukan. Maka Yesus tampil sebagai pribadi yang luar biasa. Ia berkuasa dalam perkataan, karena dapat menggugah hati orang-orang sehingga masuk ke dalam pembaharuan diri, untuk membangun pola hidup iman secara baru. Ia berkata dalam perbuatan, karena kata-kataNya yang penuh kuasa sanggup mengusir setan-setan yang menguasai orang. Pertanyaan yang muncul ialah, bagaimana Yesus mampu melakukan semuanya itu? Pertama-tama, hendaklah kita menyadari, bahwa Yesus tidak meminjam kuasa dari pribadi lain, melainkan menggunakan kuasa yang ia miliki. Ia bersabda dan bertindak dari kuasaNya. Kuasa yang melekat pada diriNya itulah yang menampilkan energi unik yang memukau banyak orang.
Bertolak dari pengalaman iman ini, mari kita memupuk kemauan untuk terus berusaha menanam pesan-pesan Sabda Tuhan di dalam hati kita. Refleksi dan meditasi yang teratur dilakukan akan membuat hati kita diresapi oleh Sabda Tuhan. Ketika Sabda itu sudah sangat meresap di hati kita, tingkah laku kita akan diarahkan oleh Sabda itu. Bukankah itu cara yang lebih efektif untuk mewartakan keselamatan? (ap)
- Apakah anda meluangkan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan setiap hari?
- Sejauh mana anda merasa, bahwa hati dan budi yang diresapi oleh Firman Tuhan itu sangat penting untuk hidup anda?
|
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PEKAN 1 |
|
|
| |
Selasa, 14 Januari 2014 |
|
INILAH PUTERA KESAYANGANKU,
IA BERKENAN DI HATIKU |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
1 Sam 1:9-20 |
1 Sam 2:1.4-8 |
Mrk 1:21b-28 |
|
|
|
Tuhan mengabulkan doa Hana, dan ia melahirkan Samuel (1 Sam 1:9-20)
Sekali peristiwa, setelah keluarga Elkana makan dan minum di rumah Allah di Silo, berdirilah Hana, isteri Elkana, sedang Imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu Bait Suci Tuhan. Dengan pedih hati Hana berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. Kemudian Hana bernazar dan berseru, "Tuhan semesta alam, jika Engkau sungguh-sungguh memperhatikan sengsara hambaMu ini, dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hambaMu ini, tetapi memberikan kepada hambaMu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan untuk seumur hidupnya. Dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
Hana terus menerus berdoa di hadapan Tuhan, dan Eli mengamati-amati mulutnya. Oleh karena Hana berdoa dalam hati dan hanya bibirnya saja yang bergerak-gerak, sedangkan suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka Hana itu mabuk. Eli lalu berkata kepadanya, "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Sadarkanlah dirimu dari mabukmu itu." Tetapi Hana menjawab, "Tidak, Tuanku, aku tidak minum anggur atau pun minuman yang memabukkan. Aku ini seorang wanita yang sangat bersusah hati. Aku sedang mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan. Janganlah anggap hambamu ini seorang wanita dursila. Karena besarnya cemas dan sakit hatiku, aku berdoa demikian lama." Maka Eli berkata kepada Hana, "Pergilah dengan selamat, dan semoga Allah Israel memberikan kepadamu apa yang engkau mohon kepadaNya." Maka berkatalah Hana, "Semoga hambamu ini mendapat belas kasih dari padamu." Maka keluarlah Hana. Ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
Keesokan harinya, Elkana dan seluruh keluarga bangun pagi-pagi. Mereka sujud menyembah di hadapan Tuhan, lalu pulang ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, Tuhan ingat kepadanya. Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberina nama Samuel, sebab katanya, "Aku telah memintanya dari Tuhan."
|
|
Mazmur Tanggapan (1 Sam 2:1.4-8; R: 1a)
Ref: Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.
- Hatiku bersukaria karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolonganMu.
- Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi orang yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
- Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke alam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan dan meninggikan juga.
- Ia menegakkan orang hina dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.
|
|
Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa (Mrk 1:21b-28)
Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.”Tetapi Yesus menghardiknya, kataNya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepadaNya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
|
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |