Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA NATAL  
 
 

Di hadapan Tuhan, keagungan manusia sama sekali tak berarti.

SEORANG PERWIRA MILITER yang menjadi tokoh di lingkungannya menghadiri upacara kaul kekal sejumlah biarawan SVD. Sebagai tokoh yang dituakan dan sangat dihargai keluarganya, ia didaulat menjadi wakil keluarga-keluarga untuk membawakan doa penyerahan para biarawan muda yang hendak berkaul itu. Ia setuju untuk peranan itu. Sesudah homili, sebelum upacara kaul, ia maju ke depan semua yang berkaul, mewakili seluruh keluarga, menyampaikan satu dua kata pengantar sebelum mengakhirinya dengan doa penyerahan. Ia nampak tegar, berwibawa dan percaya diri. Ternyata tidak sampai dua menit, keharuan menguasai dirinya. Ia menangis di depan semua orang. Walaupun ia berhasil menyelesaikan tugasnya, ia harus tertatih-tatih. Sesudah semuanya berakhir, ketika suasana sudah santai, seorang imam iseng bertanya, mengapa sampai ia menangis. "Tuhan itu terlalu besar", katanya, "kebesaran kita tak ada artinya di depan Tuhan. Saya baru sadar, kalau Dia sudah mengambil anak-anak itu, apa artinya doa penyerahan dari saya? Bukankah ia lebih berkuasa atas diri kita? Ia mengambil apa yang menjadi hakNya, siapa aku sehingga menyerahkan mereka kepadaNya?"

Tuhan itu terlalu agung, kebesaran kita tak ada artinya di depan Dia! Agaknya ide serupa muncul di kepala tiga raja (sarjana) dari Timur yang mencari Yesus mengikuti petunjuk bintangNya. Di depan Yesus mereka bersujud. Di depan Yesus, dalam lingkungan keluarga miskin, mereka menanggalkan segala kebesaran dan kemuliaan duniawi yang mereka miliki, seperti kekuasaan, pengetahuan, kebijaksanaan, kemashyuran, dan sebagainya. Di hadapan Tuhan, mereka "telanjang", tak ada sesuatu yang tersisa, dan karya Tuhan itu yang membentuk mereka menjadi manusia baru. Pengakuan atas kuasa Tuhan muncul dalam persembahan mereka: emas, kemenyan dan minyak mur. Emas menyiratkan Yesus sebagai raja, kemenyan menyiratkan Yesus sebagai imam, dan mur menyiratkan Yesus sebagai nabi. Raja, imam dan nabi, terlebur dalam satu pribadi, Yesus, Sang Mesias, bayi kecil yang bertumbuh dan membaharui dunia.

Di hadapan Tuhan, keagungan kita tak ada artinya. Inilah mentalita dasar yang perlu kita miliki sebagai orang beriman. Pada hari raya penampakan Tuhan ini, umat Kristiani diajak untuk merenungkan karunia Tuhan yang diberikan kepada mereka. Pertama ialah karunia kehidupan. Setiap tarikan nafas, setiap denyut jantung, setiap aliran darah, adalah karunia Tuhan. Tak ada seorang pun yang berkuasa memutihkan rambutnya atas kehendaknya sendiri. Kedua, karunia pengetahuan. Kita dikarunia akal budi yang kita pergunakan untuk mengembangkan diri dan membaharui dunia. Usaha maksimal mengembangkan talenta tidak harus mengorbankan kesadaran akan peranan Tuhan. Ketiga, karunia iman. Dengan iman, kita selalu berada dalam komunikasi yang terus menerus dengan Tuhan. Kita membuka pintu hati kita lebar-lebar untuk karya Tuhan. Dan akhirnya karunia melayani, di mana kita menjabarkan karunia Tuhan ke dalam bentuk konkrit sehingga menjadi berkat bagi banyak orang.

Mari berhimpun di seputar Yesus dan menghormati Dia. (ap)

  1. Apa wujud keagungan manusiawi yang anda inginkan?
  2. Apakah anda merasa nilai tersebut layak diperjuangkan? Di mana tempat Tuhan di dalam seluruh perjalanan hidup anda?
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
 
 
Minggu, 5 Januari 2014
 
SABDA ITU TELAH MENJADI MANUSIA
DAN TINGGAL DI ANTARA KITA
 
 
 
 
 
Yes 60:1-6 | Mzm 72:1-2.7-8.10-13.17 | Ef 3:2-3a.5-6 | Mat 2:1-12
 

Kemuliaan Tuhan terbit atasmu (Yes 60:1-6)

Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi umi dan kekelaman menutupi bangsa-bngsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaanNya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, danak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralik kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan-perbuatan masyhur Tuhan.

 

Mazmur Tanggapan (Mz 72:1-2.7-8.10-13; R: 11)

Ref: Kiranya segala bangsa menyembah Engkau, ya Tuhan.

  1. Ya Allah, berikanlah hukumMu kepada raja dan keadilanMu kepada putera raja. Kiranya ia mengadili umatMu dengan keadilan dan menghakimi orang-orangMu yang tertindas dengan hukum!
  2. Kiranya keadilan berkembang pada zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
  3. Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Sheba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya.
  4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
 

Rahasia Kristus kini telah diwahyukan da para bangsa menjadi pewaris perjanjian
(Ef 3:2-3a.5-6)

Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan para nabiNya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahliwaris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.

 

Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja (Mat 2:1-12)

Pada jaman pemerintahan Raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Di manakah Raj Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangnya di ufuk Timur dan kami datang untuk menyembah dia.”
Mendengar hal itu terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat Bangsa Yahudi lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab suci, ‘Dan engkau Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamu lah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatKu Israel.’Lalu dengan diam-diam Heodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bitang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah dan selidikilah dengan saksama hal ihwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku segera agar aku pun datang menyembah Dia.
Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian karena diperingatkan dalam mimpin supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge