Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Kalau kita sendiri orang berdosa, mengapa kita begitu keras menghakimi orang lain?

BEBERAPA waktu lalu, Paus Fransiskus membuat pernyataan yang mengudang perdebatan, baik di dalam Gereja maupun di dalam masyarakat umum. Dalam konperensi pers di pesawat dalam perjalanan dari Rio de Janeiro ke Roma, setelah menghadiri acara World Youth Day, Paus Fransiskus dikabarkan membuat pernyataan ini, "Jika seorang homoseks mencari Tuhan, siapakah aku ini sehingga berhak menilai?" Demikian diberitakan oleh CATHOLIC HERALD, Senin, 29 Juli 2013. Ada banyak penafsiran yang berkembang. Media-media sekuler mainstream cenderung memanipulasi berita tersebut untuk mendukung legalisasi eksistensi LFBT (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender). Media-media Catholic konservatif berusaha "meluruskan" kata-kata Paus. Banyak pendapat positip, banyak juga yang negatip. Tapi satu hal yang pasti, pesan dasar yang disampikan oleh Paus Fransiskus, ialah bahwa Gereja membuka pintu lebar-lebar bagi semua orang yang berniat tulus mencari Tuhan.

Sesungguhnya pesan Paus Fransiskus ini tidak lebih daripada penjabaran apa yang dilakukan Yesus selama pelayananNya di Israel. "Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang berdosa", kata Yesus dalam kutipan Injil hari ini. Ia konsekuen dengan pilihanNya itu, walaupun untuk itu ia harus berhadapan dengan konsekuensi penolakan oleh orang-orang Yahudi, terutama para pemimpin umat. Namun, di situlah sebetulnya terletak esensi perutusan Yesus. Ia datang untuk membawa keselamatan bagi semua orang. Dan orang yang paling membutuhkan adalah kaum pendosa. Mereka mungkin sudah kehilangan arah dalam jalan hidupnya, mereka juga mendapat penghakiman dari dunia yang menolak dan memojokan mereka. Yesus tampil sebagai penyelamat.

Menyejajarkan apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus dan Sabda Kristus, kita menemukan pesan yang sama, yakni Gereja kehilangan hakekatnya jika menutup pintu terhadap orang-orang yang tersingkir dari kehidupan sosial. Sebagai umat Kristus, mari kita mendukung Gereja dengan mengadopsi pola pikir serupa. Ingat, kita sendiri juga orang berdosa. Tak layak kita menilai orang lain, lebih daripada Tuhan sendiri. (ap)

  1. Siapakah orang terpinggirkan di lingkungan anda?
  2. Sebagai umat Tuhan, apakah anda berusaha untuk melakukan sesuatu bagi mereka, sehingga mereka pun mengalami kehadiran Tuhan yang menyelamatkan?
           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PEKAN 1 - pekan doa sedunia dimulai
 
 
Sabtu, 18 Januari 2014
 
INILAH PUTERA KESAYANGANKU,
IA BERKENAN DI HATIKU
 
 
 
 
 
1 Sam 9:1-4.17-19; 10:1a | Mzm 21:2-7 | Mrk 2:13-17
 

Inilah orang yang disebu-sebut Tuhan! Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umatNya (1 Sam 9:1-4.17-19; 10:1a)

Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kisy bi Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah. Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini punya anak laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya. Tidak seorang pun dari antara orang Israel lebih elok daripadanya. Ia lebih tinggi daripada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas. Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkaalah Kisy kepada Saul, anaknya, "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu." Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim; juga menjelajah tanah Shalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada. Kemudian mereka menejelajah tanah Benyamin tetapi tidak menemukannya.
Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk, bersabdalah Tuhan kepada Samuel, "Samuel, inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu. Inilah orang yang akan memegang tampuk pemerinahan atas umatKu." Sementara itu, Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata, "Maaf, di mana rumah pelihat itu?" Jawab Samuel kepada Saul, katanya, "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku, besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu."
Maka keesokan harinya, Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangkannyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata, "Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel. Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 21:2-7; R: 2a)

Ref: Ya Tuhan, karena kuasaMu lah raja bersukacita.

  1. Tuhan, karena kuasaMu lah raja bersukacita; betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.
  2. Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaru mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Hidup dimintanya dari padaMu dan Engkau memberikannya. Umur panjang untuk selama-lamanya.
  3. Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi. Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapanMu.
 

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Mrk 2:13-17)

Sekali peristiwa Yesus pergi ke pantai Danau Galilea, dan semua orang datang kepadaNya. Yesus lalu mengajar mereka. Kemudian ketika meninggalkan tempat itu, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama dengan Dia dan murid-muridNya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berkatalah mereka kepada murid-muridNya, “Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa!”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge