Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Persekutuan Gereja-gereja hanya akan tetap menjadi mimpi, jika kita tidak bertobat dan memulai pembaharuan diri sendiri.

PEKAN DOA SEDUNIA yang dimulai pada tanggal 18 Januari yang lalu ditutup hari ini, bertepatan dengan pesta bertobatnya St. Paulus. Peristiwa pertemuan dengan Yesus di gerbang kota Damaskus itu menjadi titik balik hidup Paulus. Sebelumnya ia seorang fanatik yang menganiaya umat Kristus. Oleh pertemuan itu ia menjadi seorang pewarta Kristus yang militan, berani menantang maut demi tegaknya Kerajaan Tuhan. Daya fanatisme yang sebelumnya dipergunakan untuk menyusahkan pengikut Kristus sekarang dipergunakan untuk menarik orang banyak menjadi pengikut Kristus.

Tugas yang diwariskan Yesus kepada semua orang beriman bertujuan menarik bangsa-bangsa ke dalam persekutuan iman akan Kristus yang menyelamatkan. Gereja dengan bangga menyatakan diri sebagai pewaris tugas mulia tersebut. Apakah Gereja sudah berhasil? Tak sepenuhnya. Alih-alih mempersatukan bangsa-bang-sa, Gereja sendiri mengalami perpecahan yang membuahkan pemisahan. Ada skisma Gereja Timur dan Barat di tahun 1054. Ada gerakan reformasi Luther yang membuahkan Gereja Protestan di tahun 1517. Raja Hendry VIII memisahkan Gereja Inggris diri dari Roma dan membentuk Gereja Anglikan di tahun 1534. Perpecahan-perpecahan tersebut bukanlah bentuk kesaksian yang baik bagi dunia, mengingat Yesus sendiri sebelum wafatNya berdoa bagi persekutuan umatNya. “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah meng-utus Aku” (Yoh 17:20-21).

Untuk tujuan inilah Gereja menggagas pekan doa sedunia. Apakah persekutuan gereja-gereja akan terwujud? Dalam skala formal, gerakan eku-menis melahirkan banyak kerja sama yang baik. Akan tetapi persekutuan penuh gereja-gereja masih jauh dari harapan. Dan untuk kita harus mulai dengan pembaharuan diri. Titik tolaknya ialah pertobatan. Seperti Santo Paulus memulai hidup baru pasca pertobatan, kita pun dapat memberi sumbangan bagi persekutuan Gereja, mulai dari pertobatan, pertama-tama secara pribadi lalu berkembang menjadi pertobatan keluarga, kelompok umat dan akhirnya seluruh Gereja.

Semoga gereja-gereja akhirnya merasakan manisnya persatuan dalam keanekaan. Pelangi itu indah karena berbeda warna. (ap)

  1. Apakah anda mengetahui adanya gerakan ekumene untuk mempersatukan gereja-gereja?
  2. Jika anda mempunyai kesempatan, bersediakah anda berpartisipasi demi persekutuan penuh umat Kristiani?

(c) aurelius pati soge - bbss 2013)

           
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  PERTOBATAN ST. PAULUS
(penutupan pekan doa sedunia)
 
 
Sabtu, 25 Januari 2014
 
AKU TELAH MELIHATNYA, MAKA AKU MEMBERI KESAKSIAN: DIA INI LAH ANAK ALLAH
 
 
 
 
 
Kis 22:3-16 | Mzm 117:1-2 | Mrk 16:15-18
 

Bangunlah dan berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan (Kis 22:3-16)

Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini. Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah, sama seperti kamu semua pada waktu itu. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka itu aku telah mendapat surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.
Tetapi dalam perjalanan ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya dari langit, cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: 'Saulus! Saulus! Mengapakah engkau menganiaya Aku?' Jawabku, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Katanya, 'Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.' Mereka yang menyertai aku memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar. Maka kataku, 'Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?' Kata Tuhan kepadaku, 'Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.'
Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. ia datang dan berdiri di dekatku dan berkata, 'Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah.' Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya, 'Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendakNya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulutNya. Sebab itu engkau harus menjadi saksiNya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 117:1-2; R: Mrk 16:15)

Ref: Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil.

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia hai segala suku bangsa!
  2. Sebab kasih setiaNya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
 

Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil! (Mrk 16:15-18)

Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular; dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge