| |
|
| Jika ada tantangan, jangan lari tetapi hadapilah. |
KOMANG tidak pernah mau berenang setelah melihat temannya hampir tenggelam karena kejang-kejang pada kakinya. Melihat kolam renang saja Komang sudah takut, apalagi kalau diajak ke laut. Ayahnya merasa prihatin karena berenang itu olah raga yang sangat membantu pertumbuhannya. Maka ia berencana memaksa Komang belajar berenang. Ia mengajak Komang ke sebuah kolam renang. Dengan susah payah ia akhirnya berhasil membawa Komang ke tepi kolam. Di sana tiba-tiba ia mendorongnya. Ko-mang tercebur, menjerit minta tolong dan tanpa sadar menggerak-gerakkan kakinya. Ayahnya sudah siap dengan pelampung penolong. Komang meraih pelampung itu dan merasa dirinya terapung. Ayahnya menceburkan diri dan mulai berenang bersamanya. Ia memberikan instruksi, Komang mengikuti. Perlahan-lahan ketakutannya hilang, diganti kegembiraan bermain air. Bertahun-tahun kemudian ia sadar, bahwa kalau ayahnya tidak menceburkan dia ke kolam waktu itu, rupanya ia tak akan pernah bisa berenang.
Yesus mengajak para muridNya naik ke perahu. “Mari kita bertolak ke seberang”, kataNya. Para murid menuruti. Maka turunlah badai yang mengancam nyawa mereka. Dalam ketakutan mereka membangunkan Yesus. Mungkin agar Yesus ikut mengeluarkan air dari perahu atau membantu mengendalikan kemudi, layar, dan sebagainya. Yesus bangun dan menghardik badai. Semua tenang tentram. Para murid pun menerima karunia baru. Yesus jelas bukan manusia biasa. “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya?” tanya mereka. Pengalaman ini belum membuahkan apa-apa tetapi membuka mata mereka untuk melihat, bahwa Yesus itu bukan sekedar pria Nazaret. Ia lebih dari itu. Namun pengalaman itu tidak pernah ada kalau mereka tidak mengikuti ajakan Yesus menyeberangi danau malam itu.
Gereja dan komunitas kaum beriman justru berkembang menjadi matang dalam tantangan. Riak-riak perjuangan iman diperlukan. Karena itu kita tak perlu menghindar dari tantangan. Yang perlu kita lakukan ialah memperkuat keyakinan akan penyertaan dan penyelenggaraan Kristus pada setiap detik kehidupan. Godaan dan tantangan itu adalah badai di danau. Lewat pengalaman-pengalaman inilah kita mengukur, sejauh mana kita menyatu dengan Kristus. Jangan mencari-cari badai kehidupan, tetapi kalau itu terjadi hadapilah dengan penuh keyakinan, bahwa Kristus senantiasa ada dan menolong dirimu. (ap)
- Renungkanlah badai hidup anda beberapa waktu belakangan ini.
- Apa pengalaman iman di dalamnya?
(c) aurelius pati soge - bbss 2010) |
|
Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan (2 Sam 12:1-7a.11-17)
Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah. Ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya. Maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, "Ada dua orang dalam suatu kota, yang seorang kaya yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi, si miskin tidak mempunyai apa-apa selain seekor domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu. Ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu dan memasak bagi orang yang datang kepadanya itu." Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, "Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan."
Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, "Engkaulah orang itu! Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: 'Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.' Beginilah sabda Tuhan, 'Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain. Orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu depan seluruh Israel secara terang-terangan."
Lalu berkatalah Daud kepada Natan, "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud, "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan."
Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu. Ia berpuasa dengan tekun, dan apabila masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau. Juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
|
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 51:12-17; R: 12a)
Ref: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
- Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus dari padaku!
- Berikanlah aku sukacita karena keselamatanMu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalanMu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berkalik kepadaMu.
- Lepaskalnah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memahsyurkan keadilanMu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepadaMu!
|
|
Angin dan danau pun taat kepada Yesus (Mrk 4:26-34)
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk. Perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepadaNya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, meghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.
Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepadaNya?”
|