Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Sabtu, 23 September 2017
   
 

JAUHILAH P ERTIKAIAN, MAKA ENGKAU AKAN MENGURANGI DOSA, SEBAB ORANG YANG PANAS HATI MENGOBARKAN PERTIKAIAN

 
 
 
1 Tim 6:13-16 | Mzm 100:2-5 | Luk 8:4-15

Taatilah perintah ini tanpa cacat sampai saat kedatangan Tuhan (1 Tim 6:13-16)

Saudara terkasih, di hadapan Allah yang menghidupkan segala sesuatu dan di hadapan Yesus Kristus yang memberi kesaksian yang benar di hadapan Pontius Pilatus, aku memperingatkan engkau, “Taatilah perintah ini tanpa cacat dan tanpa cela hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Saat itu akan ditentukan oleh Penguasa satu-satunya yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada kematian, dan bersemayam dalam cahaya yang tak terhampiri. Tak seorang pun pernah melihat Dia, dan tak seorang manusia pun dapat melihat Dia. Bagi Dialah hormat dan kuasa yang kekal. Amin.”

PERINTAH komandan pasukan tak bisa dibantah, hanya boleh ditaati dan dijalankan. Mengabaikan perintah itu bisa berakibat fatal bagi seluruh pasukan. Demikian juga instruksi seorang pelatih tim sepak bola hanya bisa ditaati oleh para pemain. Menang atau kalah itu tanggung jawab pelatih. Dalam dunia demokrasi pun ada saatnya orang harus menuruti perintah. Diakui atau tida, pemberi perintah kadang-kadang memiliki visi lebih luas yang hanya bisa dipahami oleh orang lain sesudah perintah itu sukses dieksekusi. Variasi hidup semacam ini memperkaya dan membuat orang-orang berkembang.

TIMOTIUS menerima perintah Paulus untuk hidup tanpa cacat sampai kedatangan Yesus. Dengan menuruti perintah, Timotius memberi teladan kepada semua umat, betapa penting hidup di jalan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Hidup di jalan yang benar inilah yang digariskan oleh Yesus dalam perumpamaan tentang penabur. Perintah Yesus sederhana, yakni membuat diri ladang subur bagi persemaian benih Sabda Tuhan. Ladang subur itu hati sanubari manusia yang beriman, yang mengasah hidupnya dengan doa, mati raga; dengan merenung dan meresapi Firman Tuhan; dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Melalui semua hal itu, Sabda Tuhan menjadi nyata di dalam hidup umat manusia, bukan sekedar konsep-konsep teoretis yang tidak selalu menjawabi kebutuhan umat. Sabda itu sepenuhnya bersumber dari Tuhan, tetapi perwujudannya dalam hidup manusia melekat pada keputusan kita untuk mengambil bagian di dalamnya.

MENURUTI perintah Tuhan itu sebuah kebajikan iman yang perlu kita upayakan. Taat pada Tuhan sama sekali tidak melanggar kebebasan pribadi kita. Malahan dengan itu, kita membuat martabat diri sempurna. Tanpa Tuhan, kita tak lebih dari makluk biologis yang bernaluri untuk hidup. Namun berkat tuntunan Tuhan, kita beralih menjadi penyalur rahmat Ilahi. Kita dapat berkreasi, memutuskan yang benar dan salah, dan dengan kehendak bebas turut serta di dalam pewartaan tentang Kerajaan Allah. Dengan kata lain, taat kepada Tuhan itu justru membuat kita menjadi orang beriman sejati. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk taat pada kehendak-Mu, sehingga setiap perbuatan kami mencerminkan cinta-Mu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 100:2-5; R: 2c)

Ref: Datanglah menghadap Tuhan dengan sorak-sorai.

  1. Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan menyimpannya dalam hati dan menghasilkan buah dalam ketekunan (Luk 8:4-15)

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.” Sesudah itu Yesus berseru, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar.”
Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah Sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge