Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Selasa, 19 September 2017
   
 

JAUHILAH P ERTIKAIAN, MAKA ENGKAU AKAN MENGURANGI DOSA, SEBAB ORANG YANG PANAS HATI MENGOBARKAN PERTIKAIAN

 
 
 
1 Tim 3:1-13 | Mzm 101:1-3b.5-6 | Luk 7:11-17

Penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat; diakon haruslah orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci (1 Tim 3:1-13)

Saudara terkasih, benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat, menginginkan jabatan yang indah.” Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari seorang isteri saja. Ia harus dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan dan cakap mengajar orang; bukan peminum, bukan pemarah, melainkan peramah dan pendamai, bukan hamba uang; seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jika seseorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimana mungkin ia mengurus jemaat Allah? Janganlah ia seorang yang baru saja bertobat, agar jangan menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Demikianlah juga diakon-diakon haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. Mereka juga harus diuji dahulu, dan baru ditetapkan dalam pelayanan ini setelah ternyata mereka tak bercacat. Demikian pula, para isteri mereka hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah; hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercaya dalam segala hal. Diakon haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anak serta keluarganya dengan baik. Karena mereka yang melaksanakan tugas pelayanan dengan baik, memperoleh kedudukan yang baik, sehingga dalam iman akan Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

KRITERIA seorang penilik jemaat dan diakon ditulis Paulus kepada Timotius dengan sangat mendetail. Jabatan ini penting dan cukup menentukan kehidupan iman dan moral jemaat. Paulus menuntut kualitas tinggi dari orang-orang tersebut, agar oleh kesaksian hidup mereka yang bermartabat, pewartaan Sabda Tuhan tidak dihambat. Kesalahan dan rendahnya kesusilaan mereka dapat dipergunakan oleh orang-orang yang melawan iman, sehingga pewartaan iman dan pengembangan Kerajaan Allah menemui hambatan.

SEMENTARA itu Yesus menampilkan sebuah wujud pelayanan yang menolong seorang janda malang di Kota Nain. Janda itu kehilangan puteranya. Mungkin sang putera itu andalan satu- satunya dalam hidup. Tak ada orang yang datang kepada Yesus untuk meminta pertolongan. Yesus melihat dan langsung paham apa kebutuhan mereka. Mereka harus dibebaskan dari kesedihan dan dipulihkan sukacitanya. Tanpa menunggu, Yesus bertindak. Sang pemuda hidup kembali, sang janda bersukacita, orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu mengalami pembaharuan iman, karena seorang nabi besar telah hadir di tengah mereka. Ada saat Tuhan tidak harus digedor dengan doa-doa yang panjang. Belas kasih Tuhan lebih besar daripada yang dapat dipahami manusia. Yesus menunjukkan komitmen itu, orang-orang Nain pun menjadi saksi keselamatan.

PERPADUAN antara sikap Yesus dan tuntutan Paulus menjadi kriteria ideal seorang hamba Tuhan. Kita tidak harus menjadi penilik jemaat atau diakon untuk bisa melayani Tuhan. Tetapi kriteria di atas sangat relevan untuk kita sekalian. Kita wajib memiliki iman yang teguh dan moral yang baik. Kita harus mampu membangun relasi dan komunikasi dengan sesama. Kita harus bisa memimpin dan menggairahkan semangat orang terdekat untuk mencari Tuhan. Semua ini sesungguhnya bermuara pada satu tujuan saja. Kapan dan di mana pun kita berada, kita wajib memberi kesaksian tentang Tuhan, baik dengan perkataan maupun dalam perbuatan. Inisiatip harus ada, sama seperti yang dilakukan Yesus di Nain. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami lebih berinisiatip menolong sesama yang membutuhkan, tanpa harus diminta. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 101:1-3b.5-6; R: 2b)

Ref: Aku hendak hidup dalam ketulusan hati.

  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya Tuhan. Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku?
  2. Aku hendak hidup dalam ketulusan hati di dalam rumahku. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci.
  3. Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.
  4. Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.

Hai Pemuda, bangkitlah! (Luk 7:11-17)

Pada suatu ketika, pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal dari seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuhnya-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata,”Hai Pemuda! Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah mengunjungi umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge