Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 23
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Senin, 11 September 2017
   
 

KASIH TIDAK BERBUAT JAHAT KEPADA SESAMA, KARENA ITU KASIH ADALAH KEGENAPAN HUKUM TAURAT

 
 
 
Kol 1:24 - 2:3 | Mzm 62:6-7.9 | Luk 6:6-11

Aku telah menjadi pelayan jemaat, untuk menyampaikan rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad (Kol 1:24 - 2:3)

Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita demi kalian, dan melengkapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan kepenuhan sabda Allah kepada kalian, yaitu rahasia yang tersembunyi berabad-abad dan turun-temurun, kini dinyatakan kepada orang-orangnya yang kudus. Allah berkenan memberi tahu mereka betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yakni Kristus ada di antara kalian. Dialah harapan akan kemuliaan. Dialah yang kami beritakan dengan memperingatkan setiap orang dan mengajar mereka dengan segala hikmat untuk memimpin setiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kuperjuangkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat dalam diriku.
Saudara-saudara, aku ingin agar kalian tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan bagi kalian, bagi mereka yang di Laodikia dan bagi semuanya yang belum mengenal aku secara pribadi. Semoga hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan pengertian yang meyakinkan dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus. Dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

ST. PAULUS menyadari dirinya sebagai rasul yang berbeda dari pada para rasul yang lain. Ia tidak hidup bersama dengan Yesus, sehingga ia juga tidak dipilih oleh Yesus secara langsung. Namun pewahyuan diri Yesus kepadanya di gerbang Damaskus mengubah dirinya. Justru oleh pemberitaannya, banyak bangsa menyadari benih-benih keselamatan di tengah mereka, bahwa Kristus sudah ada dan berkarya di tengah mereka. Paulus adalah tipe pewarta yang berpaling dari pola hidup lama dan sepenuhnya menerima jalan baru sesuai dengan kehendak Kristus. Ia tetap setia pada jalan itu walaupun banyak penderitaan yang dialaminya.

PERILAKU Paulus itu agaknya merupakan penjabaran dari perilaku Yesus sendiri. Yesus seorang yang berani melakukan perubahan, termasuk yang tidak berkenan di hati banyak orang, terutama orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan kalangan imam di Bait Allah Yerusalem. Kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat lebih menghargai aturan daripada rahmat Allah yang turun kepada umat manusia di luar aturan tersebut. Yesus menerabas aturan sebagai lembaga dan mengedepankan pelayanan kemanusiaa, karena bagi Yesus, lembaga dan aturan-aturannya tidak bermanfaat ketika tidak lagi melayani kemanusiaan melainkan semata-mata demi aturan itu. Tuhan menciptakan hari Sabat agar manusia beribadat. Salah satu wujud ibadat ialah bersaksi tentang kebenaran dan menolong orang yang membutuhkan. Orang yang lumpuh tangannya dapat ditolong. Pertolongan itu datang dari Tuhan melalui Yesus. Lalu, mengapa rahmat itu diabaikan karena bertentangan dengan aturan Sabat?

KEBERANIAN mengambil resiko seperti ini tidak membuat Yesus dan Paulus disukai oleh orang-orang yang cinta kemapanan. Bagi mereka, apa yang dilakukan Yesus atau Paulus itu benar, tetapi tidak melayani kebutuhan mereka. Di sini kita melihat sebuah wujud pola penghayatan iman yang egois. Tuhan hanya dihargai ketika menurunkan rahmat sesuai dengan kehendak mereka. Inilah mentalitas yang banyak menggerogoti umat Allah masa kini. Kita hidup dalam kemapanan ekonomi dan sosial, kita memiliki peluang untuk menikmati semua tawaran dunia. Ketika Tuhan menuntut kita melakukan yang lebih daripada itu, agar warta salib dan kebangkitan mencapai umat, kita merasa itu sudah di luar tangan kita. Kita menghindar dan tidak turut serta di dalam pelayanan. Itu bukan semangat kerasulan yang baik. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, dengungkanlah dalam hati kami, keberanian mencari terobosan demi pewartaan kepada sesama. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 62: 6-7.9; R: 8a)

Ref: Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.

  1. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
  2. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu dihadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat (Luk 6:6-11)

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian, manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata keapda orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge