Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Senin, 18 September 2017
   
 

JAUHILAH P ERTIKAIAN, MAKA ENGKAU AKAN MENGURANGI DOSA, SEBAB ORANG YANG PANAS HATI MENGOBARKAN PERTIKAIAN

 
 
 
1 Tim 2:1-8 | Mzm 28:2.7.8-9 | Luk 7:1-10

Kita harus berdoa untuk semua orang, karena Allah ingin semua orang diselamatkan (1 Tim 2:1-8)

Saudara terkasih, pertama-tama aku menasihatkan, agar dipanjatkan doa-doa dan permohonan serta ucapan syukur kepada Allah bagi semua orang, bagi pemerintah dan penguasa, agar kita dapat hidup aman dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan di hati Tuhan, penyelamat kita. Ia menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Allah itu esa, dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. Ia telah menyerahkan diri sebagai tebusan bagi semua orang, suatu kesaksian pada waktu yang tepat. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pewarta dan rasul. Yang kukatakan ini benar, dan aku tidak berdusta. Aku ditetapkan sebagai pengajar bangsa-bangsa dalam iman dan kebenaran. Oleh karena itu aku ingin agar di mana pun kaum lelaki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa kemarahan dan perselisihan.

BERDOA merupakan satu elemen penting dalam menghayati iman Kristiani. Dalam doa kita membangun komunikasi langsung dengan Tuhan, di mana kita dapat menumpahkan segala keluh kesah dan perasaan hati kita, menyampaikan terima kasih dan mengajukan permohonan. Bahkan dalam doa kita juga dapat mengungkapkan kekecewaan kita kepada Tuhan. Apapun bentuk dan niatnya, doa sudah menunjukkan, bahwa kita mengakui peranan Tuhan di dalam hidup kita. Maka prinsip dasar yang kita perhatikan ialah perlunya kerendahan hati. Oleh kerendahan hati, kita mampu berserah diri pada keputusan kepada Tuhan.

PENYEMBUHAN hamba perwira Romawi dilakukan Yesus karena permohonan si perwira yang beriman dan rendah hati. Ia tahu, ia dan pasukannya tidak disukai orang-orang Israel sebagai bangsa terjajah. Namun ia mendekati Yesus dan menyatakan rasa diri tidak layak di hadapan Tuhan. Sikap ini dihargai oleh Yesus. Tak ada alasan untuk tidak menolongnya. Permohonan dengan sepenuh hati perwira ini sebetulnya merupakan "doa" langsung kepada Tuhan. Dua kualitas utama ada di sini, yakni iman dan kerendahan hati. Iman dan kerendahan hati itu telah menguatkan Paulus untuk melayani, sehingga ia selalu bersyukur kepada Tuhan dalam setiap doanya. Ia menjadi contoh orang yang bertobat, beriman dan berpasrah pada Tuhan.

BELAJAR dari sikap Paulus dan perwira Romawi di hadapan Yesus, kita dapat bertanya kepada diri sendiri, bentuk iman apa yang kita miliki, dan apakah kita sudah memiliki kerendahan hati. Tanpa iman kita tak berhubungan dengan Tuhan, tanpa kerendahan hati kita tidak berpasrah tetapi memaksakan kehendak kepada Tuhan. Padahal, soal pengabulan doa itu sepenuhnya wewenang Tuhan. Ia mendengar dan memperhatikan kebutuhan kita, tetapi ia juga tidak selamanya mengabulkan apa yang kita inginkan, tetapi memberi anugerah lain yang membuat kita lebih mengalami cinta Tuhan. "Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi", kata Yesus (Mk 14:36). (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga berkat pengarahan-Mu, kami dapat terus menerus berdoa dengan baik dan membantu sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 28:2.7.8-9; R: 6)

Ref: Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mendengarkan doa permohonanku.

  1. Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang mahakudus.
  2. Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku: kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong, sebab itu beri-rialah hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
  3. Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.

Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai (Luk 7:1-10)

Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba yang amat ia hargai. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika mendengar tentang Yesus, Ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, agar Ia datang dan menyembuhkan hamba-Nya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mohon pertolongan-Nya, katanya, “Sudah selayaknya Engkau menolong dia, sebab ia mengasihi bangsa kita, dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Maka pergilah Yesus bersama mereka. Ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya, perwira itu menyuruh beberapa orang sahabatnya mengakatakan kepada Yesus, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. Sebab aku pun seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang, ‘Pergi!’ maka ia pergi; atau kepada yang lain, ‘Datanglah!’ maka ia datang; dan jika aku berkata kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia pun mengerjakannya.” Mendengar itu, heranlah Yesus akan dia. Sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti-Nya, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai.” Setelah orang-orang suruhan itu kembali ke rumah, mereka mendapati hamba yang sakit itu sudah sehat kembali.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge