Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 22
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Senin, 4 September 2017
   
 

IBADAHMU YANG SEJATI IALAH KETIKA KAMU MEMPERSEMBAHKAN DIRIMU KEPADA ALLAH SEBAGAI PERSEMBAHAN YANG HIDUP

 
 
 
1 Tes 4:13-17 | Mzm 96:1.3-5.11-13 | Luk 4:16-30

Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus (1 Tes 4:13-17)

Saudara-saudara, kami ingin agar kalian mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal dunia, supaya kalian jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang telah meninggal dunia dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang telah meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Kristus di angkasa.

RAMALAN Nabi Yesaya tentang kedatangan Mesias memberikan banyak harapan bagi orang-orang Israel. Setidak-tidaknya, ada tanda bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka. Namun mereka juga tidak begitu saja menerima, ketika ramalan tersebut terjadi di depan mata mereka. Mereka tidak melihat perwujudan ramalan tetapi mempersoalkan pelakunya, yakni Yesus anak Yusuf. Itu sudah cukup menjadi alasan menolak Yesus. Yesus tetap teguh pada pewartaan-Nya, karena di sini manusia menemukan makna hidup. Mereka tidak binasa sejalan dengan nafas terakhir, tetapi justru berlangkah ke gerbang keselamatan. Santo Paulus memberi tekanan tentang keselamatan itu kepada umat di Tesalonika, yakni ganjaran bagi orang-orang jika beriman kepada Kristus yang bangkit dari antara orang mati.

MENUMBUHKAN harapan akan kehidupan kekal boleh kita sebut sebagai tugas misioner yang tak mengenal batas, hingga kita sendiri bertemu dengan Tuhan. Bahkan harapan itu dapatlah kita sebut sebagai makna hidup, karena tak seorang pun mengalami dan memahami secara penuh keselamatan sebelum kematian. Kita ibaratnya hidup dalam sebuah pengharapan yang membawa suka cita, yakin bahwa Yesus tidak menelantarkan umat manusia yang telah ditebus dengan nyawa-Nya sendiri. Jika manusia berharga di mata Tuhan seharga nyawa-Nya sendiri, tak mungkin Ia tega mengabaikannya, ketika maut sudah menjemput dan jiwa harus menghadap Sang Hakim. Hanya di dalam Kristus kita berharap untuk meraih kepenuhan makna hidup. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, berilah peneguhan iman kepada kami agar kami selalu sia mengabdi Engkau kapan dan di manapun. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 96:1.3-5.11-13; R: 13)

Ref: Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
  2. Sebab maha besarlah Tuhan dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
  3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
  4. Biarlah mereka bersuka cita di hadapan Tuhan sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya (Luk 4:16-30)

Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya Kitab Nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, “Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat, lalu Ia duduk, dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya.”
Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya. Lalu mereka berkata, “Bukankah Dia anak Yusuf?” Yesus berkata, “Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, ‘Hai Tabib sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!” Yesus berkata lagi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepda salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman Nabi Elisa, banyak orang kusta di Israel tetapi tiada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu.”
Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge