Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 23
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Jumat, 15 September 2017
  St. Perawan Maria, Bunda Berdukacita
 

KASIH TIDAK BERBUAT JAHAT KEPADA SESAMA, KARENA ITU KASIH ADALAH KEGENAPAN HUKUM TAURAT

 
 
 
Ibr 5:7-9 | Mzm 31:2-6.15-16 | Luk 2:33-35

Kristus telah belajar menjadi taat, dan Ia menjadi pokok keselamatan abadi (Ibr 5:7-9)

Saudara-saudara, dalam hidupNya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkanNya dari maut. Dan karena kesalehanNya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat: dan ini ternyata dari apa yang telah dideritaNya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya.

PENGHORMATAN kepada Bunda Maria sebagai Bunda Mesias dan Bunda segala bangsa manusia, menempatkan dirinya sebagai pribadi agung dan mulia. Banyak doa dengan pengantaraannya dikabulkan, sehingga ia dipandang sebagai sosok yang menjadi sandaran manusia lemah. Tidak banyak yang ingat, bahwa Maria sesungguhnya memikul salib jauh sebelum semua murid diajari Yesus tentang pentingnya salib. Simeon sudah meramalkan salib itu sejak awal, "Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang" (Luk 2:34-35). Dan puncak kedukaan itu ada di Golgotha, ketika ia menyaksikan sendiri Sang Putera meregang nyawa dalam penderitaan di salib (Yoh 19:25).

MENGAPA kedukaan Sang Bunda hari ini kita rayakan sebagai satu kekayaan rohani Gereja Kudus? Karena kedukaan itu telah menjadi gambaran apa artinya setia pada kehendak Tuhan. Ketika Maria dipilih Tuhan, ia bersukacita. "Aku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia", kata Maria (Luk 1:46-48). Namun sukacita itu mempunyai perimbangan di sisi lain dari spektrum rohaninya, karena menjalankan kehendak Tuhan itu membuatnya berhadapan dengan dunia yang menolak karya Tuhan. Di sini Maria bisa saja memilih meninggalkan misinya, tetapi cinta dan kesetiaan kepada Tuhan jauh lebih memberikan harapan ketimbang meninggalkan salib dan menikmati kemudahan hidup sebagai anugerah dunia. Maka dukacita itu adalah meterai kesetiaannya yang patut dicontohi.

SEMUA orang beriman ditantang untuk belajar setia pada kasih dan kehendak Tuhan, sebagaimana ditampilkan oleh Bunda Maria. Contoh dari semua itu adalah Kristus, yang karena ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa, telah diangkat Bapa menjadi pokok ke- selamatan kekal. Kebesaran Yesus ada dalam korban, bukan dalam kuasa. Kebesaran Maria ada dalam ketabahannya, bukan dalam mahkota kemuliaannya. Ketabahan dalam korban, sebagai perpaduan keteladanan Maria dan Yesus, hendaknya menjadi contoh bagi semua orang beriman. Kita tidak menikmati dukacita, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari konsekuensi salib yang membawa pembebasan. Mari kita menjalaninya dengan rendah hati dan berharap agar Tuhan memperhatikan diri kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk selalu berbagi kekuatan dengan sesama ketika dukacita datang melanda hidup kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:2-6.15-16.20; R: 17b)

Ref: Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setiaMu.

  1. PadaMu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilanMu, sendengkanlah telingaMu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku.
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena namaMu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
  3. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku, sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
  4. Tetapi aku, kepadaMu, ya Tuhan, aku percaya. Aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tanganMu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
  5. Alangkah limpahnya kebaikanMu yang telah Kausimpan bagi orang yang takwa kepadaMu, yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung padaMu!

Inilah anakmu! Inilah ibumu! (Yoh 19:25-27)

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah ia kepada ibuNya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kataNya kepada muridNya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

ATAU bacaan lain:
Suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri (Luk 2:33-35)

Ketika Maria dan Yusuf mempersembahkan Anak Yesus di Bait Suci, mereka amat heran mendengar pernyataan Simeon tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan; dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge