Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 24
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Rabu, 20 September 2017
   
 

JAUHILAH P ERTIKAIAN, MAKA ENGKAU AKAN MENGURANGI DOSA, SEBAB ORANG YANG PANAS HATI MENGOBARKAN PERTIKAIAN

 
 
 
1 Tim 3:14-16 | Mzm 111:1-6 | Luk 7:31-35

Sungguh agunglah rahasia iman kita (1 Tim 3:14-16)

Saudara terkasih, semuanya ini kutulis kepadamu, walaupun aku berharap segera dapat mengunjungi engkau. Maka, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, artinya sebagai jemaat Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Sungguh agunglah rahasia iman kita: Kristus, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh. Ia menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, dan diberitakan di antara para bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia diimani di dunia dan diangkat ke dalam kemuliaan.

PERJUANGAN Yesus untuk mewartakan keselamatan mendapat perlawanan terhebat justru dari orang-orang yang mengharapkan keselamatan itu sendiri. Mereka sudah membaca Taurat Musa dan kitab-kitab nabi-nabi. Mereka pasti memahami tanda-tanda yang mendahului kedatangan Mesias. Tetapi sikap mereka terbalik dari yang seharusnya. Mereka menyebut Yohanes Pembaptis sebagai orang kerasukan setan, dan menyebut Yesus sebagai pemabuk dan sahabat orang berdosa. Dengan sikap itu mereka meninggikan diri dan tidak layak bagi karunia Tuhan.

KESULITAN serupa dihadapi juga oleh Paulus dalam pewartaan kepada bangsa-bangsa asing. Yang sering melawan dirinya adalah orang-orang Yahudi di tanah perantauan. Demikian juga orang-orang dari budaya dan agama lain. Maka kesetiaan yang ditunjukkan oleh Timotius menjadi penghiburan bagi Paulus dalam kesulitannya. Kesetiaan itu membahasakan cinta dan solidaritas seorang murid kepada gurunya, karena di sana mereka berbagi semangat dan komitmen yang sama, berkarya untuk Kerajaan Allah.

PERLAWANAN seperti ini akan senantiasa menyertai perjalanan ziarah iman kita. Bukankah kita pun wajib mewartakan Kerajaan Allah? Dan apakah dunia akan tinggal diam? Tidak! Dunia selalu melawan semua usaha membangun Kerajaan Allah. Karena itu kita harus membina diri dengan baik. Pertama, mari kita membangun kepekaan nurani, agar kita dapat dengan rendah hati mengakui karya-karya Tuhan dalam diri sesama, betapapun hinanya mereka di hadapan banyak orang. Kedua, kita perlu membina rasa setia kawan di antara sesama, agar di dalam kesulitan kita dapat slaing menolong satu sama lain. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya berkat rahmatMu, kami dapat saling tolong menolong dalam kesulitan pewartaan iman kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-6; R: 2a)

Ref: Agunglah karya Tuhan.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
  3. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tunjukkan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.

Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya (Luk 7:31-35)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’ Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge