Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 13
   

Harapan Hanya Ada Pada Yesus

MARGARETH ALLEY, seorang guru sekolah dasar, mengajar anak-anak desa tentang kisah Yesus meredakan badai di danau. Pengajaran itu sangat mengesankan hati anak-anak. Suatu ketika, ada badai melanda kawasan tersebut. Anak-anak ada dalam bahaya. Bersama para guru lain, Margareth berusaha menolong anak-anak di tengah kekacauan itu. Tiba-tiba seorang anak lelaki lugu berkata, “Kita bisa melewatinya karena Yesus ada bersama kita.” Di saat itu Margareth menyadari, bahwa ia telah berhasil menanamkan nilai iman kepada Kristus di dalam diri para muridnya. Di dalam sebuah prahara kehidupan, ketika tak ada lagi yang tersisa, bagi umat beriman harapan itu tinggal terletak dalam diri Yesus. (Barclay, W. The Daily Study Bible: The Gospel of Matthew. Edinburgh: St. Andrew Press, 1991. pp 318-319).

Bagi kaum atheis, harapan pada Yesus tak lebih dari sebuah ilusi yang melemahkan daya juang manusia. Bagi kaum skeptis, pertanyaan selalu muncul, bagaimana Yesus hadir di saat sulit itu? Demikian juga berbagai dalil lain yang melemahkan peranan Yesus di dalam prahara kehidupan manusia. Namun bagi kaum beriman, harapan dalam diri Yesus memberi kekuatan untuk hidup. Daya itu begitu besar, sehingga dalam diri manusia yang mengalami kehadiran cinta Yesus, baik dalam hidup rohani maupun jasmaniah, semangat untuk berjuang selalu terbentuk. Ketika semua kemampuan mencapai titik nadir, yang masih ada ialah kepasrahan kepada kehendak Kristus.

Tidak mudah membentuk keyakinan untuk selalu pasrah pada Yesus dalam situasi apa pun. Naluri manusia sering memberontak, ada kecenderungan untuk menyalahkan Tuhan atas kesulitan hidup. Lalu, bagaimana kita dapat beralih ke keyakinan akan penyelenggara-an Tuhan? Kuncinya terletak di dalam pemurnian iman. Iman bukan alat sulap untuk membuat hidup menjadi gampang tetapi memberi daya untuk berjuang lebih keras, sehingga semua karunia Tuhan dapat dimanfaatkan dengan baik. Iman tidak membius akal budi tetapi membentuk pola pikir agar sejalan dengan kehendak Tuhan. Iman memberi kita visi baru. Iman memerdekakan. Karunia besar ini yang perlu kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar ke masa depan iman menjadi nilai tambah, yang bermanfaat untuk persekutuan umat beriman dan masyarakat luas. (ap)

  1. Pernahkah anda mengalami penyelamatan oleh Yesus dalam prahara hidupmu?
  2. Apa tanggapanmu sesudah pengalaman itu? Apa pengaruhnya untuk iman anda?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Selasa, 30 Juni 2015
     
 
IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU! PERGILAH DENGAN SELAMAT DAN SEMBUHLAH DARI PENYAKITMU
   
   
   
 
Kej 19:15-29 | Mzm 26:2-3.9-10.11-12 | Mat 8:23-27

 

Tuhan menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodom dan Gomora (Kej 19:15-29)

Pada suatu pagi, di saat fajar menyingsing dua malaikat Tuhan mendesak Lot agar segera berangkat, katanya, “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan sampai mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.” Ketika Lot berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab Tuhan hendak mengasihani dia. Lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Kemudian berkatalah salah seorang dari mereka, “Larilah, selamatkanlah dirimu. Janganlah menoleh ke belakang dan janganlah berhenti di mana pun di Lembah Yordan. Larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati binasa.”
Kata Lot kepada mereka, “Janganlah kiranya demikian, Tuanku. Sungguh, hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan Tuanku telah berbuat kemurahan kepadaku dengan memelihara hidupku. Tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, aku pasti tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. Lihatlah di sana ada kota yang cukup dekat, kota itu kecil! Izinkanlah aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.” Sahut malaikat itu kepadanya, “Baiklah permintaanmu ini pun kukabulkan. Kota yang kau sebut itu takkan kujungkir balikkan! Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa sebelum engkau sampai ke sana.”
Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api dari langit atas Sodom dan Gomora. Api itu berasal dari Tuhan. Tuhan menunggangbalikkan kota-kota itu, dan seluruh Lembah Yordan serta semua penduduk kota dan tumbuh-tumbuhan di ladang. Tetapi isteri Lot yang berjalan di belakang suaminya, menoleh ke belakang, lalu berubahlah ia menjadi tiang garam. Pagi-pagi Abraham pergi ke tempat ia berdiri di hadapan Tuhan. Ia memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan. Maka dilihatnya asap dari bumi membumbung ke atas seperti asap dari dapur peleburan. Pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, Allah ingat akan Abraham, sehingga Ia menyelamatkan Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan-Nya itu.

Mazmur Tanggapan (Mzm 26:2-3.9-10.11-12; R: 3a)

Ref: Ya Tuhan, mataku tertuju kepada kasih setia-Mu.

  1. Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
  2. Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau memotong hidupku bersama-sama penumpah darah, yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan tangan kanannya menerima suapan.
  3. Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku. Kakiku berdiri di tanah yang rata; aku mau memuji Tuhan dalam jemaat.
 

Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali (Mat 8:5-17)

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-muridNya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-muridNya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya?”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge