Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 12
   

Mewujudkan Kata Dalam Perbuatan

SABDA BAHAGIA yang dikotbahkan di atas bukit secara langsung dijabarkan oleh Yesus ketika turun ke kota. Sebelum pertemuan ini, Matius mencatat, bahwa semua orang yang mendengar pengajaran itu merasa takjub, karena ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka (Mat 7:28-29). Kesan ini melekat kuat di dalam hati banyak orang yang mengikutinya turun dari bukit. Di antara mereka terdapat seorang kusta. Sebagai orang kusta, barangkali ia mendengar pengajaran itu dari jauh, karena pasti dihindari oleh orang banyak. “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5:4). Bagi seorang kusta, tak ada hiburan yang lebih besar daripada sembuh dari penyakit terkutuk ini. Dengan iman inilah ia mendatangi Yesus. Kesembuhan pun ia peroleh, sukacitanya melangit, karena dengan itu hak-haknya sebagai anggota masyarakat akan dipulihkan.

Dalam mujizat ini, kita menemukan interaksi dua arah yang meng- gambarkan kerja sama Tuhan dan manusia dalam menegakkan keselamatan. Tuhan mewahyukan pesan keselamatan dan penghiburan, manusia menanggapinya dengan mengedepankan harapan untuk meraih karunia tersebut. Untuk tujuan itu Tuhan menuntut ungkapan iman dan manusia memenuhinya. Tanda ungkapan iman itu dijabarkan di dalam Kitab Imamat (14:1-20) tentang ketentuan pulihnya hak-hak seorang yang sembuh dari penyakit kusta. Kewajiban korban tersebut bukanlah harga yang harus dibayar, tetapi sebagai pengumum-an kepada khalayak tentang karunia Tuhan atas orang itu. Dengan demikian, orang-orang lain pun turut melihat dan mengalami kebesaran Tuhan. Maka karunia kepada satu orang secara tidak langsung mengundang banyak orang mengimani Tuhan yang pemurah.
Ada banyak karunia Kristus yang kita alami, seperti hidup yang layak, pendidikan yang baik, ekonomi berkecukupan, reputasi dan kedudukan yang tinggi, dan sebagainya. Semua ini harus dilengkapi dengan meng- ungkapkan karunia tersebut dalam pelayanan kepada sesama, sehingga berkat yang kita terima menjadi berkat bagi sesama. (ap)

  1. Apa kira-kira wujud konkrit “pengalaman orang kusta” itu dalam hidup anda?
  2. Bagaimana anda membagikan berkat Tuhan kepada sesama?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Jumat, 26 Juni 2015
   
 
YESUS BANGUN, MENGHARDIK BADAI ITU, SEHINGGA DANAU PUN MENJADI
SANGAT TENANG
   
   
   
 
Kej 17:1.9-10.15-22 | Mzm 128:1-5 | Mat 8:1-4

 

Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian. Sara akan melahirkan bagimu seorang putera (Kej 17:1.9-10.15-22)

Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, Tuhan menampakkan diri kepadanya dan bersabda, “Akulah Allah yang mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela! Dari pihakmu engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kau pegang, perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antaramu harus di sunat.” Selanjutnya Allah bersabda kepada Abraham, “Tentang isterimu Sarai, janganlah kau sebut lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia akan menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja pelbagai bangsa akan lahir dari padanya,”
Lalu tertunduklah Abraham, dan tertawa, serta berkata dalam hatinya., “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak? Dan mungkinkah Sara yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak? Dan Abraham berkata kepada Allah, “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Allah bersabda “Tidak! Isterimu Sara lah, yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak. Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu. Ia akan kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak. Ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.” Sesudah selesai bersabda kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

Mazmur Tanggapan (Mzm 128:1-2.3.4-5; R: 4)

Ref: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu.!
  2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
  3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa akan hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
 

Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku (Mat 8:1-4)

Setelah Yesus turun dari bukit, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah kepadaNya seorang yang sakit kusta. Ia sujud menyembah Yesus dan berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku.” Yesus lalu mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya, “Ingatlah, jangan engkau memberi-tahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge