Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 9
   

Tuhan Yang Agung Melayani Manusia

MAZMUR 110:1 menjadi rujukan pengajaran Yesus di atas. “Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku, ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." Orang-orang di jaman Yesus menerima, bahwa mazmur tersebut adalah tulisan Daud tentang kedatangan Mesias. Kata Mesias itu sendiri berarti “yang diurapi”. Daud menyebut Mesias dengan ‘tuanku’, yang menunjukkan bahwa Daud pun hormat kepada Mesias. Pada satu sisi, Mesias adalah turunan Daud, tetapi pada hakekatnya, Mesias jauh lebih besar daripada sekedar turunan Daud. Daud menyadari dan mengakui hal tersebut.

Dari silsilahNya (bdk. Mat 1:1-16), kita melihat bahwa Yesus adalah turunan Daud. Gelar “Anak Daud” luas diterima sebagai gelar yang pantas untuk Mesias, karena sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan. Jadi, apakah Yesus merendahkan peranan Daud di sini? Sama sekali tidak. Yesus tetap mengakui diri sebagai turunan Daud, tetapi karena hakekat diriNya sebagai Firman yang menjadi manusia, Ia sesungguhnya bukan saja Anak bagi Daud tetapi juga Tuan atas Daud. Tujuan Yesus ialah menyadarkan para murid, bahwa mereka sedang mendengar dan mengikuti seorang pribadi yang jauh lebih besar daripada pandangan umum yang berlaku di tengah masyarakat. Pemurnian cara pandang ini penting, agar anak-anak Allah dihantar ke jalan yang benar.

Pesan konkrit bagi kita hari ini ialah, bahwa kita mengimani Yesus yang mahakuasa tetapi juga sekaligus mengambil rupa lemah untuk melayani manusia. Ada keagungan dan kekuasaan, tetapi juga ada pengorbanan diri dan solidaritas dengan manusia yang lemah karena dikuasai oleh dosa. Hal ini perlu mendorong kita untuk membentuk pemahaman yang benar tentang kedudukan dan peranan kita. Karunia apa pun yang kita miliki, semuanya selalu bermuara pada dua tujuan utama, yakni penghargaan terhadap Tuhan, Sang Pemberi Hidup, dan pelayanan terhadap manusia yang diciptakan Tuhan menurut gambaranNya. Jika Tuhan yang mahakuasa saja mau melayani manusia, mengapa kita enggan melakunannya? Hormatilah Tuhan dan layanilah sesama dengan tulus. (ap)

  1. Siapa Yesus bagi anda secara pribadi?
  2. Sejauh mana anda menerima dan menghargai, bahwa Yesus ada dalam diri sesama dan anda berkewajiban untuk melayaniNya?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Jumat, 5 Juni 2015
   
 
AJARILAH MEREKA SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI AKHIR ZAMAN
   
   
   
 
Tb 11:5-14 | Mzm 146:2.7-10 | Mrk 12:35-37

 

Aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kini aku dikasihani-Nya, dan aku melihat kembali anakku Tobia (Tb 11:5-14)

Pada waktu itu duduklah Hana mengamati jalan yang bakal ditempuh Tobia anaknya. Ia telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia, “Sungguh, anakmu tengah datang, dan juga orang yang menyertainya.”Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya, ‘Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Oleskanlah empedu ikan itu pada matanya. Obat itu akan meresap dahulu, lalu akan terkelupaslah bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya.’ Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia, “Setelah engkau kulihat, Anakku, sekarang aku dapat mati!” Dan ia pun menangis. Tobit pun berdiri, dan meskipun kakinya tersandung-sandung, ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampiri ayahnya dengan membawa empedu ikan itu. Lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya, dan kemudian berkatalah ia kepadanya, “Tabahkan hatimu, Ayah!” Kemudian obat itu dioleskannya pada mata Tobit dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua belah tangan dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya, “Aku melihat engkau, Anakku, cahaya mataku!” Ia menyambung pula, “Terpujilah Allah! Terpujilah nama-Nya yang besar! Terpujilah para malaikat-Nya yang kudus! Hendaklah nama Tuhan yang besar berada di atas kita dan terpujilah segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh, aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi aku melihat kembali anakku Tobia.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 146:2abc.7.8-9.9bc-10; R: 2a)

Ref: Pujilah Tuhan, hai jiwaku.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
  2. Tuhan tetap setia untuk selama-lamanya, Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  3. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  4. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
  5. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun!
 

Bagaimana mungkin Mesias itu anak Daud? (Mrk 12:35-37)

Pada suatu hari Yesus mengajar di bait Allah, kataNya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, ‘Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kananKu, sampai musuh-musuhMu Kutaruh di bawah kakiMu.’ Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge