Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 12
   

Wadas Kokoh Bagi Rumah Iman

TEKNOLOGI konstruksi berkembang pesat di jaman modern ini, sehingga mendirikan sebuah bangunan super jangkung pun terasa mudah. Apapun model bangunan, fundasi bangunan sangat penting. Jika tak kuat fundasinya, bangunan itu akan roboh. Kalau sekarang ada metode tiang pancang hingga menyentuh wadas di dalam tanah. Di jaman dahulu, ketika bangunan masih sederhana, orang menyusun batu-batu yang diikat dengan tanah liat atau semen. Fundasi itu bukanlah sebuah batu wadas utuh tetapi banyak batu yang dirangkai untuk membentuk satu kesatuan yang kuat dan mampu menopang bangunan yang besar. Jika rangkaian itu tidak kuat, ketika banjir datang, rumah tersebut akan mudah roboh.

Memakai paradigma mendirikan rumah di atas batu, Gereja Kristus dibangun di atas rangkaian pribadi-pribadi umat beriman, yang lalu membentuk satu persekutuan iman bersama yang kuat atas dasar Kristus. Pribadi-pribadi ini bukan manusia sempurna. Kita semua penuh dengan kekurangan. Namun dalam satu kesatuan, semua orang dapat saling menolong satu sama lain. Yang lemah dikuatkan, yang tak sempurna disempurnakan. Semua membentuk kesatuan solid yang bisa membawa perubahan bagi seluruh dunia. Perekat pribadi-pribadi yang berbeda ini adalah Yesus Kristus, yang mampu menjembatani perbedaan, sehingga semua umat beriman yang beragam latar belakangnya dapat saling menyapa sebagai saudara-saudari dalam Kristus. Rasa persaudaraan ini membuat kita menjadi manusia baru, lebih solider satu sama lain, lebih rela mendengar satu sama lain, sehingga akhirnya kita membentuk keindahan komunitas umat beriman yang menjadi daya tarik bagi banyak orang, siapa tahu mereka pun ingin mengenal Kristus.

Pesan Kristus di atas perlu kita tanggapi dengan menjalin persatuan dan persaudaraan Kristiani yang tulus. Di bawah perlindungan Kristus, kita yang lemah oleh dosa ini dapat membangun kekuatan dahsyat umat Tuhan yang mampu membaharui dunia. Banyak kali saya memandang dengan kagum ikatan umat beriman dalam komunitas-komunitas kaum beriman yang mempengaruhi hidup sehari-hari. Yang kuat ekonominya menolong yang lemah, seperti informasi peluang bisnis, memodali, pelatihan ketrampilan dan sebagainya. Bagi saya, ketika perasaudaraan itu sungguh tulus, sesungguhnya Tuhan sendiri sedang menyapa kita. Ingat pepatah Latin kuno: Ubi caritas et amor, Deus ibi est. (ap)

  1. Apa yang dapat anda lakukan untuk menolong sesama membangun imannya?
  2. Apa model persekutuan umat beriman yang anda impikan?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Kamis, 25 Juni 2015
   
 
YESUS BANGUN, MENGHARDIK BADAI ITU, SEHINGGA DANAU PUN MENJADI
SANGAT TENANG
   
   
   
 
Kej 16:1-12.15-16 | Mzm 106:1-2.3-4a.4b-5 | Mat 7:21-29

 

Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamainya Ismael
(Kej 16:1-12.15-16)

Sarai, isteri Abram, tidak beranak, Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram, “Engkau tahu, Tuhan tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu hampirilah hambaku itu; mungkin dari dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Ketika itu Abram telah sepuluh tahun tinggal di Kanaan. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya. Maka berkatalah Sarai kepada Abram, “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggungjawabmu. Akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah aku; Tuhan kiranya menjadi hakim antara aku dan engkau.” Kata Abram kepada Sarai, “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya sesuka hatimu.” Lalu Sarai, isteri Abram, menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat Tuhan menjumpai Hagar di dekat suatu mata air di jalan ke Syur. Kata Malaikat itu, “Hagar, hamba Sarai, engkau datang dari mana dan mau pergi kemana?” Jawab Hagar, “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” Maka Malaikat Tuhan itu berkata kepadanya, “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah dirimu ditindas di bawah kekuasaannya.” Lagi kata malaikat Tuhan itu, “Aku akan menjadikan keturunanmu sangat banyak, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” Kemudian malaikat Tuhan itu berkata lagi, “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar penindasan yang kau alami. Anakmu itu akan menjadi seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar. Ia akan melawan tiap-tiap orang, dan tiap-tiap orang akan melawan dia; Di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.” Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamainya Ismael. Abram berumur delapan puluh enam tahun ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:1-2.3-4a.4b-5; R: 1a)

Ref: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan Tuhan, dan memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?
  2. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di setiap saat! Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.
  3. Perhatikanlah aku, demi keselamatan yang datang dari pada-Mu, supaya aku melihat kebahagiaan orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersuka cita dalam suka cita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama milik pusaka-Mu.
 

Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir (Mat 7:21-29)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mukjizat demi namaMu juga?’ Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah daripadaKu, kalian semua pembuat kejahatan! Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” Setelah Yesus mengakhiri perkataanNya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge