Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 13
   

Mewujudkan Kata Dalam Perbuatan

REFLEKSI hari ini berpusat pada diri Yairus yang datang mencari pertolongan Yesus. Sebagai kepala rumah ibadat, Yairus masuk dalam kelompok yang melihat Yesus dengan kecurigaan. Namun ketika anaknya sakit, ia datang kepada Yesus, menanggalkan prasangka, kesombongan dan harga dirinya. Tentu hal yang menyakitkan, mengingat kedudukan tinggi Yairus dalam masyarakat. Namun dengan menanggalkan semuanya, ia masuk ke dalam relasi yang murni dengan Yesus. Yesus pun menolongnya, bahkan di saat yang paling mencemaskan, ketika datang berita bahwa anaknya telah mati. “Jangan takut, percaya saja”, kata Yesus. Di sini ia menang, ia tetap ada bersama Yesus. Buah dari kesetiaan itu adalah mujizat. Anaknya yang telah mati dihidupkan. Sukacita keluarga hidup lagi berkat harapan dan keyakinan pada Sang Rabbi.

Sikap Yairus dapat diangkat sebagai model penghayatan iman dan relasi di antara umat beriman. Setiap orang perlu menanggalkan prasangka, kesombongan dan harga diri yang berlebihan. Dengan pendekatan ini, kita memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun relasi dan komunikasi yang lebih jujur dan tulus. Pada tingkatan kemanusiaan, kita membangun relasi yang lebih memberi rasa aman. Secara rohaniah, kita menerapkannya dalam membangun relasi dengan Tuhan, di mana di sini kita memasuki relasi yang jujur dan tulus. Belajar dari kisah di atas, membangun persaudaraan yang murni di antara umat beriman bukanlah sebuah harapan kosong yang tak bisa diwujudkan. (ap)

  1. Apa wujud prasangka, kesombongan dan harga diri yang perlu anda tanggalkan di depan Yesus dan sesama?
  2. Sanggupkah anda mewujudkannya?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge


harapan dalam yesus
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Minggu, 28 Juni 2015
perempuan
  St. Ireneus, martir  
 
IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU! PERGILAH DENGAN SELAMAT DAN SEMBUHLAH DARI PENYAKITMU
   
   
   
 
Keb 1:13-15; 2:23-24 | Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b | 2 Kor 8:7.9.13-15 | Mrk 5:21-43

 

Karena dengki setan maka maut masuk ke dunia (Keb 1:13-15; 2:23-24)

Allah tidak menciptakan maut dan Ia pun tidak bergembira kalau makhluk yang hidup musnah binasa. Sebaliknya Ia menciptakan segala sesuatu supaya ada, dan supaya makhluk-makhluk jagat menemukan keselamatan. Racun yang membinasakan tidak ditemukan di antara mereka, dan dunia orang mati tidak merajai bumi. Maka kesucian mesti baka. Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan menjadikannya gambar hakekatNya sendiri. Tetapi karena dengki setan, maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.

Mazmur Tanggapan (Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b)

Ref: Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.

  1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarikku ke atas dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
  2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi olehNya, dan per-sembahkanlah syukur kepada namaNya yang kudus! Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
  3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanlah aku, Tuhan, jadilah Penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagiMu..
 

Hendaklah kelebihanmu mencukupkan kekurangan saudara-saudara yang lain (2 Kor 8:7-9.13-15)

Saudara-saudara, hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih, sebagaimana kamu kaya dalam segala sesuatu: dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguh-an untuk membantu, dan dalam kasih terhadap kami. Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, yakni sekalipun kaya Ia telah menjadi miskin karena kamu, supaya karena kemiskinanNya kamu menjadi kaya.
Sebab kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihanmu mencukupkan kekurang orang-orang kudus, agar kelebihan mereka kelak mencukupkan kekuranganmu, supaya ada ke-seimbangan. Seperti ada tertulis: Orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak berkekurangan.

 

Hai anak, aku berkata kepadamu: Bangunlah! (Mrk 5:21-43)

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kakiNya. Dengan sangat ia memohon kepadaNya, “Anakku perempuan sedang sakit hampir mati. Datanglah kiranya dan letakkanlah tanganMu atasnya supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desak di dekatNya.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib sampai habislah semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubahNya aku akan sembuh.” Sungguh, seketika itu juga berhentilah perdarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya. Maka Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya, “Siapa yang menjamah jubahKu?” Murid-murid menjawab, “Engkau melihat sendiri, bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan di dekatMu. Bagaimana mungkin Engkau bertanya, siapa yang menjamah aku?” Lalu Yesus memandang sekelilingNya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Maka ia tampil tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus. Maka kata Yesus kepada perempuan itu, “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.”
Ketika Yesus masih berbicara, datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anakmu sudah mati. Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat itu, “Jangan takut, percaya saja.” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat itu. Dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar. Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu Yesus memegang tangan anak itu seraya berkata, “Talita kum”, yang berarti: Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah! Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus ber-pesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge