Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 12
   

Tuhan Melindungi Kita Setiap Saat

SESUDAH genosida mengerikan yang terjadi di Rwanda, Afrika Tengah, ketika etnis Tutsi secara sistematis dibunuh oleh ekstrimis Hutu, dengan korban lebih dari delapan ratus ribu orang, Fergal Keane, seorang wartawan televisi BBC London mengunjungi tempat tragedi tersebut. Di sebuah gereja, ribuan orang dibunuh. Jenazah-jenazah tergeletak di mana-mana. Tepat di depan altar, jenazah seorang anak dalam pakaian seragam sekolah terbaring. Di saat itu, ada bunyi dari ruangan samping. Keane mengakui, itulah saat yang paling menakutkan dalam hidupnya. Seorang tentara Uganda yang menjadi pemandu mengatakan tak usah takut, itu hanya tikus. Di saat itu matanya menangkap patung Yesus dengan tangan terentang. Dibesarkan sebagai orang Katolik, ia mengaku tak pernah menghayati iman, namun di saat itu ia sungguh berharap pada kekuatan Ilahi. Spontan sebuah doa mengalir dari mulutnya: Bapa Kami! Hatinya tenang, ia menyelesaikan tugasnya (YouTube: 1:40:20 - 1:41:25).

Ketika para murid mengalami badai di danau, mereka panik dan membangunkan Yesus. Yesus menghardik badai dan laut pun tenang. Semua murid kaget dan bertanya-tanya, siapa Yesus ini sehingga begitu berkuasa, bahkan atas angin dan danau. Jika perjalanan hidup itu dilakukan bersama dengan Yesus, tak perlu lah orang merasa cemas, walau dalam badai sekalipun. Merujuk ke pengalaman Fergal Keane di atas, kenyamanan hidup sering membuat orang tidak lagi mengandalkan Tuhan. Iman jangan pernah ditinggalkan. Di saat badai hidup melanda, kita membutuhkan Tuhan. Dan ingatlah selalu, Yesus tak pernah meninggalkan umatNya. Karena itu, memiliki iman bukanlah sebuah kelemahan, tetapi tanda kesiapan untuk menghadapi ketidakpastian hidup.

Mari kita bersyukur kepada Tuhan, karena IA memberi kita iman yang telah, sedang dan akan terus menuntun kehidupan kita. Manfaatkanlah iman itu sebaik mungkin, agar anda terus bertumbuh menjadi manusia seimbang antara jiwa dan raga. Janganlah menyia-nyiakan karunia Tuhan yang sangat berharga ini. (ap)

  1. Pernahkah anda merasa putus ada di dalam badai kehidupan?
  2. Bagaimana Tuhan datang dan memberi pertolongan? Apa wujudnya?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Minggu, 21 Juni 2015
badai di danau
  St. Aloysius Gonzaga, biarawan
 
YESUS BANGUN, MENGHARDIK BADAI ITU, SEHINGGA DANAU PUN MENJADI
SANGAT TENANG
   
   
   
 
Ayb 38:1.8-11 | Mzm 107:23-26.28-31 | 2 Kor 5:14-17 | Mrk 4:35-40

 

Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan (Ayb 38:1.8-11)

Dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub, kataNya, “Siapa yang telah membendung laut dengan pintu, ketika laut itu membual ke luar dari dalam rahim samudera? Ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya? Ketika Aku menetapkan batasnya dan memasang palang serta pintu? Ketika Aku berfirman: Sampai di sini engkau boelh datang dan jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan?”

Mazmur Tanggapan (Mzm 107:23-26.28-31)

Ref: Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Ada orang yang mengarungi laut dengan kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas. Mereka melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan dan karya-karyaNya yang ajaib di tempat yang dalam.
  2. Tuhan berfirman, maka dibangkitkanNya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombang laut. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka.
  3. Dalam kesesakannya berseru-serulah mereka kepada Tuhan, dan Tuhan mengeluarkan mereka dari kecemasan. DibuatNyalah badai itu diam sehingga gelombang-gelombang laut pun tenang.
  4. Mereka bersukacita sebab semuanya reda, dan Tuhan menuntun mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setiaNya, karena karya-karyaNya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
 

Sungguh, yang baru sudah datang (2 Kor 5:14-17)

Saudara-saudara, kasih Kristus telah menguasai kami. Sebab kami mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka semua orang sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian. Jadi barangsiapa ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang.

 

Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya? (Mrk 4:35-40)

Sekali peristiwa, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak lalu bertolak dan membawa Yesus beserta ddngan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk, dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di atas sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia dan berkata kepadaNya, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepadaNya?”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge