Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 11
   

Berdoa Menurut Cara Yesus

DOA TUHAN. Kita mengenalnya dengan nama doa Bapa Kami. Dalam liturgi Gereja, doa ini menempati tempat penting. Misalnya dalam perayaan Ekaristi, doa ini mengawali acara komunio kudus, perjamuan Tuhan, di mana kita mengambil bagian di dalamnya. Dalam ibadat sabda, doa ini sering dipergunakan untuk menyimpulkan aneka doa (teristimewa doa umat) yang dipersembahkan kepada Tuhan. Kebanyakan orang Katolik menghafal dengan baik doa yang mendarah daging ini. Menyadari dalamnya makna doa ini, saya tidak mengerti ketika ada orang Katolik yang malu meng- ucapkan doa ini, malah menganggapnya kekanak-kanakan. Bagaimana mungkin doa yang diucapkan oleh Yesus sendiri dianggap kekanak-kanakan, bahkan membuat malu?

Doa Bapa Kami sesungguhnya memiliki beberapa dimensi khas yang mendalam. Pertama, kita mengakui kekuasaan Tuhan yang meraja atas surga dan bumi. “Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga.” Kedua, kita memohon bantuanNya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohaniah. “Berilah kami rejeki hari ini, ampunilah dosa kami, janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Ketiga, kita berjanji untuk menjadi manusia baru yang menghargai sesama. “Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Dengan dimensi-dimensi khas yang begitu kaya, pantaskah doa Tuhan ini diabaikan? Daripada mengucapkan aneka doa yang panjang, tidak teratur, dan mungkin tanpa bobot, alangkah baiknya kalau kita berdoa menurut yang diajarkan oleh Tuhan sendiri. Di sini kita mengalami langsung suasana hati Kristus yang mengajari para muridNya berdoa, karena ia sendiri pun berdoa dalam hidup harianNya. Mari kita senantiasa mengucapkan doa ini dengan kesadaran penuh akan kemuliaan Tuhan, seraya memohonkan penyelenggaraanNya atas diri kita. (ap)

  1. Pernahkah anda merenungkan secara seksama, makna doa Bapa Kami
  2. Adakah karunia cinta Tuhan yang luar biasa bagi anda satu dua hari belakangan ini?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Kamis, 18 Juni 2015
   
 
BIJI KECIL ITU BERTUMBUH MENJADI POHON YANG BESAR, SEHINGGA ANEKA BURUNG BERSARANG PADA RANTING-RANTINGNYA
   
   
   
 
2 Kor 11:1-11 | Mzm 111:1-4.7-8 | Mat 6:7-15

 

Aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma (2 Kor 11:1-11)

Sudara-saudara, alangkah baiknya, jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang tidak seberapa. Dan memang kalian sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus, sebagaimana Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya. Sebab kalian sabar saja, jika ada seseorang datang mewartakan Yesus yang lain daripada yang telah kami wartakan, atau memberikan kepadamu roh yang lain daripada yang kalian terima, atau Injil yang lain daripada yang telah kalian terima. Padahal menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dibanding rasul-rasul yang tiada taranya itu. Andaikata aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan. Sebab kami telah menyatakannya kepadamu pada segala waktu dan di dalam segala hal. Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kalian, karena aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, agar aku dapat melayani kalian. Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengahmu, aku tidak menyusahkan seorang pun. Sebab apa yang kurang padaku, dicukupi oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagimu. Dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi kebenaran Kristus dalam diriku, aku menegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kalian? Allah mengetahuinya!

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.3-4.7-8; R: 7a)

Ref: Adil dan benarlah karya tangan-Mu, ya Tuhan.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkugan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
  3. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; Perintah-Nya kokoh lestari untuk selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
 

Berdoalah kalian demikian (Mat 6:7-15)

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepadaNya. Maka berdoalah kalian demikian: Bapa kami, yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu. Datanglah kerajaanMu. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin. Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian pula. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan meng-ampuni kesalahanmu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge