Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 9
   

Bahaya Memiliki Kuasa dan Harta

KETIKA saya mendapat kesempatan melayani umat di Singapore, sejumlah umat berceritera tentang keprihatinan mereka atas situasi kemiskinan yang dihadapi oleh umat seorang imam di Indonesia, sehingga si imam hidup dalam kekurangan. Karena itu mereka rutin mengumpul dan mengirim bantuan kepadanya. Saya kaget mendengar ceritera tersebut. Saya mengenal imam tersebut dan tahu pasti, bahwa ia tidak hidup dalam kondisi miskin. Umatnya memang tidak kaya raya, tetapi mereka menjamin hidup imam tersebut secukupnya. Saya mengajak salah satu dari umat tersebut untuk berbicara secara pribadi. Ia belum pernah melihat langsung tempat si imam itu. Ketika saya sampaikan, bahwa saya kenal imam itu dan ia tidak membutuhkan bantuan, umat tersebut terkejut. Ia kaget ketika menyadari bahwa si imam itu berbohong.

Yesus mengingatkan para murid akan bahaya menyalahgunakan jabatan pelayanan untuk kepentingan ekonomi. Ia menuding para ahli Taurat yang suka berdoa panjang-panjang tetapi cara hidupnya justru menindas kaum miskin. Mereka disebut mencaplok rumah janda-janda. Pelayanan itu untuk keselamatan jiwa umat, soal ekonomi hanya datang sebagai akibat, itu pun sebatas perlu untuk hidup, bukan untuk bermewah-mewah. Golongan para imam, sebagai warga suku Lewi, tidak memperoleh warisan seperti suku- suku lain, tetapi persepuluhan yang diberikan oleh seluruh bangsa jelas bukan sedikit. Tak ada alasan bagi kaum pelayan Allah ini untuk hidup berfoya-foya di atas kebaikan orang lain.

Di dalam masyarakat saat ini banyak berkembang konsep jabatan sebagai sebuah amanah. Jabatan itu peluang yang diberikan Tuhan untuk melayani orang banyak. Karena itu jabatan bukanlah jalan meraih kuasa dan kekayaan, melainkan untuk memanfaatkan karisma dan energi yang dianugerahkan Tuhan demi kepentingan banyak orang. Umat Kristiani perlu menghayati pola ini. Namun sering kita memandang dengan prihatin, bagaimana orang memanipulasi jabatannya untuk memperkaya diri. Maka tak heran kalau korupsi merajalela di dalam birokrasi, hingga menyentuh kalangan Gereja. Tidak sedikit kita mendengar keluhan dan kritikan banyak orang tentang pelayan Tuhan yang hidup mewah bergelimang harta. Gereja menjadi tempat menimba harta, bukan meraih kekayaan spiritual yang menghantar orang kepada keselamatan.

Kritikan Yesus di atas hendaknya menjadi peringatan bagi kita sekalian, bahwa ketika kita suka mengumpulkan harta , sangat mungkin kita akan menjadi hamba harta. Saya teringat akan nasehat seorang pembimbing rohaniku dulu. "Semakin banyak harta yang kamu miliki, semakin hartamu itu memiliki dirimu." Mari kita menanggapi firman Tuhan. (ap)

  1. Menurut anda, sudahkah komunitas anda melihat jabatan sebagai jalan pelayanan?
  2. Apa wujud-wujud pelayanan sebagai amanah jabatan tersebut?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Sabtu, 6 Juni 2015
   
 
AJARILAH MEREKA SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI AKHIR ZAMAN
   
   
   
 
Tb 12:1.5-15.20 | Tb 13:2.6.7.8 | Mrk 12:38-44

 

Aku naik kepada Dia yang mengutus aku. Tetapi kalian, pujilah Allah (Tb 12:1.5-15.20)

Setelah perayaan nikah Tobia dan Sara selesai, Tobit memanggil anaknya Tobia dan berkata, “Anakku, jangan lupa memberikan upah kepada orang yang mengantar engkau. Dan ingatlah untuk menambah upahnya!” Maka Tobit berkata kepada Rafael, “Ambillah sebagai upahmu separuh dari segala sesuatu yang kau bawa waktu datang lalu engkau boleh pergi dengan selamat.”
Tetapi Rafael memanggil Tobit dan Tobia sendiri-sendiri, lalu berkata kepda mereka, “Pujilah Allah dan muliakanlah Dia di hadapan semua orang yang hidup, karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepadamu. Pujilah nama-Nya, dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya. Wartakanlah kepada semua orang perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia. Memang rahasia raja patut disembunyikan, tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan dan dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kalian.
Lebih baiklah doa yang benar dan sedekah yang jujur daripada kekayaan orang lalim. Sungguh, sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang memberi sedekah akan mencapai umur panjang. Sebaliknya, orang yang melakukan dosa dan kejahatan, merugikan diri sendiri. Segenap kebenaran akan kuwartakan kepadamu dan tidak satu pun kusembunyikan terhadap kalian.
Sudah kutandaskan kepadamu. Rahasia raja patut disembunyikan tetapi perbuatan Allah pantaslah disingkapkan. Maka ketahuilah, ketika engkau dan Sara berdoa, akulah yang menyampaikan ingatan akan doamu itu kehadapan kemuliaan Tuhan. Demikian pula waktu engkau menguburkan orang-orang mati! Ketika engkau serta merta bangkit dan meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani janazah itu, akulah yang diutus untuk mencobai engkau. Lagi pula, aku jugalah yang diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.
Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Allah yang mulia. Oleh sebab itu pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku. Tuliskanlah segala sesuatu yang telah terjadi atas dirimu.”
Lalu Rafael naik dan tidak dapat mereka lihat.

Mazmur Tanggapan (Tb 13:2.6.7.8; R: 2a)

Ref: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.

  1. Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, kerajaan-Nya tetap sepanjang sekalian abad. Memang Ia menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
  2. Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
  3. Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
  4. Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar dihadapan-Nya. Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepadamu.
 

Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang yang lain (Mrk 12:38-44)

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaranNya berkata, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa panjang-panjang. Mereka ini pasti menerima hukuman yang lebih berat.”
Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para muridNya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge