Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 12
   

Ukuran Yang Tepat

DALAM banyak situs entertainment seperti Youtube, saya suka menonton klip-klip video tentang relasi binatang dan manusia. Yang paling menarik adalah beberapa video tentang anjing yang bertemu kembali dengan tuannya sesudah sekian lama berpisah, seperti tentara yang pulang dari medan tugas, profesional yang beberapa tahun bertugas di negara lain karena urusan kantor, dan sebagainya. Sejumlah ahli dan pelatih anjing mengatakan, bahwa sikap anjing itu sangat bergantung pada sikap tuannya. Anjing itu binatang yang sangat perasa. Jika dia diperlakukan dengan penuh hormat dan kasih sayang, tak ada makluk hidup lain yang lebih setia daripada anjing kepada tuannya.

Saya teringat akan kata-kata Yesus dalam bacaan hari ini, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Walaupun Sabda Yesus itu tepat dan perlu diperhatikan, dalam praktek manusia bisa bertindak lebih buruk dari binatang. Anjing yang disayangi dan diperlakukan dengan benar tidak akan pernah mencelakakan tuannya. Tetapi manusia yang disayangi bisa menjadi pengkianat yang paling sadis, dan mencelakai orang yang mempercayai- nya, yang seharusnya dilindunginya. Banyak kepala negara misalnya dibunuh atau diambil alih kekuasaannya justru oleh orang kepercayaannya. Seorang direktur perusahaan bahkan dipecat oleh anaknya sendiri setelah ia mewariskan semua hartanya kepada anaknya. Seorang pebisnis justru ditipu oleh rekan kepercayaannya. Masi banyak kasus lain yang memberi gambaran pengkianatan manusia.

Menanggapi semua ini, Yesus mengajarkan kita melakukan yang benar. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatalah demikian juga kepada mereka.” Dengan kata lain: Segala sesuatu yang kamu tidak ingin orang lain perbuat kepada-mu, jangan lakukan itu kepada orang lain. Jika kita ingin dihormati, tidak perlu berpikir untuk berprestasi atau berkuasa, cukuplah belajar untuk menghormati sesama. Jika kita ingin disayangi, tentu kita harus belajar menyayangi orang. Mari kita bertindak yang benar di mata manusia, semoga dengan itu kita pun dibenarkan di hadapan Tuhan. (ap)

  1. Pernahkah anda mengkianati, atau setidak-tidaknya berencana untuk mengkianati seseorang di dalam hidup?
  2. Jika pernah, mengapa anda melakukannya? Sudahkah anda mengusahakan rekonsiliasi dengan orang tersebut?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Selasa, 23 Juni 2015
   
 
YESUS BANGUN, MENGHARDIK BADAI ITU, SEHINGGA DANAU PUN MENJADI
SANGAT TENANG
   
   
   
 
Kej 13:2.5-18 | Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5 | Mat 7:6.12-14

 

Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, sebab kita ini kerabat
(Kej 13:2.5-18)

Abram itu seorang yang sangat kaya. Ia memiliki banyak ternak, perak dan emas. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram mempunyai domba dan lembu serta kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot, “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untukmu? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku: jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”
Lalu Lot melayangkan pandangannya, dan dilihatnyalah bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnakan Sodom dan Gomora. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu; lalu ia berangkat ke sebelah Timur, dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Setelah Lot berpisah dari Abram, bersabdalah Tuhan kepada Abram, “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke Timur dan ke Barat, Utara dan Selatan. Seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu, untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu banyak seperti debu tanah. Sebagaimana debu tanah tak dapat dihitung, demikian pun keturunanmu tak terhitung banyaknya. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.” Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan ia menetap di dekat pohon-pohon terbantin di Mamre, dekat Hebron. Lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R: 1a)

Ref: Tuhan, siapakah yang boleh menumpang di kemah-Mu?

  1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
  2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
  3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
 

Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (Mat 7:6.12-14)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak oleh kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge