Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2015
  MASA BIASA PEKAN 9
   
Kekuatan Yang Tersembunyi

TANGAN KAISAR praktis masuk ke dalam seluruh aspek kehidupan orang-orang, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat. Apalagi bangsa taklukan seperti Israel. Ibaratnya mata, telinga, tangan dan kaki kaisar itu bisa masuk ke kamar tidur seseorang. Di mana-mana ada pegawai kaisar, tentara, mata-mata dan para kolaboratornya seperti pegawai pajak. Semua ini melayani satu kepentingan, yakni kemakmuran kekaisaran Romawi. Membayar pajak itu jelas bukan dari kehendak bebas, tetapi sebuah kewajiban karena realitas politik yang tak terhindarkan. Yesus memanfaatkan pertanyaan itu untuk mengajar umat beriman tentang ke- wajiban kepada Allah. Jika kepada kaisar saja orang begitu taat, mengapa kepada Allah orang tidak taat? Bukankah tangan Allah jauh lebih kuat dan luas jangkauannya, dan lebih mempengaruhi seluruh kehidupan manusia, termasuk menentukan mati dan hidupnya seseorang?

Di sejumlah paroki yang pernah saya layani, saya bertemu dengan beberapa katekis yang sangat tinggi dedikasinya. Padahal honor mereka tidak seberapa, bahkan masih di bawah garis kehidupan layak. Walaupun mereka harus mencari penghasilan tambahan, dedikasi mereka tak pernah merosot. Mereka bahkan sanggup hidup susah. Namun, ketika mereka menjadi pegawai negeri, dedikasinya itu merosot, padahal pola kerjanya tetap sama sementara tunjangan negara lebih tinggi. Ternyata loyalitas mereka bergeser. Walaupun tetap berkarya di bidang yang sama untuk tujuan yang sama,, praktis “tuannya” sudah berbeda, karena yang menjamin ekonominya bukan lagi keuskupan atau paroki melainkan negara melalui pemerintah.

Fakta hidup seperti ini perlu direnungkan dan ditanggapi secara dewasa, agar kita tidak sampai menggadaikan iman demi kepentingan atau loyalitas tersebut di atas. Iman tak bisa diatur seperti hukum sipil, karena itu setiap pelanggaran hanya mengakibatkan sanksi moral, tak ada sangsi hukuman fisik yang bersifat wajib. Maka sangat diperlukan kesadaran pribadi, agar di samping mengabdi negara, kita tak mengabaikan pengabdian kepada Tuhan, Sang Pemberi Hidup. (ap)

  1. Menurut anda, bisakah anda mendamaikan kewajiban kepada Tuhan dan kepada negara?
  2. Apa konflik yang anda hadapi? Bagaimana jalan keluargnya?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 1 2 3 4
  Selasa, 2 Juni 2015
   
 
AJARILAH MEREKA SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI AKHIR ZAMAN
   
   
   
 
Tb 2:10-23 | Mzm 112:1-2.7bc-8.9 | Mrk 12:13-17

 

Semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku, karena bitnik-bintik putih itu (Tb 2:10-23)

Pada malam sesudah menguburkan jenazah, aku, Tobit, membasuh diri. Lalu aku pergi ke pelataran rumah dan tidur dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena udara panas. Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat diatas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat kedalam mataku, lalu muncullah bintik-bintik putih. Aku pun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke kota Elumeis.
Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan wanita. Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upah dibayar dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan. Tetapi setibanya di rumahku, anak kambing itu mengembik. Maka aku memangggil isteriku dan bertanya, “Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak boleh makan barang curian!” Sahut isteriku, “Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah.” Tetapi aku tidak percaya kepada isteriku. Maka kusuruh dia mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya. Karena perkara itu, aku sangat malu karena isteriku. Tetapi dia membantah, katanya, “Apa gunanya kebajikanmu? Apa faedahnya semua amalmu itu? Lihat saja apa gunanya bagimu!”

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:1-2.7bc-8.9; R: lh.7c)

Ref: Hati orang jujur teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
  2. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.
  3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah (Mrk 12:13-17)

Pada waktu itu beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus, untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepadaNya, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur. Engkau tidak takut kepada siapa pun, sebab Engkau tidak mencari muka, tetapi dengan jujur mengajarkan jalan Allah. Nah, bolehlah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mencobai Aku? Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!” Mereka menunjukkan sekeping dinar. Lalu Yesus bertanya, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge