Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 17
   
Penemuan yang mengubah jalan hidup.

SEBELUM terluka dalam peperangan di benteng Pamplona, Ignasius Loyola tidak memiliki tujuan lain daripada keberhasilan dan ketenaran dalam hidup. Namun semua itu berubah akibat pertemuannya dengan Yesus. Terbaring tanpa daya karena luka-lukanya, ia mengisi waktunya dengan membaca. Tapi tak ada buku lain selain buku tentang Kristus dan para orang kudus. Walaupun tidak dengan sepenuh hati, buku itu dibaca juga. Namun di sini lah titik perubahan itu terjadi. Apa yang dibacanya tertanam kuat di dalam hatinya. Batinnya terasa sejuk. Akhirnya, ia memutuskan untuk menekuni cara hidup yang mengabdi kepada kepahlawanan rohaniah. Itu lah cikal bakal Serikat Jesuit yang mempersembahkan hidup bagi Kerajaan Allah.

Masih dalam konteks perumpamaan tentang Kerajaan Allah, Kristus mengingatkan kita untuk menyadari apa nilai utama dalam hidup. Yang baik hendaknya dipisahkan dari yang jahat. Kerajaan Allah haruslah ditegakkan di tengah kedosaan dunia. Siapa yang akan melakukannya? Kita orang- orang yang menerima Kristus. Seperti nelayan memisahkan ikan yang baik dan yang buruk, kita pun harus memisahkan nilai-nilai Kerajaan Allah dari nilai-nilai dunia, sehingga dengan daya-daya baru yang kita miliki, kita dapat bersaksi tentang keselamatan dalam nama Yesus. Dengan demikian, orang-orang memiliki kesempatan untuk mengenal Kristus. Bukankah dengan itu pintu jalan keselamatan mulai dibuka? (ap)

  1. Pernahkah anda disesatkan oleh nilai-nilai dunia sehingg anda mengingkari Tuhan dan keselamatan yang ditawarkanNya?
  2. Menurut anda, apa wujud konkrit sumbangan anda bagi pengembangan Kerajaan Allah saat ini?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Kamis, 31 Juli 2014
 
St. Ignatius Loyola
 

KERAJAAN SURGA ITU SEUMPAMA
HARTA TERPENDAM
YANG DITEMUKAN ORANG DI LADANG

   
   
   
 
Yer 18:1-6 | Mzm 146:2-6 | Mat 13:47-53

 

Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku (Yer 18:1-6)

Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Pergilah segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak ditangannya, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya. Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! Demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!”

Mazmur Tanggapan (Mzm 146:2-6; R: 5a)

Ref: Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.

  1. Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
  2. Jangan percaya kepada para bangsawan, kepada anak-manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksud hatinya.
  3. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.
 

Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang (Mat 13:47-53)

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu,yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge