Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 16
   
Tuhan menghargai cinta sejati dan menganjarinya secara pantas

HARI SABAT sudah lewat, saatnya untuk kembali ke aktivitas normal. Yang terpikirkan oleh kaum perempuan adalah menuju kubur Yesus. Bukankah Sang Guru yang terkasih itu dikuburkan secara terburu-buru, tanpa ada penghormatan yang memadai? Tubuhnya tak dirawat secara tepat. Baru dua malam ia di dalam kubur. Mungkin sudah berbau, tetapi masih bisa dilakukan sesuatu sebagai tanda cinta dan penghormatan. Tapi apa yang mereka temukan? Hanya ada kubur yang kosong. Heran, sedih, bingung bergelayut di hati mereka. Satu per satu mereka beranjak meninggalkan kubur yang kosong itu. Semua, kecuali seorang, Maria Magdalena. Mengapa ia tak juga pergi? Jika jenazah Yesus dicuri, bukankah pencurinya bisa berada di sekitar situ? Atau antek-anteknya? Bukankan itu berbahaya bagi dirinya? Semua itu tak masuk ke benaknya. Yang ia miliki hanya rasa cinta yang mengatasi segala rasa lain. Ia sedih, ia menangis, tetapi ia tetap ada di sana. Rasa cinta yang dalam itu telah mengalahkan segalanya. Ia hanya ingin berada sedekat mungkin dengan tempat yang membuatnya terkenang akan Sang Guru. Keselamatan diri tidaklah terlalu penting lagi, kalau ada di situ bisa membuatnya merasa menyatu dengan Sang Guru. Kalaupun terbunuh, bukankah dengan itu ia sesegera mungkin bertemu Dia di alam maut? Dan, kasih sejati itu memperoleh ganjarannya saat itu juga. "Maria", kata Yesus. "Rabuni", sahut Maria penuh sukacita. Ia lah manusia pertama yang menjadi saksi kebangkitan. Ia lah orang pertama yang beradu kata dengan Sang Guru yang telah bangkit. Bukankah itu karunia yang sangat istimewa dan ganjaran yang layak bagi kesetiaannya?

Sosok Maria Magdalena yang meratap di depan kubur yang kosong telah menjadi inspirasi bagi banyak seniman yang melahirkannya dalam bentuk lukisan, lagu, puisi, novel, film dan sebagainya. Ada yang memandangnya dengan sangat positip, yang lain melihatnya secara skeptis, bahkan oleh Dan Brown dalam novel "The Da Vinci Code", ia ditampilkan sebagai isteri Yesus. Kontroversi apapun yang melingkupi potret dirinya, fakta injili yang ktia imani ialah, bahwa Maria menjadi saksi kebangkitan Yesus. Mengapa karunia besar ini tidak diberikan kepada Petrus, Yohanes, atau sekalian para rasul? Jawabannya hanya satu, yakni keutuhan cinta yang setia. Bukankah Yesus sendiri mengatakan, bahwa Ia akan setia kepada mereka yang setia kepadaNya? Pada peringatan St. Maria Magdalena, mari kita berdoa agar orang-orang Kristiani makin menghargai dan mengusahakan kemurnian cinta kepada Tuhan yang perlu diwujudkan dalam bentuk cinta kepada sesama manusia. (ap)

  1. Pernahkah kesedihan hati membutakan mata iman anda? Bagaimana cara Tuhan menuntunmu keluar dari kegelapan?
  2. Siapkah anda menjadi penghibur bagi mereka yang tenggelap dalam dukacita dan kehilangan Kristus?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Selasa, 22 Juli 2014
 
St. Maria Magdalena
 

KETIKA WAKTU MENUAI TIBA,
KUMPULKANLAH GANDUM ITU DAN BAWALAH KE DALAM LUMBUNGKU

   
   
   
 
Kid 3:1-4a | Mzm 63:2-6.8-9 | Yoh 20:1.11-18

 

Aku telah menemukan jantung hatiku (Kid 3:1-4a)

Di dalam kerinduannya, sang mempelai berkata, "Pada malam hari, di atas peraduanku, kucari jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku bangun dan berkeliling di kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan, kucari dia, jantung hatiku. Kucari dia, tapi tak kutemukan. Aku ditemui peronda-peronda kota. 'Apakah kamu melihat jantung hatiku?' Baru saja meninggalkan mereka, kutemukan jantung hatiku. Kupegang dia dan tak kulepaskan lagi."

Mazmur Tanggapan (Mzm 63:1-6.8-9; R: 2b)

Ref: Jiwaku haus akan Dikau, ya Allahku.

  1. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau. Jiwaku haus akan Dikau, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus yang tiada berair.
  2. Demikianlah aku rindu memandangMu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaanMu. Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup, bibirku akan memegahkan Dikau.
  3. Aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu. Seperti dijamu lemah dan sumsum jiwaku dikenyangkan, bibirku bersorak-sorai, mulutku memuji-muji.
  4. Sungguh, Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepadaMu.
 

Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari? (Yoh 20:1.11-18)

Pada hari Minggu Paskah, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka, "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia dsiletakkan."
Sesudah berkata demikian, Maria menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman. Maka ia berkata kepadanya, "Tuan, jikalau Tuhan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya." Kata Yesus kepadanya, "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani, "Rabuni!" artinya: Guru. Kata Yesus kepadanya, "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan!" Dan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge