Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 16
   
Tak akan ada panen kalau tak pernah menabur...

DI TAHUN 1988, beredar sebuah buku yang berjudul "Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai" yang membahas tragedi G30S/PKI dan peran Sukarno di dalamnya. Di jaman ketika rejim Orde Baru sangat berkuasa, buku ini sangat luas dipromosikan, bahkan dinilai sebagai tulisan objektif karena membuka fakta sejarah apa adanya. Namun sejalan dengan perkembangan politik Indonesia ke arah demokrasi masyarakat madani, orang mulai berani menggugat tulisan tersebut. Bahkan kini orang menampilkan figur Sukarno yang menaburkan semangat kebangsaan yang memberi harga diri bagi semua orang Indonesia. Dengan kata lain, benih taburan Sukarno, yang coba dikaburkan oleh rejim Orde Baru, sekarang mulai menumbuhkan buah- buah baru identitas bangsa yang bergerak dalam perubahan global. Tetapi identitas baru itu tidak akan nampak sekarang kalau dulu pendiri bangsa ini tidak melupakan diri dan sepenuhnya memusatkan perhatian pada upaya mempersatukan semua perbedaan.

Membaca perumpamaan tentang penabur yang disampaikan Yesus, saya berpikir, tujuan utama Yesus adalah mendorong para murid untuk berpikir. Mereka sudah diberi karunia rahmat mendengarkan Firman Tuhan. Peranan Tuhan sebagai penabur benih itu sudah jalan. Apa yang akan terjadi dengan benih itu bergantung pada mereka yang mendengarnya. Akan tetapi, peran sebagai pewarta itu sangat penting, karena tanpa pewartaan, lahan sebaik apapun tidak akan menumbuhkan apa-apa.

Memperhatikan situasi umat masa kini, mari kita mengambil peran aktip sebagai penebar benih Sabda. Pasti ada penolakan yang membuat kita bisa berpikir, bahwa pekerjaan kita sia-sia. Akan tetapi jika pewartaan diabaikan, peluang untuk bertumbuh dalam iman justru ditutup. Gerakkanlah selalu kesadaran untuk bermisi. Ada kegagalan, tetapi di sela-selanya selalu ada buah-buah manis yang membawa pengharapan.(ap)

  1. Di lingkungan hidup anda, apa tantangan terbesar yang menghalangi anda mewujudkan peranan sebagai pewarta Firman Tuhan?
  2. Apakah anda melihatnya sebagai peluang untuk terus berusaha atau penghalang untuk berlangkah maju?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Rabu, 23 Juli 2014
 
 

KETIKA WAKTU MENUAI TIBA,
KUMPULKANLAH GANDUM ITU DAN BAWALAH KE DALAM LUMBUNGKU

   
   
   
 
Yer 1:1.4-10 | Mzm 71:1-4a.5-6ab.15ab.17 | Mat 13:1-9

 

Aku menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa (Yer 1:1.4-10)

Inilah perkataan Yeremia, bin Hilkia, dari keluarga imam yang tinggal di Anatot, di tanah Benyamin. Pada zaman Raja Yosia turunlah sabda Tuhan kepadaku sebagai berikut, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau dilahirkan, Aku telah menguduskan dikau, Aku telah menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa.” Maka aku menjawab, “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku ini tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda belia.” Tetapi Tuhan bersabda kepadaku, “Janganlah berkata, ‘Aku ini masih muda belia,’ tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi. Dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan dikau.” Demikianlah sabda Tuhan.
Lalu Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku. Ia bersabda kepadaku, “Sesungguhnya Aku menaruh sabda-Ku dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 71:1-4a.5-6ab.15ab.17; R: 15)

Ref: Mulutku akan menceritakan keselamatan yang datang dari Dikau, ya Tuhan.

  1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sedengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
  3. Sebab Engkaulah harapan-Ku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
  4. Mulutku akan menceritakan keadilan-mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
 

Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda (Mat 13:1-9)

Pada suatu hari Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perempamaan. Ia berkata, “ Ada seorang penabur keluar menaburkan benih. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu burung-burung datang memakannya. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya; lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagaian lagi jatuh di semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengarkan.!”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge