Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 15
   
Mari kita siapkan ladang hati agar layak bagi taburan benih Sabda Tuhan

SEBAGAI anak desa, saya biasa melihat cara-cara orang desa bekerja. Kadang-kadang saya ikut juga mengolah tanah bersama ayah saya yang seorang petani lahan kering. Sambil menanti hujan turun, ladang disiapkan. Tanaman-tanaman liar ditebas. Tanah dipacul. Batu-batu dikumpulkan dan ditumpuk di satu tempat sehingga ada tanah gembur yang memadai untuk ditanami. Turunnya hujan disambut dengan sukacita karena benih-benih baru akan ditanam, karena dengan demikian sudah ada harapan, bahwa makanan akan terjamin dan mungkin ada uang cukup untuk keperluan lain. Namun kalau hujan sudah terlalu banyak, para petani mulai cemas karena tanaman bakal rusak. Munculnya matahari sangat dinantikan. Dari sini saya melihat, bahwa benih saja tidak akan memadai. Harus ada ladang yang disiapkan dengan baik, hujan atau air yang memadai, sinar matahari yang cukup dan perawatan dari gangguan hewan dan rumput liar.

Yesus memakai perumpamaan tentang penabur untuk menggambarkan pertumbuhan Kerajaan Allah. Dengan latar belakang masyarakat agraris di seputar danau Galilea, Yesus agaknya melihat perumpamaan itu dapat menjadi medium penyadaran peranan masing-masing pihak dalam karya keselamatan. Tuhan menabur Sabda melalui para utusanNya, termasuk Yesus sendiri. Karya itu tidak selalu berhasil, karena ada banyak hadangan, karena orang bisa menolak Sabda itu, atau kuasa kegelapan menghimpit manusia dengan godaan yang melahirkan kebimbangan, dan sebagainya. Namun jika Sabda itu hidup dan berkembang, buah-buah keselamatan akan sangat nyata dan memberi harapan dan hidup bagi banyak orang.

Apa komitmen yang bisa kita bangun untuk turut serta dalam karya besar Ilahi ini? Pertama-tama, karunia iman datang dari Allah, namun kita wajib menyiapkan ladang hati. Nurani perlu ditempa dalam refleksi, meditasi, pantang, puasa dan aneka latihan rohani lain. Benih iman perlu diairi dengan kasih sayang, sehingga makin berkembang dan kokoh. Dan kita perlu bekerja sama dengan sesama memelihara benih-benih iman itu, seperti melindungi diri dan komunitas dari godaan harta, kuasa, gaya hidup mewah, dan sebagainya. Batu-batu rohani seperti fanatisme, kekerasan hati, kedegilan, dan sebagainya harus juga disingkirkan. Dan bersama dengan sesama kaum beriman, kita bekerja menegakkan nilai-nilai moral yang benar, hidup sosial yang menunjang, sebagai wujud tanggung jawab bersama memelihara Kerajaan Allah. Semua elemen ini hanya akan efektif kalau terus disirami oleh rahmat kasih Tuhan, Matahari sejati. Maka doa dan harapan yang terus menerus perlu digalakkan. Unsur-unsur ini: nurani yang terlatih, kasih yang tulus, hidup moral dan sosial yang berkualtias akan menjadi kekuatan sempurna untuk menunjang Kerajaan Allah, dalam limpahan rahmat kasih dan penyelenggaraan Tuhan. (ap)

  1. Apa bentuk pengolahan ladang hati anda bagi benih-benih iman dari Tuhan?
  2. Apa hasil konkrit yang anda nikmati dari perjuangan tersebut?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Minggu, 13 Juli 2014
 
 

BENIH YANG JATUH KE TANAH YANG BAIK BERBUAH SERATUS KALI LIPAT, ENAM PULUH KALI LIPAT DAN TIGA PULUH KALI LIPAT

   
   
   
 
Yes 55:10-11 | Mzm 65:10-14 | Rm 8:18-23 | Mat 13:1-23

 

Hujan menyuburkan bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan (Yes 55:10-11)

Beginilah firman Tuhan, Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana melainkan mengairi bumi, membuat subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada yang mau makan, demikianlah Firman Tuhan yang keluar dari mulutKu: Ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Mazmur Tanggapan (Mzm 65:10-14; R: Luk 8:8)

Ref: Tuhan memberkati umatNya, dengan damai sejahtera.

  1. Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan: E ngkau membuatnya sangat kaya. Sungai-sungai Allah penuh air, Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
  2. Ya, beginilah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya; dengan deras hujan Engkau menggemburkannya dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.
  3. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikanMu, jejakMu mengeluarkan lemah; tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai.
 

Dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan (Rm 8:18-23)

Saudara-saudara, aku yakin, penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri melainkan karena kehendak Dia yang telah menaklukannya, tetapi penaklukan ini dalam pengharapan, sebab makhluk itu sendiri juka akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan, dan masuk ke dalam kemerdekaan mulia anak-anak Allah. Kita tahu, sampai sekarang segala makluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersain, dan bukan hanya makhluk-makhluk itu saja! Kita yang telah menerima Roh Kudus sebagai anugerah sulung dari Allah, kita pun mengeluh dalam hati, sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pemberkatan tubuh kita.

Ada seorang penabur keluar untuk menabur (Mat 13:1-23)

Pada suatu hari, Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan-perumpamaan. Ia berkata, "Ada seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benuh itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung-burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tumbuhan itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu semakin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus ganda, ada yang enam puluh ganda, ada yang tiga puluh ganda. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan."
Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya, "Mengapa Engkau mengajar dengan perumpamaan?" Jawab Yesus, "Kamu diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai akan diberi lagi sampai ia berkelimpahan, tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena sekalipun melihat mereka tidak tahu, dan sekalipun mendengar mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya yang berbunyi, 'Kamu akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap, sebab hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat untuk mendengar dan matanya melekat tertutup; agar jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.' Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat tetapi tidak melihatnya, mendengar apa yang kamu dengar tetapi tidak mendengarnya. Karena itu dengarlah arti perumpamaan tentang penabur ini. Setiap orang yang mendengar Firman tentang Kerajaan Surga tetapi tidak mengerti, akan didatangi si jahat yang merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar Firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar. Apabila datang penindasan dan penganiayaan karena Firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar Firman itu, lalu Firman itu terhimpit oleh kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan Firman itu dan mengerti, dan karena itu berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh dan ada yang tiga puluh kali lipat."

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge