Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 14
   
Penghiburan di bawah bayang-bayang salib

KITA mengawali refleksi hari ini dengan lirik lagu "In the Shadow of the Cross", buah karya Willam J. Henry.

In the shadow of the cross let me hide,
There the Savior for my sins bled and died;
There the precious, cleansing fount
Flows so free from Calv’ry’s mount,
In the shadow of the cross let me hide.

REFRAIN:
In the shadow of the cross I will rest,
For with everlasting peace I am blest;
Here I dwell in love unknown,
Streaming down from heaven’s throne,
In the shadow of the cross I will rest.

In the shadow of the cross, blessed place!
Living only for the Lord, by His grace;
What He says I’ll gladly do,
Ever standing firm and true,
In the shadow of the cross, blessed place!

Kristus yang adalah Anak Allah, pribadi kedua dalam Allah Tritunggal yang Mahakudus, harus melewati sengsara dan wafat disalib, sebelum sampai ke kebangkitan mulia yang menyelamatkan. Jika Tuhan yang mahakuasa pun harus menderita untuk membuka jalan menuju kemuliaan bagi manusia, berhakkah kita menuntut perlakuan mulia dari orang-orang dunia? Yesus sendiri sudah mengingatkan, bahwa apa yang dialamiNya akan menjadi pengalaman para utusanNya. Namun, ada satu janji penghiburan yang diberikan Sang Guru. "Barangsiapa mengakui aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan BapaKu", kata Yesus. Pengakuan inilah yang akan menghantar orang ke dalam kemuliaan surgawi.

Salib itu memang sakit dan menakutkan. Siapakah yang tidak ingin agar salib itu menjauh dari dirinya? Namun salib sering kali tak terhindarkan, karena pewartaan Injil yang menghantar manusia menjadi anak-anak Allah. sering dilihat dunia dan orang-orang sebagai gangguan yang harus dilawan dan dihancurkan. Lalu, apakah kita perlu meninggalkan salib? Tidak, tetapi ktia boleh memberinya makna baru. Kita perlu memberinya wajah baru. Salib bukanlah sekedar rasa pedih namun sumber harapan dan sukacita rohaniah.(ap)

  1. Jika Tuhan tidak menjadi andalan dirimu, nilai apa yang menggantikan penyelenggaraanNya?
  2. Apa usaha konkrit anda untuk mempertemukan keahlian manusiawi anda dengan iman kepada Tuhan?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Sabtu, 12 Juli 2014
 
 

MARILAH KEPADAKU SEMUA YANG LETIH DAN BERBEBAN BERAT, AKU AKAN MEMBERIKAN RASA LEGA KEPADAMU

   
   
   
 
Yes 6:1-8 | Mzm 93:1-2.5 | Mat 10:24-33

 

Aku ini orang yang berbibir najis, dan mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam (Yes 6:1-8)

Dalam tahun wafatnya Raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung juba-Nya memenuhi bait suci. Para Serafim ada di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutup muka mereka, dua saya dipakai untuk menutup kaki. Dan dua sayap untuk melayang-layang. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya! Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini orang yang berbibir najis, dan aku tinggal di tengah bangsa yang berbibir najis, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan daku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan bersabda, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”

Mazmur Tanggapan (Mzm 93:1-2.5; R: 1a)

Ref: Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan.

  1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
  2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah! Takhta-Mu tegak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
  3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan, sepanjang masa!
 

Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan (Mat 10:24-33)

Pada waktu itu Yesus bersabda kepda kedua belas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atas rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Ku akui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge