Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 17
   
Harta tak ternilai itu terpendam di dalam rumahmu sendiri, bukan di tempat lain

KOLONIALISME yang begitu banyak membawa penderitaan bagi bangsa- bangsa terjajah sesungguhnya bersumber pada ketamakan hati para pelaku untuk mencari harta kekayaan. Alkisah, sejumlah suku di Amerika Latin dibantai oleh para pencari harta karena di tempat mereka ada banyak batu- batu emas yang berserakan di jalan. Bagi mereka, itu tak lebih daripada bongkah-bongkah batu, karena harta berharga bagi mereka tidak diukur dengan emas. Pencari emas mengira mereka manusia maha kaya yang memiliki harta tak terkira. Akibatnya, bangsa itu pun lenyap untuk suatu alasan yang tidak mereka mengerti.

Yesus tidak mengajarkan seseorang untuk mencari harta tak ternilai itu dengan kekerasan. Namun Ia menjadikannya sebagai perumpamaan dari segi semangat yang tak kunjung putus. Jika seseorang menemukan harta itu, ia akan dengan mudah melepaskan semua harta yang lain dan berjuang untuk meraihnya. Yang menjadi pertanyaan bagi kita ialah, apa sebetulnya harta tak ternilai itu? Yesus menyebutnya Kerajaan Allah. Di sinilah titik tolak kita, yakni di mana itu Kerajaan Allah.

Dengan berpedoman pada pewartaan oleh Kristus sendiri, kita diingatkan untuk mendefinisikan Kerajaan Allah sebagai nilai utama dalam hidup, di mana Tuhan bertemu dan bersatu dengan umatNya, sehingga keselamatan itu dikaruniakan kepada mereka yang percaya kepadaNya. Tantangan terbesar bagi kita ialah bagaimana menjadikan Kerajaan Allah itu nilai utama, karena tuntutan hidup masa kini seringkali menempatkan banyak nilai lain sebagai sasaran utama? Jawabannya adalah menoleh ke dalam hati sendiri, apa tujuan hidup kita. Jika tujuan hidup itu adalah keselamatan, harta itu justru kita temukan dalam menggali kekayaan nurani sendiri. (ap)

  1. Pernahkah anda mendefinisikan tujuan hidup anda saat ini?
  2. Adakah kaitannya dengan nilai-nilai Kerajaan Allah?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Minggu, 27 Juli 2014
 
 

KERAJAAN SURGA ITU SEUMPAMA
HARTA TERPENDAM
YANG DITEMUKAN ORANG DI LADANG

   
   
   
 
1 Raj 3:5.7-12 | Mzm 119:57.72.76-77.127-130 | Rm 8:28-30 | Mat 13:44-52

 

Salomo meminta hikmat dan pengertian (1 Raj 3:5.7-12)

Pada suatu malam, Tuhan nenampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi. Beginilah firman Tuhan Allah, "Mintallah apa yang kauharapkan daripadaKu!" Lalu Salomo berkata, "Ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hambaMu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hambaMu ini berada di tengah-tengah umatMu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umatMu yang sangat besar ini?"
Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka berfirmanlah Allah kepada Salomo, "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur yang panjang, atau kekayaan, atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang seperti engkau."

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:57.72.76-77.127-130; R: 97a)

Ref: Betapa kucintai TauratMu, ya Tuhan.

  1. Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firmanMu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
  2. Biarlah kiranya kasih setiaMu menjadi penghiburanku sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hambaMu. Biarlah rahmatMu turun kepadaku, sehingga aku hidup, sebab TauratMu lah kegemaranku.
  3. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintahMu, lebih baik daripada emas, bahkan daripada emas tua. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titahMu, segala jalan dusta aku benci.
  4. Peringatan-peringatanMu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
 

Mereka ditentukan Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya (Rm 8:28-30)

Saudara-saudara, Kita tahu sekarang bahwa Allah telah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya AnakNya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan Allah dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.

Ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu (Mat 13:44-52)

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu dicampakkannya ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab, "Ya, kami mengerti!" Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, "Karena itu, setiap Ahli Taurat, yang menerima pelajaran tentang hal Kerajaan Surga, seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge