Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2014
  MASA BIASA PEKAN 14
   
Dalam situasi terburuk, yang masih kita miliki ialah harapan akan penyelenggaraan Tuhan

DI DALAM gereja ada tradisi khusus pemeliharaan rohani bagi para anggota angkatan bersenjata. Di Indonesia, selain para imam kapelan unit tertentu, ada juga Keuskupan Angkatan Bersenjata. Mengapa untuk kalangan prajurit ini ada pastoral khusus? Dalam kehidupan normal sehari-hari di masa damai, peranan para gembala di lingkungan ini mungkin tidak lebih daripada seorang gembala biasa di paroki-paroki atau unit-unit pelayanan kategorial lainnya. Namun di masa perang, ketika para prajurit terjun ke garis depan pertempuran, peranan seorang imam militer menjadi sangat berarti. Ia hadir untuk memberi pertolongan rohani, mendengar pengakuan, mendoakan yang terluka, memberi sakramen pengurapan atau komunio terakhir yang yang akan meninggal. "Garis depan medan pertempuran ternyata menjadi tempat banyak orang mengenal Tuhan, mungkin untuk pertama kalinya", kata Alexander Vandegrift, veteran D-Day, ketika tentara sekutu mendarat di Normandia dalam Perang Dunia II "Dalam perang, orang-orang sering bertanya tentang kebenaran fundamental, dan iman ternyata bisa memberikan sebagian jawaban", kata Timothy Broglio, Uskup Agung Militer Amerika Serikat. (KLICK) Bagi orang-orang beriman, setidak-tidaknya masih ada harapan dalam saat-saat yang paling buruk sekali pun.

Yesus didatangi oleh seorang kepala rumah ibadat yang baru saja kematian anaknya. Biasanya dalam situasi seperti ini orang-orang hanya meratapi nasib malangnya, bahkan menolak penghiburan. Namun ia malah memilih pergi ke Yesus. "Anakku baru meninggal, tetapi datanglah, letakkanlah tanganMu ke atasNya maka ia akan hidup", katanya. Gambaran pokok di sini ialah harapan akan belas kasih dan penyelenggaraan Tuhan. Ia benar, karena harapanNya dijawab oleh Tuhan. Ia tidak datang dan mengeluh mempersalahkan Tuhan. Tidak! Ia hanya memohon belas kasih. Harapan itu telah memulihkan sukacita dan kebahagiaan seluruh keluarga.

Dunia modern memanjakan kita dengan kemajuan dalam aneka bidang. Teknologi sangat mempermudah komunikasi. Namun kita juga mudah menemukan orang-orang yang berputus asa dalam kemudahan ini. Maka harapan akan penyelenggaraan Tuhan tetap relevan dan perlu kita wartakan kepada sesama manusia. Seperti kepala rumah ibadat, kita perlu selalu datang kepada Yesus. Dan seperti Yesus, kita perlu meneguhkan orang agar bertahan dalam pengharapan akan penyelenggaraan Tuhan. (ap)

  1. Pernahkah anda sampai pada tahap putus asa total dan tidak lagi memiliki sedikit pun harapan?
  2. Bagaimana wujud campur tangan Tuhan saat itu?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1
2
2 3 4
31 1 2
  Senin, 7 Juli 2014
 
 

MARILAH KEPADAKU SEMUA YANG LETIH DAN BERBEBAN BERAT, AKU AKAN MEMBERIKAN RASA LEGA KEPADAMU

   
   
   
 
Hos 2:13.14b-15.18-19 | Mzm 145:2-9 | Mat 9:18-26

 

Aku akan menjadikan dikau isteriku untuk selama-lamanya (Hos 2:13.14b-15.18-19)

Inilah sabda Tuhan, “Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku ‘Suamiku’, dan tidak lagi memanggil Aku ‘Baalku’. Aku akan menjadikan dikau isteri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran,dalam kasih setia dan kasih saying. Aku akan menjadikan dikau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9; R: 8a)

Ref: Tuhan itu pengasih dan penyayang .

  1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji;kebesaran-Nya tidak terselami.
  2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
  3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
  4. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
 

Anakkku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup (Mat 9:18-26)

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal;tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun, dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu.
Ketika Yesus tiba di rumah kepala ibadat itu, dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir,Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge